by

Permainan Ketangkasan Menjamur, Muchtar Mutong Minta MUI Belitung Tegas

Kasat Pol PP, Semuanya Sudah Memiliki Izin

TANJUNGPANDAN – Menjamurnya tempat permainan ketangkasan di Kabupaten Belitung sudah mendapat perhatian bagi masyarakat. Selain Star Zone, ada beberapa permainan yang serupa di sejumlah lokasi di Tanjungpandan.

Diantaranya di Kawasan Jalan Air Raya, Kawasan Air Saga, Kampong Parit dan Jalan Jenderal Sudirman Pangkallalang. Bahkan, hingga saat ini, wahana permainan tersebut sudah mulai beroperasi.

Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar tak menampik adanya hal itu. Dia menjelaskan, dari sejumlah wahana permainan tersebut, semuanya sudah memiliki izin dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung.

“Sejumlah izin dari berbagai wanaha itu sudah lengkap. Mulai dari satu pintu hingga masalah perpajakan. Jadi, menurut saya tidak ada masalah,” kata Alkar, kepada Rakyat Pos, Jumat (20/07/18).

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Belitung H Muchtar Mutong (Tare) menyayangkan berkembangnya usaha permainan tersebut, masuk ke Belitung. Menurutnya, hal itu sangat negatif.

Katanya, negatif bagi perkembangan para pemuda di Belitung. Sebab, adanya permainan tersebut dapat menyebabkan generasi malas untuk belajar, dan menghabiskan uangnya untuk bermain teknologi itu.

Apalagi, dalam permainan itu ada dugaan unsur perjudian. Dia meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung agar tegas menyatakan hal itu haram. Sehingga permainan tersebut tidak ada di Negeri Laskar Pelangi.

“MUI Belitung sangat punya peran. Saya meminta MUI tegas, katakan itu haram. Jangan plin plan dalam mengambil keputusan. Jika haram maka katakan haram,” tegas H Tare, kepada awak media ini.

Terpisah, Sekertaris MUI Kabupaten Belitung H Ramansyah mengatakan, dirinya akan mempelajari terlebih dahulu terhadap wahana permainan baru yang hampir mirip dengan Star Zone.

“Yang pasti untuk yang Star Zone, sebelumnya kita (MUI Belitung,red) sudah menyatakan haram. Untuk yang selanjutnya kita akan kaji dari manfaat dan mudhorotnya,” tutup H Ramansyah. (dodi/3)

Comment

BERITA TERBARU