Perda Karet Jangan Dipolitisasi!

  • Whatsapp

Japri: Harga Karet Naik Sebelum Perda Disahkan

PANGKALPINANG – Kian ramainya rumor tentang kenaikan harga karet di tingkat petani Pulau Bangka sebagai hasil dari disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Penyangga Harga Karet oleh DPRD Provinsi Bangka Belitung di akhir tahun 2016, dibantah Sekretaris Asosiasi Petani Karet Kepulauan Babel, Jafri Habib.
Menurut Japri, harga karet sudah berangsur naik justru sebelum perda disahkan. Hanya saja saat ini Perda itu seolah dipolitisasi terkait naiknya harga karet, untuk kepentingan politik jelang Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Babel 2017.
“Memang sejak satu bulan terakhir harga karet terus membaik, walaupun kenaikannya pasang surut. Tapi kami tegaskan bahwa harga karet naik tidak ada pengaruhnya dengan perda yang telah disahkan DPRD Provinsi Babel pada akhir bulan Desember 2016. Karena harga karet sudah naik satu bulan sebelum perda disahkan. Ini pengaruh permintaan pasar,” tegas Jafri dalam rilisnya yang diterima Redaksi Rakyat Pos, kemarin sore.
Petani karet yang juga aktif di organisasi Pemuda Muhammadiyah Bidang Buruh Tani Nelayan ini memaparkan, Perda Penyanggah Harga Karet nantinya akan mengatur soal peningkatan kualitas petani maupun hasil produksi karet. Begitu juga soal subsidi harga yang terkait pemasarannya.
“Yang penting pengawasan terhadap perda benar-benar dilakukan. Jangan sampai perda digunakan untuk kepentingan politik tertentu,” harap Jafri.
Ia menjelaskan, Asosiasi Petani Karet Babel hadir setelah melalui diskusi pada bulan Agustus 2016 lalu dan deklarasi membentuk asosiasi pada Oktober 2016 di Pangkalpinang. Asosiasi ini telah merumuskan beberapa poin penting untuk memperjuangkan harga karet naik. Salah satunya adalah membentuk wadah berhimpun bagi para petani karet sebagai kekuatan petani untuk mengontrol harga dan menjaga kualitas karet kepada pemerintah dan pengusaha pabrik karet.
“Sekarang alhamdulilah harga karet sudah naik, petani sangat terbantu. Di Kecamatan Mendo Barat dan Puding Besar harga karet sudah mencapai Rp6.000-7.000-an perkilogram, ini sangat membantu para petani,” kata Jafri yang juga petani karet di Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat.
Meski begitu ia berharap kelak, Perda Penyangga Harga Karet dapat mengakomodasi kepentingan para petani sehingga bisa memperbaiki kesejahteraan karena rendahnya harga jual komoditas karet.
“Karet merupakan salah satu komoditas utama pertanian yang ada di Babel sehingga penetapan perda tersebut merupakan upaya nyata untuk menyelesaikan permasalahan harga jual karet,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Yunus, petani karet Desa Mendo lainnya. Ia berharap implementasi Perda Penyangga Harga Karet dapat diawasi secara optimal oleh berbagai pihak agar pelaksanaannya dapat efektif, efisien, terpadu dan tepat sasaran.
“Para petani berharap harga karet terus naik, jangan sampai ada kepentingan politik menjelang pilgub ini,” kata dia.
Dalam rilis yang sama, Hendra Erwanto, Koordinator Asosiasi Petani Karet Babel menegaskan, harga karet memang harus naik, karena ini memang menjadi tugas pemerintah dan pelaku usaha untuk meningkat kesejahteraan para petani.
“Kalau petani sejahtera insha Allah akan berimbas kepada sektor perekonomian di Babel, baik di desa maupun di perkotaan,” ujar putra sulung Wakil Gubernur Babel non aktif, Hidayat Arsani. (rls/1)

JustForex

Related posts