Opini

Peranan Orang Tua dalam Meningkatkan Nilai Keterampilan Anak

Penulis : Rosmedi Dame Manik, S. Th
Guru SMA Negeri 1 Sungailiat, Bangka, Babel

Pada masa pandemi covid-19, hampir seluruh satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran secara online. Materi pelajaran dibahas melalui berbagai aplikasi media pembelajaran online. Mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti juga termasuk dalam pembelajaran online tersebut. Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang dilakukan melalui aplikasi pembelajaran online harus dapat juga dilakukan sebagaimana pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun yang menjadi kendala bagi guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti adalah jika peserta didik dituntut untuk mempraktikkan atau mendemonstrasikan pelajaran yang sudah dibahas di kelas online. Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tidak dapat secara bersama-sama dengan peserta didik berinteraksi secara langsung. Demikian juga sesama peserta didik, hanya dapat mempraktikkan atau mendemonstrasikan secara mandiri atau perorangan.

Memang terkadang dalam mempraktikkan atau mendemonstrasikan suatu indikator atau Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran, terutama Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dapat dilakukan secara mandiri. Yang menjadi kendala adalah saat pelajaran tersebut harus membutuhkan beberapa orang, misalnya untuk bermain peran. Hal ini tentunya tidak dapat dilakoni peserta didik secara pribadi. Maka peserta didik membutuhkan bantuan orang tua atau bahkan seluruh anggota keluarganya. Bantuan orang tua tentunya sangat bermanfaat bagi peningkatan keterampilan peserta didik, karena peserta didik dapat melihat langsung bagaimana orang tua atau seluruh anggota keluarga memerankan pelajaran yang sesuai dengan indikator, kompetensi dasar dan  kompetensi inti yang sudah dibahas di kelas online. Tentu hal ini, menjadi tujuan pendidikan yang baik bagi peserta didik untuk meningkatkan nilai afektif, kognitif dan psikomotorik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti peserta didik tersebut.

Tujuan pendidikan yang baik adalah merevolusi keterampilan peserta didik, dan hal ini tidak terlepas dari strategi pendidikan, yaitu bagaimana menerapkan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti menjadi cermin kehidupan peserta didik sehari-hari. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti menanamkan nilai-nilai menjadi kebiasaan (habituation) tentang hal yang baik, sehingga peserta didik tidak hanya paham (kognitif) tentang mana yang baik dan salah, tetapi mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan mau melakukannya (psikomotorik). Hal ini adalah tugas semua satuan pendidikan dan guru mata pelajaran, terutama para pendidik mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. Nilai-nilai baik yang ditanamkan menjadi kebiasaan tersebut, harus dievaluasi oleh pendidik agar dapat diketahui sejauh mana peserta didik paham tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan nilai yang baik, mau melakukannya dan menjadi cermin kehidupan sehari-hari terhadap keluarga dan masyarakat.

Pages: 1 2 3 4

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top