Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Perpusdes Bukit Terak Arahkan Koleksi Buku ke Inklusi Sosial

RAKYATPOS.COM, SIMPANG TERITIP – Perlahan-lahan Pemerintah Desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), membenahi Perpustakaan Desa (Perpusdes) yang mereka miliki. Salah satunya Desa Bukit Terak, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Perpusdes yang berada dibawah naungan Kepala Desa Bukit Terak, Kamisun itu, saat ini, telah memiliki sebanyak kurang lebih 1200 eksemplar dam lebih kurang 600 judul buku bacaan.

Koleksi buku-buku yang berada di Perpusdes Bukit Terak, sebagiannya merupakan bantuan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel, yang diberikan pada tahun 2016 lalu.

Kepala Desa Buit Terak, Kamisun didampingi Pengelola Perpusdes Bukit Terak, Pipi, mengatakan, sejak beberapa waktu, hingga saat ini, Perpusdes Bukit Terak mulai mengeleksi buku-buku sesuai dengan kondisi dan potensi masyarakat yang ada di Desa Bukit Terak sebagaimana yang telah diprogramkan pemerintah berupa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Disebutkan Kamisum, saat ini Desa Bukit Terak memiliki sebanyak lebih kurag 600 Kepala Keluarga, dan 70 Kepala Keluarga berprofesi sebagai nelayan, sisanya sebagai petani dan bidang lainnya.

“Berdasarkan pekerjaan dari masyarakat kami itulah, maka kami dari Pemerintah Desa bersama Perpusdes akhirnya memetakan pembelian buku-buku bacaan untuk Perpusdes. Sejak saya menjabat Kades lebih kurang 3  tahun berjalan, setiap tahun selalu kami anggarkan dana dari dana desa untuk pembelian buku bacaan,” ujar Kepala Desa Bukit Terak sat berdialog dengan Tim Pusling DKPUS Babel di Kantor Desa Bukit Terak, Selasa (17/11/2020).

Seperti tahun 2020 ini, kata Kades Bukit Terak, sudah dianggarkan sebesar 10 juta rupiah untuk pembelian kembali buku-buku bacaan di Perpusdes. “Di desa kami ini kan profesinya ada Petani, Nelayan dan lainnya. Lebih banyak Petani. Jadi, kami akan penuhi koleksi buku sesuai profesi dan potensi masyarakat kami,” ujar Kamisun.

Selain menyediakan buku-buku di Perpusdes yang berada di di Kantor Desa, pihaknya juga dalam upaya mendorong minat dan gemar membaca masyarakat di Desa Buit Terak, juga membuat layanan kunjungan ke sekolah-sekolah yang ada di Desa Bukit Terak seminggu dua kali.

Disamping itu, Perpusdes Bukit Terak juga melakukan pendampingan terhadap kunjungan Unit Kesehatan Pelayanan Nelayan yang dilakukan 2 kali dalam 1 bulan di pesisir pantai. berikutnya, kunjungan ke Ibu-ibu arisan di Desa Bukit Terak. “Dalam dua kegiatan tersebut, Perpusdes ikut “nimbrung” dengan buku-buku yang dimiliki,” terang Kamisun.

Tak sebatas itu, ditambahkan Kamisun, Pemdes bersama Perpusdes juga bekerjasama dengan kelompok Dasawisma untuk melakukan penanaman tanaman obat-obatan seperti jahe dan lainnya. “Kelompok Dasawisma melakukan penanaman tanaman obat-obatan keluarga atau biasa dikenal masyarakat dengan istilah tanaman obat keluarga (TOGA). Dari Pemdes bersama Perpusdes akan menyediakan buku-buku terkait dengan TOGA tersebut, misalnya bagaimana cara penanamananya, pemupukan dan lainnya,” kata Kades.

Menurut Kamisun, selama dirinya menjadi Kades Bukit Terak, Ia menargetkan sebanyak 1000 lebih judl buku tersedia di Perpusdes Bukit Terak.

Di akhir pertemuan dengan Tim Pusling DKPUS Babel, Kades Bukit Terak menyampaikan harapanya agar instansi terkait memberikan pembinaan terhadap pengelola Perpusdes Bukit Terak, termasuk harapan adanya bantuan meubiler, jaringan internet, dan kesejahteraan pengelola perpusdes.

Pustakawan Madya DKPUS Babel Danuar dalam kesempatan itu menyarankan, apa yang sudah menjadi program Pemdes dan Perpusdes agar terus “dikawal” Pustakawan dan pihak terkait di daerah setempat, sehingga transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah digalakkan dapat berjalan sesuai harapan.

“Karena program ini berbasis inklusi sosial, baik juga bekerjasama dengan BUMDes, agar program ini, berlanjut dan dikelola secara professional, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin mengatakan, DKPUS Babel siap bekerjasama dengan DKPUS Kabupaten untuk melakukan pembinaan terhadap Perpusdes dalam rangka menyukseskan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi social di Babel.

“Jika butuh pembinaan, DKPUS Babel siap menerjunkan Pustakawan. Tentunya kami dari DKPUS Babel akan berkoordinasi dengan DKPUS kabupaten setempat,” jelas Asyraf. (rel).

 

Diatas Footer
Light Dark