Pergeseran Makna & Modifikasi Hijab

  • Whatsapp

Oleh: Berlian Saputra
Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Bangka Belitung

Berlian Saputra

Sebagian besar orang sudah tahu dan mengenal yang namanya hijab atau jilbab, khususnya kaum perempuan. Hijab sendiri merupakan kerudung yang menutup kepala dari rambut sampai leher atau menutup aurat. Dalam agama Islam, hukum menutup aurat wajib bagi perempuan. Ini dikarenakan hijab sebagai alat untuk melindungi aurat seorang wanita dari segala godaan para pria ketika melihatnya. Orang yang memakai hijab disebut sebagai hijabers. Namun, jilbab di zaman sekarang, sudah mengalami pergeseran makna dan mengalami modifikasi hijab. Kita tahu bahwa simbol hijab merupakan simbol Islam bagi para wanita di dunia. Tapi, tidak dapat dipungkiri bahwa hijab bisa jadi sebagai identitas diri dan sebagai alat untuk menampilkan diri sebagai wanita muslimah. Selendang pun bisa dijadikan sebagai hijab yang hanya kelihatan pada rambut di dahi saja.
Hijab mengalami proses modifikasi secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Dahulu, hijab di pandang sebagai makna untuk melindungi dan menutup aurat seorang perempuan yang sesuai dengan syariat Islam. Akan tetapi, makna hijab di zaman sekarang yang dianggap sebuah trend dan fashion agar kelihatan lebih indah dan cantik bagi yang memandangnya. Memang benar bahwa Indonesia merupakan negara dengan surga fashion hijab yang sangat mendunia, sehingga Indonesia terkenal dengan industri hijab memukau dan memilki nilai jual yang mahal dan ekonomis. Seiring perkembangan waktu, bentuk hijab mulai mengalami modifikasi. Dulu, bentuk hijab sangat sederhana dan memiliki nilai-nilai syar’i, terutama bagi wanita di negara-negara Timur Tengah yang begitu panjang sampai ke pinggang. Hijab pun terus-menerus mengalami inovasi yang tak henti-hentinya agar industri hijab di Indonesia semakin modern dan berkembang pesat.
Sayangnya, berhijab hanya dipandang sebagai sebuah kewajiban semata dalam menutup aurat, bahkan bisa dijadikan sebagai alat untuk mendongkrak popularitas penampilan diri. Terkadang orang yang memakai hijab diibaratkan seperti Dramaturgi. Dalam teori Dramaturgi yang dikemukakan oleh Erving Goffman bahwa “dunia adalah panggung sandiwara”. Dunia tersebut terdiri dari panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Ini artinya, dapat dijelaskan orang yang memakai hijab ketika di panggung depan mereka dipandang orang yang rajin beribadah dan seorang muslimah sejati. Namun, ketika mereka di panggung belakang, orang-orang pun tidak tahu apakah mereka muslimah sejati sebagai identitas Islam atau hanya sebagai penunjang penampilan diri saja, agar kelihatan lebih cantik dan rupawan.
Biasanya, kasus-kasus semacam ini, ditemukan pada siswi SMP dan SMA, dimana mereka di sekolah memakai hijab meskipun pihak sekolah tidak mewajibkan para siswi untuk mengenakan hijab, sedangkan ketika di rumah atau berpergian di luar rumah, mereka pun tidak mengenakan hijab. Ini tergantung dari individu masing-masing memaknai hijab yang seperti apa atau bagaimana. Kadang-kadang contoh kasus semacam ini dapat dikatakan sebagai Islam simbolik, yang dimana hanya memandang status simbolnya saja, bukan pada substansi atau ajaran agama. Tidak semua orang yang berperilaku seperti itu, yang tentunya sudah menjadi fenomena sosial sejak lama.
Sejatinya, makna hijab pun beragam persepsi dari para pemakainya. Mereka pun mulai terpengaruh dari berbagai media massa seperti media online, terutama Youtube dan TV. Media Youtube dan TV berisikan tayangan tutorial hijab yang baik dan benar, agar penampilan menjadi elegan, cantik, indah dan merasa percaya diri. Meskipun modifikasi hijab memilki varian hijab yang bagus dan menarik, ini pun tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah substansi hijabnya. Oleh karena itu, hijab pun sudah dijadikan sebagai trend berhijab bagi yang belum berhijab. Karena itu semua harus memiliki niat yang tulus dan ikhlas dalam berhijab. Apapun bentuk dan warna hijab, sesungguhnya hijab itu diperuntukkan bagi wanita yang ingin menutup aurat. (****).

Related posts