Perpusnas RI Siap Bantu Pengembangan Gedung Perpustakaan Babel

  • Whatsapp
Kabid Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas RI, Nurhadi Saputra didampingi Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin meninjau rencana lokasi Pengembangan Gedung Perpustakaan Babel.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG  – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) siap membantu pengembangan Gedung Perpustakaan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang berada dibawah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel pada tahun anggaran 2022.

Pernyataan itu disampaikan langsung Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas RI, Nurhadi Saputra usai meninjau langsung Gedung Kantor DKPUS Babel dan Gedung dan lokasi rencana Gedung Perpustakaan Babel di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pangkalpinang, Kamis (3/9/2020).

Nurhadi menjelaskan, sejak tahun 2019, Perpusnas menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) kepada Dinas Perpus Provinsi maupun Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Kita punya 6 menu yang bisa menjadi pilihan teman-teman di Dinas Perpustakaan baik itu pembangunan gedung, perluasan, renovasi, pengembangan TIK, Pengembangan koleksi dan perabotan. Kami juga sudah diskusi dengan Pak Kadis DKPUS Babel, memang DKPUS Babel butuh bantuan untuk pengembangan Perpus Babel. Makanya dalam kunjungan kami ke Babel ini, kami meninjau lokasinya seperti apa, dan kosep kedepannya seperti apa,” ungkap Nurhadi.

Baca Lainnya

Jadi, ditambahkannya, kembali ke DKPUS Babel, untuk menyiapkan proposal,  dan diupload di aplikasi yang dikembangkan Perpusnas, nanti akan mereka evaluasi.

“Untuk anggaran yang kami siapkan tergantung perencanaan dan ajuan dari DKPUS Babel. Jadi, nilainya maksimal 15 miliar rupiah untuk pembangunan. DKPUS Babel masih punya kesempatan untuk merencanakan sedetil mungkin usulan di 2021 untuk pelaksanaan di 2022,” ujar Nurhadi.

Menurut Nurhadi, untuk sekelas Perpustakaan Provinsi Babel ini, memang perlu banyak pengembangan ke depan.

“Kami harapkan Perpustakaan Provinsi Babel berbenah. Kami dari Perpusnas siap membantu. Karena Perpustakaan Provinsi sebagai perpustakaan pembina untuk kabupaten/Kota. Jadi, kami berharap Perpustakaan Provinsi harus jauh lebih baik dari Perpustakaan Kabupaten/kota untuk ke depannya,” harap Kabid Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas RI.

Dikesempatan terpisah, Kepala DKPUS Asyraf Suryadin berharap tahun 2021 sudah ada bantuan utk kelengkapan sarana prasarana.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Perpusnas RI dan Bappenas, mudah-mudahan fasilitas yang berkenaan dengan peningkatan minat baca seperti jaringan komunikasi, sarana prasara pemustaka serta untuk penunjang perpustakaan lainnya dapat terwujud.

“Untuk tahun 2022 usulan kita perluasan pembangunan perpustakaan terutama hubungannya juga dengan pelayanan terhadap pemustaka dan minat baca, khusus untuk pelayanan perpustakaan. Diharapan lahan yang masih tersisa di cagar budaya ini (Kantor DKPUS Babel saat ini), dan gedung yang dimiliki Bakuda Provinsi Babel dalam hal ini eks Kantor Samsat belakang Mapolres angkalpinang, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pembangunan layanan perpustakaan,” kata Asyraf.

Harapan adanya bantuan  DAK pada tahun 2022 yg besarannya sama seperti perencanaan  sebelumnya. Oleh sebab itu, mulai sekarang DKPUS Babel akan melengkapi berbagai macam administrasi.

“Kalau melihat eks Gedung Samsat Babel Wilayah Pangkalpinang itu kan dua lantai. Harapan kita nanti akan kita buat menjadi tiga lantai. Dengan konsep bisa dimafaatkan dengan maksimal untuk layanan perpustakaan,” tambah Asyraf.

Bantuan DAK untuk pengembangan pembangunan perpustakaan pada tahun 2022, dipapar Asyraf,  tidak hanya bangunan saja, namun diharapkan juga ditambah dengan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, khusus untuk pelayanan perpustakaan seperti meja, kursi baca, termasuk kebutuhan-kebutuhan pendukung lainnya.

“Desain pengembangan kita usahakan diakhir tahun ini atau diawal tahun depan dapat terwujud. Makanya, kita harus bergerak cepat agar nanti pengusulan tidak seperti yang sudah-sudah. Artinya, lahan eks Samsat sudah disertifikatkan oleh Bakuda pada bulan Desember 2019, dan lahan cagar budaya ini, dalam waktu tidak lama juga keluar sertifikatnya. Untuk bangunan yang ada cagar budaya tetap sebagai cagar budaya, tinggal kita kembalikan ke wujud bangunan aslinya,” pungkas Asyraf. (rel).

Related posts