Persiapan MXGP 2017 Kurang Matang

  • Whatsapp

Amri Prihatin tak Ada Koordinasi dengan Dispora
Jika Gagal, Bakal Jadi Sejarah Buruk

PANGKALPINANG – Penyelenggaraan kejuaraan dunia motocross MXGP 2017 dinilai masih sangat perlu koordinasi matang antara event organizer (EO) dengan Pemerintah Daerah, terkhusus Dinas Pemuda dan Olahraga Babel. Hal ini, dikatakan Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi, saat ditemui diruangannya, Senin (27/2/2017) siang.

Menurutnya koordinasi EO dengan dinas terkait sangat kurang atau bahkan dikatakannya tidak begitu baik. Sampai hari ini, Dispora secara perencanaan dan detail kegiatan sama sekali tidak paham. Minimal, kata dia, dinas mengetahui persiapan kemudian prosedur dan seterusnya. Harusnya, EO melibatkan Dispora dalam penyelenggaraan ini.

“Prihatin dengan tidak adanya koordinasi, tapi kita bersyukur event diselenggarakan disini. Memang bukan mudah menjadi tuan rumah. Tetapi kalau kurang koordinasi dengan pihak terkait khawatir kesuksesaan itu berkurang. Karena, pihak terkait merasa tidak bertanggungjawab. Apalagi di GOR kita sirkuitnya, pengelolaan dibawah Dispora. Aneh, kejelasan Dispora tidak ada sama sekali,” urainya.

Laporan akhir dari pihak Komisi IV, ditambahkannya setelah melakukan kunjungan ke sirkuit yang masih dalam proses tersebut, persiapan masih perlu diperbaiki. Sejauh ini, masih belum terasa kesiapannya, pihak penyelenggara dapat mempersiapkan matang sehingga tidak memalukan Bangka Belitung.

“Jangan sampai kegagalan ini menjadi sejarah buruk bagi event olahraga berikutnya, karena akan sulit mendapat kesempatan di event lain. Persiapkan sebaik-baiknya event internasional ini,” imbuhnya.

Meski demikian, politisi PPP ini berharap dispora dapat menjemput bola, membantu pelaksanaan event tersebut. Mereka harus berperan aktif dalam upaya menyukseskan gelaran yang akan mendatangkan turis asing, serta wisatawan lokal ini.

“Walaupun EO kurang koordinasi dengan dispora. Kita minta untuk peran aktif, karena sampai hari ini, staf dispora belum paham teknis penyelenggarannya,” ujarnya.

“Pemda kurang dilibatkan. Undangan untuk pimpinan DPRD juga sampai hari ini belum kita dapat,”tutupnya.

MXGP Kurang Sosialisasi

Sementara, salah satu warga, Wahyu mengatakan event MXGP ini masih sangat kurang sosialisasinya, hanya berhembus dan diketahui di kalangan tertentu saja. Sangat sayang ketika event internasional namun tidak terpublikasi luas, terkhusus untuk di wilayah Indonesia.

“Event-event kelas internasional sayang kalau tidak dipublikasikan. Di TV nasional juga tidak ada iklannya, sementara event ini internasional. Sangat disayangkan masyarakat tidak tahu. Untuk event apapun, kedepan baik nasional dan internasional sosialisasi sangat penting,” tekan Wahyu.

“Terkesan asal-asalan kalau seperti ini. Seharusnya panitia sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik untuk menghadapi event berkelas ini,” tandasnya. (ron/)

Related posts