by

Peran Serta Sekolah Kejuruan Berbasis Pertanian dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0

-Opini-160 views

Oleh: Fatriyani, S.P
Guru SMK Negeri 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat

Fatriyani, S.P

Teknologi dalam perkembangannya telah memberikan bukti memajukan peradaban manusia termasuk didalamnya perkembangan peradaban di Indonesia yang juga tidak lepas dari peranan teknologi. Kebangkitan pilar teknologi bangsa ini, adalah ketika anak-anak bangsa dibawah prakarsa Bapak BJ. Habibie berhasil merancang dan merakit sebuah pesawat yang dilabeli seri N-250 dan diberi nama Gatot Kaca yang pada tanggal 10 Agustus 1995 dilakukan penerbangan perdana pesawat Gatot Kaca N-250 di Bandung. Catatan sejarah ini diabadikan sebagai Hari Teknologi Nasional yang diperingati setiap tahunnya sebagai upaya pemerintah membermaknai keberhasilan anak bangsa dalam mengembangkan teknologi di tanah air.

Menilik sejarah revolusi industri yang menjadi sub tema pada peringatan hari teknologi nasional tahun ini, revolusi industri yang pertama dimulai ketika tenaga hewan dan manusia digantikan oleh mesin yang dapat mengefisienkan dan mengefektifkan proses produksi, revolusi industri kedua ditandai dengan produksi massal, dan revolusi ketiga ditandai dengan otomatisasi berbasis komputer mesin-mesin industri. Revolusi industri sekarang telah memasuki generasi ke-4 yang ditandai dengan adanya teknologi konektivitas virtual yang menghubungkan manusia, mesin, transaksi, dan data/informasi menjadi kesatuan yang terintegrasi.

Pada hari ini, Peringatan Hari Teknologi Nasional memasuki usia yang ke-23 Tahun. Tema peringatan Harteknas tahun ini adalah “Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi” dengan mengerucutkan pada sub tema “Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0”. Pangan dan energi adalah kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan, pangan dibutuhkan untuk bertahan hidup dan energi dibutuhkan untuk menunjang aktivitas kehidupan. Dalam momentum peringatan ini, pemerintah mengajak peran serta anak bangsa agar tidak hanya mampu menguasai teknologi tetapi juga mampu berinovasi dengan teknologi itu sendiri sehingga tanah air tercinta ini dapat mencapai kedaulatan pangan dan berdikari di sektor energi.

Kemandirian sektor pangan dan energi saat ini, merupakan hal yang urgen dilaksanakan, mengingat jumlah penduduk yang terus meningkat tiap tahunnya berimplikasi pada peningkatan kebutuhan pangan dan energi. Sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2000 memaparkan bahwa Populasi Penduduk di Indonesia sebanyak 206,3 juta jiwa meningkat sebanyak 31,3 juta jiwa ditahun 2010. Akumulasi rentang tangan Penduduk Indonesia sekarang ini hampir mencapai jarak bumi ke bulan.

Inovasi di sektor pangan guna menghasilkan kemandirian pangan dapat dirintis melalui sekolah kejuruan berbasis pertanian. Sekolah harus mampu melakukan inovasi di bidang pertanian seperti menggalakan mekanisasi pertanian. Teknologi tepat guna ini harus dapat dirakit, dibeli atau dimodifikasi sesuai dengan kondisi dilapangan dan digunakan secara tepat, komprehensif, progresif, selektif guna meningkatkan produktivitas pertanian. Selain melakukan inovasi proses produksi pangan untuk memastikan peningkatan keberhasilan suplai bahan pangan, tak kalah penting juga harus memastikan sistem produksinya. Inovasi sistem produksi dalam proses pengolahan bahan pangan itu sendiri menjadi pangan siap jual atau siap konsumsi kemudian inovasi juga dapat dilakukan dalam pengolahan limbah sisa produksi dan inovasi untuk memperpendek rantai distribusi pangan.

Begitu pula dengan inovasi di sektor energi, inovasi di sektor energi guna menghasilkan kemandirian energi dirintis pemerintah dengan membuka sekolah kejuruan Bidang Keahlian Teknologi Rekayasa Kompetensi Keahlian Teknik Energi Terbarukan. Saat ini Indonesia memiliki 410 SMK Negeri Kompetensi Keahlian Teknik Energi Terbarukan. Lahirnya sekolah kejuruan ini merupakan bentuk inovasi sektor energi yang dilakukan pemerintah agar Energi Baru Terbarukan (EBT) dapat mengganti energi fosil yang selama ini digunakan atau setidaknya dapat menjadi pilihan energi dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah selanjutnya adalah sekolah harus dapat melakukan inovasi berlandas teknologi untuk mengelola dan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang banyak dimiliki bangsa ini seperti : biofiel, biomassa, panas bumi, air, angin, matahari, gelombang laut, pasang surut.

Melalui semangat Hari Teknologi Nasional ke-23 ini, marilah sekolah kejuruan berbasis pertanian dan energi menjadi pelopor inovasi untuk kemandirian pangan dan energi di Era Revolusi Industri 4.0. (***).

Comment

BERITA TERBARU