Perilaku Politik dan Kepemimpinan

No comment 241 views

Oleh: Rima Astuti
Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UBB Babel

Rima Astuti

Perilaku Politik adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajiban sebagai insan politik. Seorang individu atau kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajiban guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politikMenurut Daniel J Elazar (1984), perilaku politik individu berdasarkan pengaruh budaya. Budaya politik adalah sikap, nilai, keyakinan, orientasi, dan opini terhadap pemerintah dan tanggung jawab sosial yang berfungsi dalam masyarakat. Ada tiga kategori budaya politik dominan seperti moralis, individualis dan tradisionalis. Apakah masyarakat Bangka Belitung memilih pemimpin mereka dengan cara-cara perilaku politik pemimpin tersebut?Berbicara tentang masyarakat Bangka Belitung, masyarakat Bangka Belitung dominan biasanya memilih pemimpin mereka, karena adanya sesuatu hal yang bisa membuat mereka merasa terpuaskan. Bagaiamana keinginan dan kenyataan dari pemerintah kepada masyarakat tidak sesuai dengan angan-angan mereka. Selama ini, jika orang-orang berbicara tentang kepemimpinan pastinya menandai dua kutub yang saling bertentangan yaitu kepemimpinan otokratis (mengarah dan memimpin) juga kepimpinan demokratis (mendorong dan mendukung).Ada beberapa unit analisis perilaku politik seperti Aktor Politik, Agregasi dan Topologi Kepribadian Politik. Pertanyaanya, apakah masyarakat kita sudah memilih mereka dengan cara unit-unit analisis perilku politik? Tentu jawabannya adalah tidak. Kebanyak masyarakat memilih pemimpin mereka karena pemimpin memainkan money politik, memberikan mereka fasilitas semasa mereka kampanye. Padahal, yang sebenarnya harus masyarakat tau kita memilih pemimpin bukan karena hal tersebut. Masyarakat bisa memilih pemimpin dengan cara unit analisis perilaku politik. Seperti Aktor politik, aktor politik ini mencakup aktivitas, visi misi serta sikap mereka yang sebenarnya.
Sebenarnya, masyarakat harus lebih bisa jeli dalam memilih seorang pemimpin, bagaimana janji-janji yang mereka buat bisa mereka tepati, bagaimana visi misi mereka berlaku sampai mereka mengakhiri penjabatan mereka, dan bagaimana sikap mereka tidak akan berubah sampai kapan pun bukan hanya disaat kampanye saja. Peduli dengan masyarakat itu yang paling utama, tanpa masyarakat mungkin kalian bukan apa-apa.Masyarakat sebenarnya harus lebih berani menunjukkan bahwa masyarakat memilih bukan karena mereka kerabat mereka sendiri, memberikan uang, tetapi karena mereka berkualitas. Mereka adalah orang yang pantas memimpin masyarakatnya dengan baik. Pada  tahun 2019 mendatang, kita akan memilih pemimpin baru, masyarakat mungkin bisa lebih tegas untuk memilih masyarakat dari kualitas bukan karena ada apa-apa dari pemimpin tersebut.Pastinya, seorang pemimpin akan berusaha untuk mempengaruhi masyarakatnya agar bisa memilihnya. Tanpa taktik mempengaruhi yang efektif, seorang pemimpin seperti seorang pemain bola yang tidak belajar untuk menendang bola atau mungkin seorang pembawa berita yang tidak dapat berbicara. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi. Jadi, masyarakat disini harus bisa benar-benar menilai mana pemimpin yang hanya bisa mempengaruhi saja dan pemimpin yang benar-benar berkualitas. Adapun beberapa pengelompokan perilaku politik menurut subjeknya “Ramlan Surbakti”. Yang pertama itu perilaku politik lembaga-lembaga dan pejabat pemerintah, bagaimana kita bisa menilai pemimpin dari suatu lembaga yang ia punya di mana ia berada bagaimana prestasinya. Agar kita bisa tahu bagaimana kualitas calon pemimpin kita tersebut. Kedua, perilaku politik warga negara baik individu atau kelompok contohnya tanggung jawab dan hak. Bagaimana tanggung jawab calon pemimpin tersebut kepada masyarakat bisa atau tidak ia bertanggung jawab atas apa yang telah ia bicarakan sebelum ia menjadi pemimpin juga hak masyarakat. Calon pemimpin harus bisa menempatkan mana hak masyarakat yang harusnya diterima oleh masyarakat Jadi bagaimanapun siapapun calon pemimpin kita nanti setidaknya masyarakat sudah tahu bagaimana cara memilih calon pemimpin yang baik dan benar. Masyarakat bisa memilih mereka bukan karena permainan money politik, mereka bukan karena kerabat mereka, tetapi karena kualitas dan kuantitas apa yang mereka punya. Masyarakat harus biasa lebih pintar daripada calon pemimpin yang nanti akan memimpin kita di masa yang akan datang.(****)

No Response

Leave a reply "Perilaku Politik dan Kepemimpinan"