Peran Penting Pemimpin dan Masyarakat di Tengah Covid-19

  • Whatsapp
Adi Tri Saputra
Humas Pemuda Pancasila Pangkalpinang/Pranata Humas Prov. Kep. Babel

Dunia berduka, semenjak mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Covid 19 bermula diketemukan pertama kali melanda Wuhan Negara China pada bulan Desember 2019. Seiring waktu, virus tersebut terus berkembang mewabah ke berbagai penjuru dunia. Hingga saat ini, perkembangan wabah Covid-19 terus menerus menjadi topik hangat bahkan menjadi momok yang menakutkan bagi penduduk di seluruh penjuru dunia. WHO menyebutkan Covid-19 telah menelan sekitar 79. 385 jiwa di seluruh dunia.

Di Indonesia, Covid-19 telah merenggut sedikitnya 280 jiwa yang tersebar di 33 Provinsi di Indonesia. Kini, Indonesia dihadapi dengan berbagai krisis multidimensi yang berakibat semakin menurunnya tingkat perekonomian, krisis secara psikologis di tingkat masyarakat terus menerus menjadi dilema yang hingga kini tak lagi terbendung.

Tentunya, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun tak tinggal diam dalam menanggapi bencana mewabahnya penyakit Covid-19. Pimpinan daerah terus bergerak cepat dengan dibentuknya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Tak hanya itu, sebelumnya, berbagai kebijakan telah ditetapkan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, seperti melakukan aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara serentak merupakan bentuk komitmen Pemprov Bangka Belitung guna mengantisipasi dan melindungi masyarakat dari wabah Virus Covid -19 (Virus Corona) disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, yang dilaksanakan secara serentak di 47 kecamatan yang ada di tujuh Kabupaten/Kota se-Bangka Belitung.

Pemimpin yang baik merupakan dambaan masyarakatnya. Apalagi disaat terjadinya berbagai bencana yang melanda, masyarakat tentunya membutuhkan perlindungan, perhatian dan dorongan secara moral yang dapat menjadi kekuataan bagi publik dalam menghadapi suatu bencana yang terjadi.

Baca Lainnya

Melalui media dalam jaringan/internet (daring), pemimpin publik dengan begitu mudah menyampaikan informasi serta berinteraksi dengan publik/masyarakat, sebab keterbukaan komunikasi infomasi dari pimpinan terhadap bawahan maupun kepada publik menjadi magnet tersendiri dalam menghadapi dan mengatasi penyebaran bencana mewabahnya Covid-19. Selain itu, peran penting pemerintah untuk selalu terbuka dalam memberikan informasi secara jujur kepada masyarakat terkait informasi Covid-19, dimana Pemerintah bertanggungjawab dalam memberikan keyakinan bahwa apapun kebijakan yang diambil merupakan yang terbaik  bagi masyarakat. Sehingga informasi dalam penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan lancar dan baik tanpa ada kepanikan di tengah publik.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu Provinsi Kepulauan yang ada di Indonesia. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari enam Kabupaten yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur dan satu Kota Madya yakni Kota Pangkalpinang, dan terdiri dari 47 kecamatan, 82 kelurahan, 309 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman bersama unsur terkait terus melakukan pencegahan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di berbagai wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seperti di bandara dan semua titik Pelabuhan serta di berbagai pusat keramaian. Selain itu, Pemprov Bangka Belitung telah mengeluarkan berbagai imbauan agar masyarakat menerapkan social distancing yaitu pembatasan interaksi sosial atau jaga jarak, pola hidup bersih dan sehat, serta selalu menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kebijakan work form home atau belajar dan bekerja dari rumah.

Namun, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, masyarakat kini dengan sangat begitu mudah dalam menjalankan roda komunikasi informasi melalui media dalam jaringan seperti media sosial, sarana komunikasi informasi yang mudah dan cepat, bahkan banyak digunakan masyarakat terutama para generasi muda atau yang lebih dikenal saat ini dengan sebutan generasi milenial. Bahkan, pemimpin publik pun kini tak luput dalam penggunaan media sosial.

Sarana komunikasi informasi berperan penting dalam menyampaikan berbagai informasi, baik informasi kebijakan, imbauan, program kerja maupun informasi suatu peristiwa ataupun kejadian, dan pemberitaan, sehingga setiap informasi yang disampaikan diharapkan tepat sasaran. Dengan adanya interaksi melalui media daring antara pemimpin dengan masyarakat, sehingga terjadinya interaksi komunikasi informasi dua arah yang terjadi antara pimpinan dengan publik. Salah satu media daring yang kerap digunakan publik dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi tentang Covid-19 yakni melalui media sosial seperti, Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, dengan begitu informasi berbasis daring lebih cepat tersampaikan.

Namun, melihat perkembangan informasi yang begitu cepat tersebar di berbagai media sosial, terkadang dapat menimbulkan kepanikan di tengah publik. Sebab, sekecil apapun informasi yang didapatkan dan disampaikan akan disikapi dengan berbagai sudut pandang yang berbeda, baik secara positif, bahkan tak sedikit informasi tersebut disikapi dengan pandangan negatif. Bahkan di media sosial sering terjadinya informasi bohong (hoax) yang terus menerus menjadi konsumsi publik, sehingga setiap informasi yang disampaikan terkadang akan selalu dijadikan senjata bagi para penyebar hoax untuk mengumbar kebencian, fitnah, yang dapat mengakibatkan terjadinya krisis komunikasi di tengah penanganan membasmi wabah Covid-19.

Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), Hoaks mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber. Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, tetapi “dijual” sebagai kebenaran. Dimana saat ini, pemberlakuan kebijakan sosial distancing dan philysical distancing masih menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Kpulauan Bangka belitung dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Demi terwujudnya kebutuhan hidup masyarakat Bangka Belitung karena keterbatasan aktivitas di luar rumah disaat mewabahnya pandemi Covid-19, salah satu kebijakan yang diambil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yakni menetapkan kebijakan untuk memberikan bantuan kebutuhan bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi suatu yang patut diapresiasi dengan sangat baik.

Selain itu, kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak akibat Covid-19, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mempersiapkan rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19, antara lain RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung, RSUD Soekarno Bangka Belitung, RSUD Sejiran Setason Bangka Barat, RSUD Eko Maulana Ali Kabupaten Bangka, RSUD Kabupaten Bangka Selatan. Tak hanya itu, Asrama BKPSDM Bangka Belitung dan LPMP Bangka Belitung pun kini dijadikan sebagai tempat penampungan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Tetaplah berfikir positif, dengan adanya Virus Corona. Mari bersama kita cegah dan putuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di muka bumi ini, terutama di Bangka Belitung. Mari mulailah terapkan pola hidup bersih dan sehat, terapkan sosial distancing maupun physical distancing serta selalu menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan keindahan bersama sehingga tanpa ada yang dikorbankan.

Disinilah peran pentingnya pemimpin, dan seluruh lini baik pemerintah, media massa, masyarakat, tenaga kesehatan dan seluruh stakeholder di tengah mewabahnya Covid-19. Wabah Covid-19 saat ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Mari bersama hadapi masalah ini dengan tenang, bersikap optimis, dan mulailah berprilaku pola hidup bersih dan sehat, tetap waspada, bersatu padu dan saling menjaga diri, saling bergotong royong dalam meredam penyebaran Covid-19, khususnya di Bangka Belitung.

Semoga pejuang kesehatan (tim medis), Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 selalu diberikan kesehatan dan kekuataan. Muda-mudahan Covid-19 cepat berlalu di muka bumi ini. Dan semoga kita semua selalu diberi keberkahan dan dibawah lindungan sang pencipta, Allah SWT. Aamiin.(***).

Related posts