Perlindungan Lahan Pertanian dalam Upaya Menuju Ketahanan Pangan

  • Whatsapp

Permasalahannya, saat ini, revisi rencana tata ruang yang memfasilitasi wilayah produksi pangan belum banyak dilakukan pemerintah daerah. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, sampai saat ini, tindak lanjut terhadap pelaksanaan amanat Undang-Undang 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang maupun Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan(PLP2B), serta PP no. 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan belum terlaksanakan. Padahal, hal ini sangatlah mengkhawatirkan, mengingat maraknya aktivitas pertambangan dan perkebunan yang beberapa tahun terakhir, dimana lahan pertambangan yang menyimpan deposit bijih timah umumnya adalah lahan rawa yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai areal persawahan untuk tanaman pangan.

Sedangkan untuk perkebunan, data luas lahan perkebunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2012 seluas 189.870 Ha dan pada Tahun 2018 menjadi 212.939,53 Ha terjadi kenaikan 23.069,53 Ha. Bertambahnya luasan areal perkebunan tersebut tidak menutup kemungkinan juga dilakukan pada lahan yang berpotensi untuk lahan pertanian pangan. Padahal kriteria lahan pangan pertanian yang ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) diantaranya merupakan lahan beririgasi, lahan reklamasi rawa pasang surut dan non pasang surut (lebak) serta lahan tidak beririgasi. Selain itu, sebagai daerah kepulauan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rentan terhadap kerawanan pangan, karena menggantungkan ketersediaan bahan pangan dari daerah lain. Kondisi saat ini, lebih dari separuh atau 80-85 persen pangan (khususnya beras) masih didatangkan dari luar daerah, hanya 15-20 persen yang mampu di produksi dalam daerah.

Read More

Jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018 mencapai 1,459 juta jiwa dan pastinya akan terus bertambah, memerlukan produk pangan dalam jumlah yang terus meningkat (peningkatan kebutuhan pangan nasional 1-2% per tahun). Keberadaan lahan sawah dalam jumlah yang cukup dan layak untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan pangan mutlak diperlukan. Data tahun 2018 luas lahan sawah di Bangka Belitung 25.093 hektar dengan produksi padi sebesar 37.671 ton. Angka produksi ini, meningkat dibanding tahun 2015 yang memproduksi 15.563 ton gabah kering. Namun dengan jumlah penduduk 1,459 juta jiwa serta tingkat konsumsi per orang sekitar 90 kilogram beras per tahun, maka diperlukan 121.876 ton untuk kebutuhan konsumsi beras masyarakat. Tingginya kebutuhan beras tidak sebanding dengan produksi beras yang dihasilkan petani lokal sehingga harus didatangkan dari luar daerah.

Related posts