Penyebar Identitas Pasien Bisa Dipidana

  • Whatsapp
foto:ilustrasi

TOBOALI – Kapolres Bangka Selatan, AKBP Ferdinan mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi data identitas Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta pasien yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 oleh pihak yang berwenang.

Selain itu, masyarakat juga dilarang untuk menyebarkan data identitas keluarga yang berstatus OTG, ODP, PDP dan PDP yang berstatus positif Covid-19.

Read More

“Apabila ada oknum yang melakukan penyebaran data identitas yang dimaksud, maka ada sanksi hukum yang akan menjeratnya,” kata Ferdinand, Kamis (2/4/2020). Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Albert Daniel Tampubolon, bagi orang yang menyebarkan data identitas pasien corona itu akan dikenakan ketentuan pidana.

“Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pasal 54 Ayat (1) : “Setiap orang ang dengan sengaja dan tanpa hak mengakses dan/atau memperoleh dan/atau memberikan informasi yang dikecualikan“. Dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan dpidana denda paling banyak Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah.),” sebutnya.

Selanjutnya ada Pasal 322 KUHPidana ayat (1) “Barangsiapa dengan sengaja membuka sesuatu rahasia, yang menurut jabatannya atau pekerjaannya, baik yang sekarang, maupun yang dahulu, ia diwajibkan menyimpannya, dihukum penjara selama-lamanya 9 (sembilan) bulan dan denda sebanyak-banyaknya Rp9.000,- (sembilan ribu rupiah).” Dan Ayat (2), “Jika Kejahatan dilakukan terhadap seorang yang ditentukan maka perbuatan itu hanya ditutut atas pengauan orang itu,” jelasnya.

Terpisah, TIm Gugus Tugas Pemkab Bangka Selatan mendata status Covid-19 terbaru pada Kamis 2 April 2020 pukul 17. 00 Wib, sudah berada diangka 112 Orang Dalam Pantauan (ODP), 2 Pasien alam Pengawasan (PDP) dan 2 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari rincian 112 ODP itu, sebanyak 105 orang dalam proses pemantauan dan 7 selesai pemantauan. Untuk PDP ada 2 orang yakni 1 proses pengawasan dan 1 negatif, sedangkan yang positif Covid-19 ada 1 orang dalam perawatan dan 1 meninggal dunia.

Sekretaris Diskominfo Bangka Selatan, Yoko F Ratzumury mengatakan, banyaknya peningkatan jumlah status Covid-19 di Bangka Selatan didominasi dari Kecamatan Toboali, Air Gegas dan Tukak Sadai.

“Untuk di Toboali ada 41 ODP, 40 proses pemantauan dan 1 selesai pemantauan. Airgegas 26 ODP, 25 proses pemantauan dan 1 selesai pemantauan dan Tukak Sadai ada 17 ODP, 15 proses pemantauan dan 2 selesai pemantauan,” kata dia, Kamis (2/4/2020).

Dijelaskan Yoko, adanya peningkatan jumlah ODP di Bangka Selatan dikarenakan PDP meninggal positif Covid-19 waktu lalu, sehingga pihak pihak yang memiliki historis dengan PDP tersebut masuk ODP.

“Adanya peningkatan jumlah ODP di Bangka Selatan dikarenakan adanya PDP yang meninggal minggu kemarin, ada juga sebagian yang menjadi ODP karena sempat berinteraksi dengan pasien itu,” jelasnya.

Kendati demikian, sebut dia tidak semua yang berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 yang masuk ODP. ”Tidak semua, kecuali ada gejala-gejala klinis yang mengarah ke Covid-19,” sebutnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Bangka Selatan, Supriyadi mengatakan semakin bertambahnya ODP di Basel, dikarenakan juga banyaknya pendatang dari orang yang berasal dari daerah terinfeksi Covid-19.

“Banyaknya pendatang karena hasil skrining dari tim medis Puskesmas, artinya banyak pendatang yang tiba di Toboali, Airgegas dan Tukak Sadai,” kata Supriyadi.

Menurutnya, karena saat ini masa libur yang ditetapkan pemerintah diperpanjang, ada dari kalangan mahasiswa, buruh dari Jawa, dan lainnya. Untuk meminimalisir itu tim medis Gugus Tugas melakukan skrining terpadu.

“Setiap orang yang datang ke Toboali, Airgegas dan Tukak Sadai dari zona merah itu kita skrining oleh tim Gugus Tugas, jadi tidak semua orang yang masuk ODP itu ada kaitan dengan PDP yang meninggal waktu itu,” ujarnya.

Sehingga dengan begitu, untuk mencegah penyebaran Covid-19, tim medis Gugus Tugas sudah menginventarisir jika ada gejala klinis yang mengarah ke covid-19.

“Terdeteksi ketika mereka datang kita pantau untuk melapor, ditanya dari daerah mana jadi nanti tim surveilans Gugus Tugas segera bergerak dan meminta mereka untuk isolasi diri karena status ODP yang dipantau oleh tim gugus tugas,” pungkasnya. (raw/6)

JustForex

Related posts