Perbendaharaan Go Green, Langkah Nyata Demi Masa Depan yang Lebih Baik

  • Whatsapp

Oleh: PUJI HARTOYO
ASN Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pangkalpinang

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pangkalpinang bertekad untuk terus mengimplementasikan Program Perbendaharaan Go Green sebagai upaya peningkatan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah, seperti penghematan penggunaan sarana-prasarana kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia. Pada tahun 2017, telah dicanangkan gerakan Perbendaharaan Go Green sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-18/PB/2017 tentang Program Perbendaharaan Go Green di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pencanangan gerakan Perbendaharaan Go Green ini secara simbolis ditandai dengan penyerahan Pohon Tanjung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Program semacam ini menunjukkan bahwa Ditjen Perbendaharaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target-target kerja yang diemban, tetapi juga menunjukkan perhatian kepada aspek penunjang kualitas kinerja aparatur, serta mewujudkan upaya nyata untuk penghematan demi meningkatkan efisiensi belanja pemerintah dan pelestarian lingkungan.

Isu pemanasan global yang mengancam dunia di masa yang akan datang telah menjadi perhatian di seluruh masyarakat dunia. Penggunaan energi yang berlebihan mempunyai andil yang besar dalam menyumbang ancaman tersebut. Berdasarkan Laporan PT Energi Management Indonesia menyatakan bahwa kantor pemerintah lebih boros dalam pemanfaatan energi dibandingkan dengan rumah tangga, swasta, industri dan bisnis. Rata-rata pemborosan energi di rumah tangga 10%, di gedung perkantoran milik swasta 20%, industri 25%, toko-toko dan pasar 25%, sedangkan di kantor-kantor pemerintah 25-30%. konsumsi listrik di kantor-kantor pemerintahan sangat tidak efisien karena berbagai kebiasaan buruk seperti lampu kantor masih menyala saat tidak dipakai, peralatan masih dalam keadaan standby, dan sebagainya.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mencatat setiap tahun sedikitnya sebanyak 1,29 juta ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara di lautan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi setiap tahunnya. Fakta tersebut menempatkan Indonesia menjadi negara nomor dua di dunia dengan produksi sampah plastik terbanyak di lautan. Semakin banyak sampah plastik di lautan, maka semakin besar ancaman bagi kelestarian ekosistem di laut. Menteri Koordiantor Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan bahwa 80 persen kebocoran sampah plastik berasal dari darat dan sebesar 30 persen kebocoran sampah yang mengisi lautan berupa plastik. Sampah yang berada di lautan akan menjadi makanan ikan yang ada di laut. Ikan yang memakan sampah ini akan berbahaya bagi konsumennya, terutama ibu hamil yang dapat menyebabkan anak yang dilahirkan mengalami stunting dan dapat mengakibatkan kanker bagi laki-laki.

Melakukan kegiatan sterilisasi sampah di laut telah banyak dilakukan. Solusi dengan melakukan pembersihan adalah hal yang sangat tepat sekarang, terutama dilakukan di daerah pesisir yang banyak mengirimkan limbah plastik ke laut. Meski demikian, jalan yang paling tepat dan terbaik dalam mengendalikan polusi plastik di lautan adalah mengurangi jumlah sampah plastik, bukannya membersihkan sampah yang terlanjur memperburuk keadaan.

Berbagai organisasi dan kalangan baik sektor Pemerintah maupun LSM tiada hentinya mengkampanyekan upaya penyelamatan dengan berbagai aktivitas dan aksi. Konsep go green sangat dimungkinkan untuk diterapkan di kantor pemerintahan. Menurut Business resource efficiency Guide, manfaat green management adalah mengurangi biaya, peningkatan efisiensi sumber daya, mengurangi jejak karbon, Peningkatan kinerja lingkungan, Peningkatan citra perusahaan, Karyawan lebih memiliki kesadaran ramah lingkungan. Green office berpengaruh positif terhadap organisasi, namun ramah lingkungan masih banyak yang hanya sebatas slogan – slogan dan belum banyak penerapan yang dilakukan.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai kantor vertikal yang berjumlah 34 Kantor Wilayah dan 181 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di seluruh Indonesia. Dengan tekad dan semangat untuk senantiasa berbuat baik demi kemakmuran negeri, berkomitmen untuk membantu pemerintah menjadikan lingkungan lebih hidup, lebih ramah lingkungan dan berguna untuk anak cucu kita. Ditjen Perbendaharaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target kerja yang diemban, juga upaya nyata untuk mewujudkan penghematan demi meningkatkan efisiensi belanja pemerintah.

Tantangan untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dengan program Tiga Plus Satu. Program ini merupakan prioritas dari program Perbendaharaan Go Green yang terdiri dari 3 (tiga) program penyelenggaraan pemerintahan ramah lingkungan (green office) yaitu Program Penghematan Listrik, Program Penghematan Air, Program Penghematan Kertas dan 1 program penghijauan yaitu Program Satu Pegawai Satu Pohon.
KPPN Pangkalpinang melakukan penghematan listrik dengan penggunaan lampu hemat energi, terutama pada ruangan dengan tingkat penggunaan lampu tinggi. Mematikan pendingin ruangan (AC/kipas angin) apabila tidak diperlukan; Komputer, printer dan alat elektronik lainnya dimatikan saat pulang kantor dan hari libur. Program Penghematan air dengan penggunaan air secukupnya dan tidak berlebihan; Mematikan kran sebelum meninggalkan kamar mandi; Penunjukan petugas yang bertanggungjawab mengawasi kondisi kamar mandi dan toilet secara rutin. Program penghematan kertas dilakukan dengan digitalisasi dokumen dan optimalisasi penggunaan email dalam pengiriman dokumen; Melakukan optimalisasi peralatan media sosial seperti Whatsapp Group untuk mengurangi pencetakan undangan, pengumuman dan bentuk komunikasi internal pegawai lainnya; Penggunaan e-office/paperless dalam rangka penghematan kertas;.Program satu pegawai satu pohon dilakukan di halaman rumah masing-masing, terutama bagi pejabat untuk menanam pohon di halaman rumah dinas.

Penanganan sampah plastik dan kertas di KPPN Pangkalpinang juga dilakukan dengan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Reduce dilakukan dengan tidak lagi membeli minuman kemasan untuk kegiatan rapat, Focus Group Discussion maupun sosialisasi baik yang melibatkan pihak internal maupun eksternal. Hal ini sesuai dengan arahan Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Supendi, yang memerintahkan kepada jajarannya untuk mengurangi limbah plastik dengan tidak mengkonsumsi minuman kemasan. Tidak berhenti di situ, dalam rangka menyebarkan virus positif ini, Kakanwil juga menyampaikan hal tersebut kepada pihak eksternal di setiap kegiatan sosialisasi. Reuse, dilakukan dengan menggunakan kembali kertas bekas yang baru terisi bagian belakangnya saja. Hal ini tentu akan meminimalisir sampah kertas dan dapat menghemat biaya kertas di kantor. Recycle, KPPN Pangkalpinang telah menugaskan salah satu PPNPN untuk bertanggung jawab mengumpulkan sampah kertas dan plastik yang selanjutnya akan diberikan kepada pemulung. Selain menambah income bagi pemulung, sampah tersebut akan dijual untuk di daur ulang kembali.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sangat mendukung program Perbendaharaan Go Green. Small things matter. Beliau menekankan untuk peduli hal-hal kecil, seperti mengurangi titik lampu di satu ruangan, maka akan banyak listrik yang bisa dihemat kalau seluruh kantor melakukannya. Dengan penghematan yang kita lakukan, artinya kita menabung untuk anak cucu kita, termasuk bisa mengurangi polusi. Untuk itu, demi Kelangsungan dan kelestarian alam, marilah dengan penuh kesadaran kita mulai dari hal-hal kecil, kita mulai dari diri sendiri dan kita mulai dari sekarang. Perbendaharaan Go Green, langkah nyata demi masa depan yang lebih baik.(***).

Related posts