Permintaan Timah Dunia Meningkat, Ekonom: Indonesia Akan Sangat Diuntungkan

  • Whatsapp
Bima Yudhistira

PANGKALPINANG– Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan kehadiran Internet of Things (IoT) yang pastinya akan semakin mendorong kebutuhan akan barang elektronik. Hal ini secara langsung juga akan meningkatkan permintaan timah di dunia sebagai salah satu komponen dasar dari barang elektronik.

Menurut Ekonom Institute Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudhistira, meningkatnya kebutuhan barang elektronik secara langsung akan berdampak pada kebutuhan timah yang semakin tinggi.

’’Dengan kebutuhan dan permintaan yang meningkat, otomatis harga timah juga akan naik. Tentu saja ini akan sangat menguntungkan Indonesia sebagai negara eksportir timah,’’ kata Bima saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Lebih lanjut Bima menjelaskan, dalam menyongsong revolusi industri generasi ke-empat ini, yang perlu dilakukan pemerintah adalah mendorong hilirisasi industri sehingga timah yang diekspor sudah merupakan barang yang siap pakai. Oleh karena itu, dibutuhkan investasi yang cukup besar.

’’Yang kedua adalah membenahi infrastruktur karena kendalanya saat ini biaya logistik yang cukup tinggi mencapai 24 persen dari PDB. Misalnya, dibangun pelabuhan-pelabuhan laut yang bisa memuat timah dalam kapasitas cukup besar. Selain itu, perlu juga dilakukan pengadaan kapal sebagai penunjang industri timah karena sekarang 90 persen kita masih menggunakan kapal asing,’’ tuturnya.

Di era ini, lanjut Bima, PT Timah Tbk sebagai perusahaan BUMN harus mampu bersaing terutama dalam hal pengolahan timahnya. Hal itu nantinya digunakan untuk mempercepat produksi secara konsisten.

’’PT Timah juga perlu melakukan efisiensi rantai pasok yang sebenarnya bisa disederhanakan dengan teknologi. Selain itu, harus dilakukan investasi capital expense (capex) dan memperluas pendanaan,’’ ujar Bima.

Dari sisi internal, Bima menerangkan, PT Timah perlu lebih melibatkan masyarakat misalnya melalui program corporate social responsibility yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat akan lebih concern dan ikut berperan dalam pemenuhan kebutuhan timah dunia.

’’Dan yang tak kalah penting adalah visi green mining atau teknologi ramah lingkungan. Sebab, kedepannya semua sektor akan mengarah ke sana,’’ kata Bima. (rls/fan)

Related posts