by

Penyerapan Dana Desa di Babel Gagal

-NEWS-530 views

Tak Ada Kabupaten Bersilpa 2,5 Persen
Gubernur Sesalkan Realisasi di Belitung 81 Persen

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyayangkan penggunaan dan penyerapan dana desa di Kabupaten Belitung hanya terealisasi 81 persen. Sementara kabupaten lain di Provinsi Babel bisa menyerap dana itu diatas 90 persen.
Dalam FGD Percepatan Penyaluran Dana Desa di Ruang Rapat Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Selasa (20/3/2018), Erzaldi memaparkan serapan dana desa oleh 309 desa di enam kabupaten di Provinsi Babel.
“Kabupaten Bangka total dana desa Rp51,949 miliar rupiah terealisasi Rp48,161 miliar atau 93 persen, sedangkan Belitung total dana desa Rp36, 381 miliar terealisasi Rp29,396 miliar atau 81 persen,” katanya.
Kabupaten Bangka Barat yang memiliki total dana desa sebesar Rp49,106 miliar, malah terealisasi Rp46,027 miliar atau 94 persen. Demikian juga Kabupaten Bangka Tengah dari total dana desa Rp46,833 miliar dapat terealisasi dan terserap sebesar Rp44,099 miliar atau 94,2 persen.
Untuk Kabupaten Bangka Selatan, dari total dana desa Rp42,336 miliar, terealisasi Rp39,078 miliar atau 92 persen, dan Kabupaten Belitung Timur dengan total dana desa Rp43,134 miliar dapat terserap Rp31,134 miliar atau 91persen.
Gubernur menginginkan agar pemerintah desa bisa seoptimal mungkin memanfaatkan kucuran dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah pusat. Paling tidak, jika tak bisa terserap optimal maka dana desa harus menyisakan 2,5 persen saja.
“Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun 2018 jangan lebih dari 2,5 persen, kalau lebih dianggap gagal. Perumpamaan saja, kalau Silpa yang paling kecil saja Bangka Tengah 5,8 persen sekitar Rp2,7 miliar. Dana ini secara teknis sangat memberikan daya ungkit luar biasa bagi ekonomi desa,” tandasnya.
Erzaldi tak menginginkan Silpa banyak tersimpan sementara pembangunan tidak optimal. Ia mengingatkan kepada para bupati dan kepala desa agar realisasi dan penyerapan dana desa 2017 bisa menjadi contoh atau pelajaran untuk meningkatkan lagi penyerapan.
“Tambah volume kegiatan sehingga dana tersebut habis terpakai,” imbaunya.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Babel saat ini akan gencar melakukan pendataan dan meminta laporan penggunaan dana desa. Tujuannya agar dapat memantau penyerapan dana desa, dan melakukan pendampingan.
“Kami minta laporan DPMD Provinsi dilihat laporannya per dua minggu. DPMD Kabupaten juga harus menyampaikan laporan perkembangan dana desanya ke provinsi agar setiap bulan kita tau sampai dimana realisasinya,” pinta Erzaldi.
Orang nomor satu di Babel ini mengkhawatirkan, apabila dana desa tidak terserap maka akan berpengaruh pada pencairan tahap berikutnya, sehingga yang dirugikan adalah masyarakat.
“Kalau mau membangun desa pakailah dana desa ini. Kepala desa harus menyesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah, sehingga pembangunan berjalan selaras dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” sarannya.
Misalkan, kata dia, pelatihan pengembangan pariwisata daerah dapat bekerjasama dengan balai latihan kerja, dan pelatihan lainnya yang dibutuhkan desa. Program padat karya juga harus digalakkan agar masyarakat merasa dilibatkan dalam pembangunan dan meningkatkan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Yuliswan mengatakan dana desa tahap pertama yang dikucurkan pemerintah pusat ke Provinsi Babel sebesar Rp52 miliar.
“Masih ada dua kabupaten yaitu Bangka Barat dan Belitung yang masih belum mentransfer dana desa ke rekening desa, pasalnya masih ada kendala dalam administrasi dan penyusunan APBDesnya,” terang Yuliswan.
Ia menyebutkan, pemerintah kabupaten harus segera mengucurkan dana desa itu ke pemerintah desa, sehingga desa bisa belanja dan memanfaatkan dana tersebut untuk pembangunan.
“Memang di RAB yang mereka rencanakan itu yang belum masuk item gaji harus 30 persen. Tapi kan daerah lain bisa, kenapa dua kabupaten ini belum? Ini yang akan terus kita bina. Makanya kita ingin agar semua bisa memanfaatkan dana ini seoptimal mungkin,” demikian Yuliswan. (nov/1)

Comment

BERITA TERBARU