Penyelundupan Sparepart Motor Terbongkar

  • Whatsapp
SPAREPART ILEGAL – Sebanyak 82 item sparepart motor diduga ilegal, dihadirkan jajaran Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel dalam konferensi pers, Kamis (21/3/2019) sore. Sparepart motor asal Malaysia dan Thailand ini masuk ke Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu secara ilegal atau tanpa cukai dan SNI. Pelaku mengaku menjual sparepart ini lewat medsos. (Foto: Bambang Irawan)

Dikirim dari Malaysia dan Thailand Tujuan Bangka
Barang Dijual Pelaku Secara Online

PANGKALPINANG – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disinyalir menjadi surga beredarnya barang-barang ilegal yang diimport dari berbagai negara. Termasuk barang berupa sparepart kendaraan yang diduga masuk ke Pulau Bangka secara ilegal atau tanpa cukai.
Hal ini terbukti dengan terbongkarnya penyelundupan sparepart motor asal Malaysia dan Thailand oleh Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Ditpolairud Polda Babel).
Selain berhasil menggagalkan sparepart motor itu beredar di Bangka, polisi juga menangkap IS (42) warga asal Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai terduga pelaku. Dia ditangkap saat tiba di Pelabuhan Tanjung Gudang, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka pada Senin (18/3/2019) lalu.
“Kita sudah mengamankan terduga pelaku tindak pidana perdagangan. Kita menduga sparepart kendaraan roda dua ini tidak dilengkapi dengan label bahasa Indonesia maupun tanpa SNI,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, AKBP Irwan Deffi Nasution saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Babel, Kamis (21/3/2019) sore.
Ia menuturkan, penyelundupan sparepart tersebut berhasil digagalkan setelah polisi menerima laporan adanya pengiriman barang ilegal dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara yang melewati tol laut Pulau Batam, Tanjung Pinang menuju Pelabuhan Tanjung Gudang, Bangka.
“Dia diamankan saat mengambil barang di kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Gudang. Pelaku diduga membeli barang dari luar negeri, yaitu dari Thailand dan Malaysia tetapi untuk sementara ini, kita masih melakukan pengembangan,” tuturnya.
Dari penangkapan ini, barang bukti beromset ratusan jutaan rupiah yang diamankan berupa 3 lembar invoice faktur belanja dari Toko Line Hing Motor Co beralamat di Jalan Pahang Kuala Lumpur Malaysia. Selain itu 49 kotak berisikan 82 item sparepart mulai dari shock, knalpot, velek racing hingga rangka untuk motor sport Yamaha.
“Ada 82 item sparepart yang kita amankan. Tersangka berdasarkan pengakuannya sudah memasukkan beberapa kali barang-barang ini ke Bangka, cuma mungkin sudah berhenti lama 2018 dan tahun ini (2019) baru bermain lagi karena banyaknya permintaan,” beber Kasubdit.
Irwan menyebut dari introgasi awal bahwa pelaku mengaku memasarkan sparepart sepeda motor tersebut secara online. Selain itu, pelaku mempunyai toko dalam menjual barang-barang diduga ilegal itu.
“Barang-barang ini dia beli dari luar negeri kemudian masuk melalui Kepri, Batam. Dari Batam, barang ini dibawa menuju ke Bangka Belitung melalui kapal Sabuk Nusantara yang bersandar di daerah Belinyu dan kita sudah lama mencium hal ini,” jelasnya.
Dengan terbongkarnya dugaan penyelundupan ini, Irwan menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati lagi dalam memesan barang yang menggunakan media internet seperti media sosial Facebook, WhatsApp, Instagram, Twiter dan lainnya.
Sebab, pihaknya mensinyalir ada juga pelaku lain dengan modus yang sama memasukkan barang-barang ilegal tanpa SNI yang dilarang dan merugikan negara.
“Kami akan mengembangkan lagi perkara ini, apakah ada pelaku-pelaku lain atau barang-barang lain. Jadi, bukan hanya sebatas sparepart saja, tetapi barang-barang yang lain juga,” katanya.
Terhadap dugaan kejahatan ini, Irwan menegaskan, pelaku IS untuk sementara dipersangkakan dengan jeratan Pasal 104, Pasal 106 dan Pasal 113 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
“Ancaman hukumannya penjara lima tahun dan denda sebesar Rp10 miliar,” pungkasnya. (bis/1)

Related posts