Pertama di Indonesia, Lapas Perempuan Terima Sertifikat Halal

  • Whatsapp
Ketua PKK Babel, Melati Erzaldi didampingi Gubernur, Ketua MUI menyerahkan sertifikat halal kepada Kalapas Perempuan untuk dua usaha warga binaan, Senin (14/10/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

Usaha Katering dan Bakery

PANGKALPINANG- Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Perempuan Pangkalpinang menjadi satu-satunya lapas di Indonesia yang telah menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk usaha yang digeluti oleh warga binaan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Babel, Hilal, usai menerima sertifikat halal dari MUI, di Kantor Perwakilan BI Babel, Senin (14/10/2019).

“Ini yang pertama di Indonesia, terima kasih dukungannya untuk lapas perempuan, sehingga bisa mendapatkan sertifikat halal ini,” kata Hilal.

Sementara itu, Kalapas Perempuan Pangkalpinang, Nebi mengatakan serifikat halal yang diterima ini ada dua, pertama untuk produk makanan dan katering dan kedua serifikat halal untuk produk kue dan roti.

“Alhamdulillah, kami membina warga binaan untuk menggeluti usaha katering dan aneka kue bakery, dan sudah mendapatkan sertifikat halal ini,” kata Nebi.

Serifikat halal ini, kata dia, akan menambah semangat untuk terus meningkatkan usaha dan kreatifitas warga binaan di lapas perempuan.

“Untuk produk roti kue, sudah ada sertifikatnya, mau pesen makanan atau katering juga bisa di dapur Lapuan,” imbuhnya berpromosi.

Usaha ini, tambah Nebi, sudah ia rintis sejak memimpin Lapas Perempuan, kurang dari dua tahun terakhir dengan melibatkan 12 orang warna binaan.

“Dari 78 penghuni lapas, yang lainnya kita ajak untuk membuat batik, dan kerajinan lain, disamping dapur Lapuan ini,” tandasnya.

Selain lapas perempuan, MUI Babel kemarin juga menyerahkan sertifikat halal kepada 67 pelaku UMKM lainnya, penyerahan ini diberikan oleh gubernur Babel, ketua ICSB, Melati Erzaldi, ketua MUI, kepala perwakilan BI, dan wakil ketua LP-POM MUI Indonesia.

Ketua LP-POM MUI Babel, Nardi Pratomo menyebutkan, pada kesempatan ini 68 sertifikat halal diberikan kepada pelaku UMKM baik yang diurus mandiri maupun yang dibantu pemerintah daerah.

“Alhamdulillah semakin banyak produk UMKM Babel yang sudah bersertifikat halal, kami akan terus dorong dan bantu UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal ini,” tukasnya.

Sesuai Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, semua produk wajib memiliki sertifikat halal.

“Oleh karenanya, kita berharap, semua produk UMKM di Babel ini nantinya bersertifikat halal semua,” harapnya.

Beri Award Produk Halal

Tak hanya menyerahkan sertifikat halal, MUI dan LP-POM MUI Babel juga menyerahkan award kepada empat pelaku usaha yang dinilai terbaik dalam produk halal.

“Yang bagus dalam mengaplikasikan sistem jaminan halal kita kasih award, dengan sebelas kriteria, mulai dari kebijakan halal, manajemen, bahan yang digunakan, beli dari mana distribusi bagaimana, dan hang aktif komunikasi ke LPOM MUI mengirimkan laporan,” tuturnya.

Keempat pelaku usaha yang mendapat award ini adalah PT Citra Golden Tunggal atau air minum VIZ, kedua Pabrik Kecap Murni, Ampiang Yuk Rin, dan Rumah Potong Hewan (RPH) Zulfandi.(nov)

Related posts