Perlu Upaya Keras Turunkan Prevalensi Stunting

  • Whatsapp
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin menyampaikan sambutan.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, SUNGAILIAT – Guna menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar Orientasi Komunikasi Antar Pribadi dalam Strategi Perubahan Perilaku bagi Petugas Kesehatan di Hotel Novilla Sungailiat, Bangka.

Kegiatan yang berlangsung Senin (14/9/2020) itu, dilaksanakan secara zoom meeting, menghadirkan 3 orang narasumber dari Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Orientasi disiarkan melalui Youtube Live Streaming, dan dilaksanakan selama tiga hari tersebut, diikuti sebanyak 60 peserta terdiri dari pengelola Program Promkes, Gizi, Kesling dan Bidan Koordinator seluruh Puskesmas se Kabupaten Bangka.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan, prevalensi stunting Kabupaten Bangka hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2013 sebesar 32,27 %.

Baca Lainnya

“Untuk itu, perlu upaya keras yang didukung semua sektor dalam penurunan Prevalensi Stunting yang menitik beratkan pada penanganan penyebab langsung, yaitu konsumsi makanan dan status infeksi. Sedangkan penyebab tidak langsung meliputi ketersediaan makanan dan pola konsumsi, pola asuh, kebersihan sanitasi dan Pelayanan Kesehatan,” jelas Syahbudin.

Syahbudin menambahkan, untuk pencegahan stunting memerlukan intervensi gizi terpadu, yang mencakup intervensi gizi sfesifik dan gizi sensitive. Intervensi terpadu untuk menyasar prioritas yang merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka sekaligus sebagai Ketua Panitia Kegiatan, Then Suyanti mengatakan, orientasi komunikasi perubahan perilaku melalui komunikasi antar pribadi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dalam merubah perilaku dan kesadaran masyarakat serta perilaku kunci yang berpengaruh pada risiko Stunting.

Then Suyanti menambahkan, strategi nasional komuniasi perubahan perilaku yang terpadu diperlukan agar terjadi pembagian peran dan tanggung jawab  masing-masing pemangku kepentingan. “Hal ini perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan sebagai salah satu upaya dalam pencegahan stunting,” tutup Then Suyanti.(rel/han).

Related posts