by

Peran Pers dalam Mengawal Pemilu Demokratis

-Opini-418 views

Oleh: Muhammad Tamimi
Wartawan Rakyat Pos/Ketua Kahmi Bateng

Muhammad Tamimi

Dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) Pileg dan Pilpres 2019, bukan sekedar mengandalkan lembaga penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), namun ikut dilibatkan dari peran pers untuk mengawal jalannya proses Pilkada dan Pemilu tersebut.

Setiap tahapan Pilkada dan Pemilu tanpa peran pers akan sia-sia, makanya pers dianggap penting sebagai media penyebar informasi secara akurat dan berimbang kepada massa. Peran pers sangat besar dalam mengkampanyekan setiap tahapan Pemilu selain mengandalkan metode sosialisasi tatap muka, spanduk, baliho, pamplet, media sosial (facebook, instagram, WhatAps, Twitter, line, skype, email).

Harapan dari peran pers sendiri supaya kegiatan tahapan Pilkada dan Pemilu tepat sasaran, sehingga masyarakat paham dan mengerti maksud dan tujuan yang disampaikan penyelenggara pemilu.

Selain itu, pers juga berperan menunjukkan sikap dengan mengawal dan memberitakan Pilkada dan Pemilu, seperti dari segi regulasi, kelembagaan penyelenggara, pengawas dan pemantau Pilkada dan Pemilu, juga lembaga survei, hingga pemilih. Selanjut, visi, misi, program kerja paslon juga menarik, tapi harus tetap menjaga independen, jangan menjadi corong kandidat tertentu.

Kemudian pers pula mengawal proses pelaksanaan tahapan kampanye, verifikasi data pemilih, penggunaan hak suara dan penghitungan kertas suara hingga pelantikan. Penyelenggara Pilkada dan Pemilu pun tidak luput dari pengawasan pers supaya dituntut bersikap profesional dalam bertugas. Jika ada yang tidak sesuai atau diluar jalur, maka KPU dan Bawaslu perlu “dicubit” dan ditegur supaya tugasnya tidak menyimpang, karena siapa lagi yang bertugas mengawalnya kalau bukan peran pers dan masyarakat.

Peran pers bukan saja sebagai penyebar informasi dan memberikan pendidikan dalam Pilkada dan Pemilu. Justru terkadang pers dijadikan inspirasi oleh pemangku kekuasaan dalam mengambil langkah yang strategis dan siginifikan. Makanya, pers harus dijaga dan ditingkatkan demi kepentingan nasional. Salah satu prioritas penting Bawaslu misalnya, sesuai dengan UU No.15 Tahun 2011 tentang penyelenggara Pemilu adalah mengutamakan strategi pencegahan untuk meminimalisasi pelanggaran daripada melakukan penindakan pelanggaran itu sendiri.

Pencegahan hanya dapat dilakukan melalui peran pers di dalamnya. Dengan semakin efektifnya informasi yang disebarluaskan pers, diyakini kuat akan menumbuhkan rasa peduli dan sadar dari masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pemilu. Sedangkan dampaknya akan semakin baik tingkat partisipasi pemilih setiap Pilkada dan Pemilu.

Dipenghujung tulisan ini, KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu harus bertugas sesuai petunjuk yang diperintahkan UU, Bawaslu, PKPU, Kepmen dan PP yang berlaku.

Selain itu, lembaga penyelenggara Pemilu harus menjaga sikap netralitas dan integritas. Bahkan setiap bertindak selalu mengedepankan sikap profesional, berimbang dan berlandaskan aturan-aturan secara tegas tanpa tebang pilih. Penulis tegaskan sekali lagi bahwa pers bukan merupakan corong salah satu partai politik, tetapi pers siap memberikan ruang yang sama bagi setiap pasangan calon atau kandidat dalam Pilkada dan Pemilu. Pers berperan dalam mengawal Pemilu yang Demokratis. Semoga, kekompakan semua elemen dalam mengawal Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 nanti bisa menghasilkan pemilu yang demokratis dan bermartabat di negeri Serumpun Sebalai tercinta. (****).

Comment

BERITA TERBARU