by

Peranan Orang Tua dalam Membina Kecerdasan Spiritual Anak

-Opini-220 views

Oleh: Wahyudi, S. Kom
Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan kejiwaan yang diaktualisasikan sebagai keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Kecerdasan spiritual itu sangat penting dalam kehidupan apalagi dalam dunia pendidikan anak. Seiring dengan perkembangan zaman dimana teknologi seakan menjadi populer membawa peradaban manusia dimanapun mereka berada, yang telah banyak merubah manusia, sehingga mereka mengenyampingkan agama bahkan lupa pada hakikatnya untuk apa mereka diciptakan. Di kalangan anak-anak pembelajaran agama sudah di nomor sekiankan. Perilaku anak spontan berubah dipengaruhi perilaku terkontaminasinya dampak negatif dari lingkungan dan teknologi sekarang. Seharusnya teknologi itu digunakan untuk menunjang pembelajaran, namun sebaliknya teknologi bisa menghambat ketika penggunaannya menjadi kurang tepat.

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa. Agama dapat membantu manusia menyembuhkan dan membangun dirinya secara utuh. Kecerdasan spiritual ini, berada dibagian diri yang paling dalam berhubungan langsung dengan kearifan dan kesadaran, yang dengannya manusia tidak hanya mengakui nilai-nilai yang ada, tetapi manusia secara kreatif menemukan nilai-nilai yang baru. Setiap manusia pada prinsipnya membutuhkan kekuatan spiritual, karena kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembangkan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan pencerahan dalam mengarungi hidup, menjalin hubungan dan penuh rasa percaya dalam iman yang kuat dengan Sang Pencipta, berhubungan baik dengan sesama manusia, dan juga menjaga hubungan baik dengan alam sekitarnya.
Dalam keilmuannya, kecerdasan yang dimiliki seorang anak berupa kecerdasan spiritual (SQ) anak. SQ merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia. Pada saat ini, kita telah mengenal adanya tiga kecerdasan. Ketiga kecerdasan itu adalah kecerdasan otak (IQ), kecerdasan hati (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan-kecerdasan tersebut memiliki fungsi masing-masing yang kita butuhkan dalam kelangsungan hidup seorang anak. Dalam rangka mencapai pendidikan, orang tua lah harus yang mengupayakan pembinaan seluruh potensi anak secara serasi dan seimbang. Dengan terbinanya seluruh potensi anak secara sempurna diharapkan pertumbuhan atau perkembang anak dapat tumbuh sempurna. Untuk dapat mencapai kecerdasan tersebut, anak harus dibina seluruh potensi yang dimiliki yaitu potensi spiritual, kecerdasan, perasaan dan kepekaan. Potensi-potensi itu sesungguhnya merupakan kekayaan dalam diri anak yang sangat berharga untuk masa depannya kelak.

Sebagai orang tua dari anak-anak mereka, tentunya memiliki kewajiban yang penuh terhadap keberlangsungan hidup bagi anak-anaknya, karena orang tua wajib mendidik dan mengurus anak oleh orang tuanya hingga sampai dewasa. Orang tua memiliki tanggung jawab dalam membentuk serta membina anak-anaknya baik dari segi psikologis maupun membentuk mental kecerdasan spiritual. Kedua orang tua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mendidik anaknya agar dapat menjadi generasi-generasi yang sesuai dengan tujuan hidup manusia.

Tugas-tugas serta peran yang harus dilakukan orang tua tidaklah mudah, salah satu tugas dan peran orang tua yang tidak dapat ditinggalkan adalah mendidik anak-anaknya serta mengajarinya akhlak yang baik. Sebab orang tua memberi penghidupan yang layak bagi anak, maka mereka mempunyai kewajiban yang teramat penting untuk mendidik anak-anak mereka. Jadi, tugas sebagai orang tua tidak hanya sekadar menjadi perantara makhluk baru dengan kelahiran, tetapi juga memelihara dan mendidiknya, agar dapat melaksanakan pendidikan terhadap anak-anaknya, maka diperlukan adanya beberapa pengetahuan tentang pendidikan terutama dalam mendidik dan mengarahkan anak kaerah pengetahuan spiritual.
Pada hakekatnya keluarga merupakan pusat pendidikan yang paling utama daripada pendidikan anak, karena dalam keluarga pertama kali anak memperoleh madrasah pertama dari orang tua, serta dalam lingkungan keluarga itulah seorang anak menghabiskan waktunya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan seorang anak seringkali dianggap sesuatu hal sepele, mitos ini merupakan argumen yang salah, karena perilaku anak merupakan dasar untuk menjadikan manusia berahlak mulia. Oleh karena itu, sangat perlu diajarkan sejak anak usia masih kecil bagi anak tersebut. Dengan kata lain, lingkungan keluarga yang kondusif sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan kecerdasan anak dalam hal apapun, baik kecerdasan intelektual, spiritual, maupun emosional.

Dilihat dari perspektif kultur sosial, masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk anak. Hal ini nampak dengan berkembangnya tempat pendidikan anak, formal, informal, dan non formal di seluruh Indonesia, dan itu semua sudah merambah ke wilayah-wilayah pedesaan, ada yang berbentuk tempat penitipan anak, kelompok bermain, atau taman bermain, taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia sejenis. Pentingnya pendidikan anak, menuntut pendekatan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang memusatkan perhatian pada anak. Namun, salah satu permasalahan yang muncul adalah tidak setiap orang tua atau pendidik memahami cara yang tepat dalam mendidik anak. Untuk itu, mulailah orang tua menyadari bahwa betapa pentingnya pendidikan pertama pada anak, terutama dalam hal mengisi pendidikan spiritual demi terciptanya ahlak yang baik bagi anak.(***).

Comment

BERITA TERBARU