by

Penyelundupan Ratusan Balok Timah Gagal

BALOK TIMAH ILEGAL – Ratusan balok timah illegal yang dikeluarkan dari bak truk BN 8375 XA, dihitung Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda. Sebanyak 171 batang balok timah dan 75 karung tin slag yang hendak diselundupkan ke Tegal, digagalkan polisi di Pelabuhan Pangkalbalam. Baru sopir truk yang ditangkap, sedangkan pemilik barang dan penadahnya masih dalam penyelidikan. (Foto: Bambang Irawan)

Tim Hiu Macan Polair Cegat Truk Pengangkut
Sopir & 75 Karung Tin Slag Ikut Diamankan

PANGKALPINANG – Pengiriman balok timah ilegal ternyata masih terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Terbukti,
Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 171 batang balok timah dan 75 karung tin slag, yang diduga illegal. Penggagalan pengiriman timah tanpa dilengkapi dokumen perizinan ini, dilakukan polisi di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kamis malam (7/6/2018) sekitar pukul 20.30 WIB.
Dari data kepolisian, penangkapan balok timah dan tin slag ini bermula ketika anggota Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Babel mencegat serta melakukan pemeriksaan terhadap muatan truk dengan nomor polisi (Nopol) BN 8375 XA di Pelabuhan Pangkalbalam. Saat truk digeledah ternyata berisi ratusan batang balok timah dan puluhan karung tin slag atau sisa pembakaran timah.
Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im didampingi Kasubdit Gakkum Ditpolair AKBP Irwan Nasution mengutarakan, timah balok dan tin slag sebanyak itu berhasil diamankan pada saat anggota tengah melakukan pemeriksaan. Rupanya, sopir truk mengakui pengangkutan barang tersebut tanpa dilengkapi dokumen.
“Pengangkutan timah balok dan tin slag tanpa dilengkapi dokumen ini berhasil kita gagalkan setelah anggota memeriksa mobil truk. Sedangkan untuk berat keseluruhan masih dalam proses penghitungan,” ungkap Mun’im dalam press rilis di Ditpolair Polda Babel, Jumat siang (8/6/2018).
Selain mengamankan barang bukti berupa balok timah dan tin slag tersebut, polisi juga menangkap sopir truk pengangkut barang itu. Sedangkan pemilik barang, dan penadahnya masih dalam penyelidikan polisi.
“Kami juga menangkap CA selaku sopir truk yang membawa balok timah dan tin slag tanpa disertai dokumen perijinan. Sopir truk ini pada saat kami tangkap sedang menunggu di Pelabuhan Pangkalbalam untuk melakukan antrian penyeberangan ke Jakarta melalui kapal roro,” sebutnya.
Ratusan balok timah dan tin slag tersebut, berdasarkan keterangan sopir truk menurut AKBP Irwan rencananya akan dibawa ke Tegal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
“Saat ini, sopirnya sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna pengembangan,” katanya.
Dia menegaskan, sopir pengangkut balok timah dan tin slag untuk sementara ini dipersangkakan penyidik Ditpokair telah melanggar Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
“Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengelolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK akan dipidana dengan hukuman kurungan penjara paling selama 10 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar,” pungkas Irwan. (bis/1)

Comment

BERITA TERBARU