by

Persoalan HET Daging Beku, Yuslih Minta Gubernur Keluarkan Diskresi

Bupati Beltim didampingi Wakapolres, Jumat (8/6/2018) meninjau antrian masyarakat membeli daging kerbau beku, setelah daging sapi beku untuk lebaran gagal didistribusikan. Penjualan daging kerbau di Jalan Pasar Lipat Kajang Manggar ini diserbu warga dan ludes tak sampai dua jam. (Foto: Danny Sugara)

Stok Terbatas Picu Kenaikan Harga
1,5 Jam, Daging Kerbau Ludes Diserbu

MANGGAR – Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza menulis surat kepada Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung yang berisi meminta agar Gubernur memberikan diskresi, atau pertimbangan keputusan terkait acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi segar dan beku di wilayah Kabupaten Beltim.
Hal itu dilakukan untuk mengatasi polemik mengenai penjualan daging beku yang dijual di atas HET dan juga lelang pasar murah bersubsidi yang gagal. Dikhawatirkan, jika sampai jelang Idulfitri hanya mengandalkan persediaan yang ada, akan memicu kenaikan harga daging di masyarakat.
“Kita minta diskresi ke Gubernur. Ini adalah upaya terakhir yang kita lakukan untuk penyedian daging sapi, mengingat waktu yang sudah mendesak,” kata Bupati saat Dialog Audiensi dan Buka Puasa bersama dengan wartawan di restoran di bilangan Pantai Serdang, Manggar, Kamis (7/6/2018) Malam.
Balasan surat diharapkan akan diterima paling lambat Senin, (11/6/2018) Mendatang. Isi surat balasan dari Gubernur akan menjadi dasar acuan bagi Pemkab Beltim untuk mengambil kebijakan terkait daging beku.
“Segeralah, mudah-mudahan dalam dua hari ini sudah keluar balasannya,” harap Yuslih.
Yuslih menekankan ia tak mau ada pihak di jajarannya yang akan jadi pesakitan gara-gara niat baiknya untuk membantu meringankan ekonomi masyarakat.
”Saya sudah anggarkan hampir Rp 2 milyar untuk pasar murah bersubsidi bagi masyarakat kurang mampu. Lewat BUMD juga sudah berupaya mendatangkan daging beku. Cuman kalau gara-gara ini ada yang jadi korban masuk kerangkeng, mendingan janganlah,” ujarnya.
Diungkapkannya Ia sudah berupaya agar lelang jangan sampai gagal. Jauh-jauh hari, Yuslih sudah mewanti-wanti kepada panitia dan pejabat pengadaan untuk benar-benar menjalankan lelang proyek.
“Pantia sama pejabatnya saya panggil berulang-ulang, saya minta lakukan sesuai Perpres. KAK (Kerangka Acuan Kerja)-nya terlalu berat, harga penawaran juga terlalu rendah. Kita evaluasi, semua,” ungkap Yuslih.
Sementara itu, Ratusan masyarakat Kabupaten Belitung Timur menyerbu pelaksanaan pasar murah daging kerbau di depan Pasar Lipat Kajang Manggar, Jum’at (8/6/2018). Akibatnya, hanya dalam kurun 1,5 jam persedian daging kerbau sebanyak 305 kilogram ludes terjual.
Daging beku dari Perum Bulog itu dijual dengan harga Rp 80 ribu per kilogram. Daging impor asal India itu sebelumnya didatangkan oleh Satgas Pangan Kabupaten Beltim yang berkerjasama dengan Satgas Pangan Pemprov Kepulauan Bangka-Belitung.
Sedikitnya jumlah persedian daging membuat tak banyak warga yang kebagian. Beberapa orang warga pun mengaku kecewa, mengingat mereka sudah jauh-jauh datang namun tidak bisa memperoleh daging.
“Ya sedih la. Datang ke sini naik ojek tau-taunya sudah habis,” ungkap Lusia (65).
Warga Desa Mekar Jaya itu sebelumnya berencana akan membeli tiga kilogram daging kerbau. Selisih harga yang tinggi dengan daging sapi membuatnya lebih memilih mengkonsumsi daging kerbau.
“Lebih murah lah jauh dibanding daging sapi. Biar besok saja datang lagi ke sini, mudah-mudahan dapat,” ucapnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Beltim, AKP. Ferey Hidayat mengatakan Sabtu (9/6/2018) besok, akan masuk kembali 500 kilogram daging beku. Penjualan akan dilakukan di tempat yang sama mulai pukul 09.00.
“Dari jatah 1 ton, kita diberikan slot tiga kali pengiriman. Karena ini pesawat bawaknya makanya tidak bisa terlalu banyak, kargonya penuh,” ungkap Ferey.
Ferey yang juga tergabung dalam Satgas Pangan Kabupaten Beltim itu menyatakan pembelian daging dibatasi satu orang maksimal 5 kilogram. Meski saat ini pembelian terbuka untuk umum, namun pihaknya berencana membatasi pembelian hanya dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu.
“Kita berupaya agar semua yang hadir dapat kebagian. Kita juga sudah koordiansikan dengan dinas terkait untuk nama-nama warga yang tidak mampu,” tutupnya. (dny/6)

Comment

BERITA TERBARU