Peran Orang Tua dalam Menyikapi Penggunaan Gadget

  • Whatsapp

Oleh: Agus Irawan,S.Pd
Guru Penjaskes SMAN 1 Pemali, Kabupaten Bangka

Di era globalisasi saat ini, bisa kita lihat anak-anak yang telah banyak melupakan buku demi mementingkan dunia gadget. Bagi mereka gadget ini lebih menarik daripada buku, karena anggapan mereka gadget adalah suatu teknologi yang sangat maju dalam berkomunikasi atau mencari sebuah informasi. Gadget memiliki pengaruh besar dalam pola perkembangan anak mulai dari segi pengetahuan hingga cara berpikir. Dari segi pengetahuan, anak lebih leluasa mencari informasi melalui cara browsing internet, menonton video dari youtube, berhitung, bahkan bisa memperluas jaringan pertemanan. Dari segi berpikir anak menjadi lebih pintar dan maju dalam mengolah ilmu dan pengetahuan, dalam hal ini anak bisa mengakses berbagai informasi dimanapun dan kapan pun, sehingga wawasan dan pengetahuan semakin berkembang. Pengaruh gadget memang sangat besar bagi perkembangan anak kalau memang diarahkan ke arah yang benar, tetapi jika dibiarkan pengaruh negatif juga akan bisa merusak pola perkembangan anak.

Contoh pengaruh negatif menggunakan gadget menurut Penulis Pertama, jika anak terlalu lama menggunakan gadget, maka anak itu akan selalu ketergantungan untuk memainkan gadget, sehingga otomatis anak itu akan lupa dengan apa yang seharusnya dikerjakan. Dampaknya anak menjadi pemalas dan sering lupa waktu. Kedua, membuat anak menjadi kurang untuk berkomunikasi atau berinteraksi. Mengapa demikian? karena anak tersebut cenderung fokus dengan apa yang sedang dimainkannya, dan kebanyakan mengabaikan orang lain atau individualis. Ketiga, membuat indra penglihatan anak menjadi rusak, seperti mata merah, mata lelah, penglihatan menjadi buram, dan menyebabkan iritasi pada mata. Keempat, mempengaruhi kestabilan emosi. Apabila anak terlalu banyak bermain gadget dan menonton konten-konten kekerasan dapat menyebabkan ketidakstabilan emosi, apalagi dalam fase perkembangan pola pikir anak. Dampaknya anak secara tidak sengaja akan sering mengeluarkan kata-kata kasar, mengucapkan kata-kata dengan nada yang keras tanpa dikontrol, yang parahnya lagi apabila anak sudah tahu menonton konten film porno, maka dampaknya akan lebih besar lagi dalam merusak perkembangan anak.

Dari persoalan di atas yang ditakutkan sekarang adalah anak akan lebih memiliki kecenderungan untuk meniru hal – hal yang mereka tangkap melalui indra mereka, entah itu dengan cara melihat, mendengar, maupun merasakan. Secara garis besar memang kemajuan teknologi perlu kita ketahui apalagi di era milenial ini, jika kita sedikit lengah, kita bisa tertinggal dengan kemajuan zaman sekarang. Akan tetapi, kita juga harus pandai menyikapi kemajuan teknologi, jika kita salah dalam menyalahgunakan teknologi apalagi terhadap perkembangan anak, maka akan berdampak negatif bagi perkembangan anak didik kita.

Hal ini juga dibenarkan oleh Seto Mulyadi, pemerhati anak yang dikutip dari Oke News (2019) bahwa gadget seperti telefon genggam, laptop, komputer tablet, smartphone, dan sejenisnya hanyalah sebuah alat. Maka dari itu, peran orang tua juga sangat besar terhadap perkembangan anak dalam menghadapi kemajuan tehnologi sekarang, jangan sampai anak terjerumus ke hal-hal negatif. Hal yang dapat dilakukan oleh orang tua bersama anak ialah melakukan berbagai kegiatan positif yaitu anak bisa diajak untuk belajar agama atau mengaji dalam perangkat elektronik atau gadget tersebut. Lebih lanjut perlu dilakukan pemberian batasan waktu dalam penggunaan gadget, serta memberikan waktu luang untuk anak, sehingga anak lebih dekat dengan orang tua atau keluarga dibandingkan dengan gadget.

Tak kalah penting hal yang harus dibiasakan oleh orang tua kepada anak ialah memberikan bacaan buku dan memberikan wawasan bahwa buku merupakan gudang dan jembatan ilmu untuk menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan yang nyata. Memberikan bacaan buku juga bisa melatih anak dalam menambah kosa kata, dapat meningkatkan keterampilan anak dalam berkomunikasi dan yang paling penting memperbanyak dalam segi bahasa mereka.

Dengan demikian jika kita sebagai orang tua bisa mengarahkan anak ke hal-hal yang positif tersebut, maka perkembangan anak akan berdampak positif bagi perkembangan otaknya. Tetapi sebaliknya, jika kita sebagai orang tua terlalu membebaskan anak dalam penggunaan teknologi, terutama gadget tanpa ada batasannya, kemungkinan hal-hal negatif akan merubah pola perilaku perkembangan otak anak. Maka dari itu, kita sebagai orang tua harus pandai-pandai mendidik anak dalam memberikan wawasan dan pengetahuan tentang akan pentingnya perkembangan, terutama dibidang tehnologi gadget.(***).

Related posts