Peringati Hari Bumi, SMPN 3 Airgegas Travelling ke Danau Kaolin

  • Whatsapp
Siswa SMPN 3 Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, memperingati hari bumi dengan mengadakan kegiatan Travelling ke Danau Kaolin. (foto: istimewa).

AIRGEGAS – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam rangka memperingati hari bumi, mengadakan kegiatan Travelling ke Danau Kaolin yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi Sekolah.

Traveling yang digelar Senin kemarin, bertujuan mensosialisasikan kepada seluruh siswa dan masyarakat luas agar peduli terhadap keberlangsungan hidup di bumi.

Muhammad Fajri selaku Pembina Osis mengatakan, masyarakat luas harus mencegah kerusakan alam dan memakmurkan kehidupan di bumi. Dengan demikian bumi sebagai sumber kehidupan dapat dimanfaatkan sebagai tempat kehidupan dalam jangka waktu yang Lama.

Peringatan hari bumi tahun 2019 ini, Osis selaku pelaksana kegiatan dengan mengangkat tema “Kita Jaga Bumi, Bumi Jaga Hidup Kita”. SMPN 3 Airgegas juga memasang papan yang tertulis himbauan untuk menjaga bumi agar tersosialisaikan ke masyarakat luas.

Sania Istiqomah, Ketua OSIS SMPN 3 mengatakan, dengan menjaga bumi dan tidak merusaknya maka kehidupan dimuka bumi juga terjaga keseimbangannya.

“Mari kita semua melestarikan komponen penyusun bumi, dan bijak dalam mengambil sumber daya yang ada,” ajaknya.

Sementara itu, Fauzi, ST Kepala Sekolah menghimbau kepada seluruh warga sekolah untuk menjaga bumi yang semakin hari keadaannya semakin memprihatinkan.

“Dengan melaksanakan kegiatan ini, semoga masyarakat luas sadar pentingnya menjaga bumi dan melestarikannya,” harapnya.

Ia menambahkan, Hari Bumi diperingati agar manusia sebagai makhluk hidup lebih bijak dalam memperlakukannya.

“Karena sikap bijak dalam penggunaan isi bumi akan berdampak pada kehidupan generasi berikutnya. Fakta dilapangan bumi sebagai tempat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya semakin hari kondisinya tak sebaik dulu. Kondisi terkini, bumi semakin berkurang daya dukung keasriannya. Jika orang terdahulu nyaman menghirup udara bersih, sekarang tak bisa lagi dirasakan seperti dahulu. Sudah banyak bahan-bahan pencemar secara bertahap mengurangi kualitas bumi. Itu terlihat dari banyaknya bahan pencemar seperti plastik, asap-asap kendaraan dan gas gas emisi lainnya,” pungkas Fauzi. (raw/3)

Related posts