Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sekolah

  • Whatsapp

Oleh: Dena Silvia, S.Pd.
Guru SMAN 1 Pemali, Kabupaten Bangka

Jika mendengar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) biasanya erat kaitannya dengan perusahaan-perusahaan, pabrik-pabrik dan tempat yang sedang dalam proses pembangunan infrastruktur yang notabenenyamenganggaphal itu merupakan tolak ukur mereka dalam melaksanakan pekerjaan. Pasti sudah biasa jika kita menyaksikan poster-poster tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang berlambangkan roda gigi berwarna hijau dengan semboyan “utamakan keselamatan dan kesehatan kerja” di perusahaan-perusahaan, pabrik-pabrik dan tempat yang sedang dalam proses pembangunan infrastruktur. Namun, bagaimana hal itu dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah milik pemerintah pada umumnya? Sangat disayangkan sekali hal itu tidak dianggap urgent bagimasyarakat sekolah terutama guru dan peserta didik. Pada hal keselamatan dan kesehatan kerja sudah selayaknya kita terapkan dimanapun dan kapanpun.

Kita ambil contoh di sekolah milik pemerintah seperti Sekolah Menengah Atas Negeri yang pendidikannya jarang berkaitan dengan alat-alat produksi, contohnya mesin-mesin seperti pada Sekolah Menengah Kejuruan, walaupuntidakberhubunganlangsungdenganmesin-mesin tersebut tidak menutup kemungkinan potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja itu teta pada. Kita ambil contoh kasus-kasus secara langsung yang dapat terjadi: Pertama, masih adanya ancaman bahaya tersengat listrik dari instalasi listrik; Kedua, bahaya kebakaran; Ketiga, bahaya kesehatan terkait ergonomi yaitu postur tubuh selamapelajaranberlangsungdikelas;Keempat,bahayakecelakaanberkendara;Kelima,kebersihankamarkecilterkaitkesehatankerjadankasus-kasuslainnya.

Padacontohkasus yang pertama,yaituadanyaancamanbahayatersengatlistrik di sekolahsepertiadanyakabellistrik yang terkelupas yang menyebabkan guru ataupunpesertadidiktersengataruslistrik.Selainitukonsletinglistrikdapatmenyebabkankebakaran disekolah.Makadariitusetiapsekolahselayaknyamemperkerjakanteknisilistrik yang telahmemilikilisensiKeselamatandanKesehatanKerja (K3) TeknisiListrik yang dikeluarkanolehKementerianTenagaKerjaataulembagalainnya. Hal selanjutnya yang dilakukaninstalasilistrikwajibdiperiksadandiujisecaraberkala agar segalaalat yang berkaitandenganinstalasilistrikituamandigunakan.
Untukkasuskeduayaitubahayakebakaranuntuksekolahapalagi yang memilikigedungbertingkatjarangkitatemukanadanyajalurevakuasi, instalasi alarm kebakaranotomastis, master point (titikkumpul), dansimulasikebakaran.

Apabilaterjadikebakarantidakmenutupkemungkinanmenimbulkankorbanjiwa, Karenatidakadanyapengetahuandariparamasyarakatsekolahdalammenghadapibahayakebakaranitu.Hendaknyauntukmengatasibahayakebakarantersebutkhususnyasekolah yang memilikigedungbertingkatmemiliki orang yang telahdilatihdanmemilikilisensiterkaitpenanggulangankebakaran, memilikialatpendeteksikebakaran, memasang APAR (AlatPemadamApiRingan) sebanyaksatubuahuntukjarak 15 meter danmembentuk unit penanggulanankebakaran di sekolah.

Untukkasusketigabahayakesehatanterkaitergonomiyaituposturtubuhselamapelajaranberlangsungdikelaskhususnyabagipesertadidik yang menghabiskansebagianbesarwaktunyamenerimamateripelajarandari guru dalamkeadaaandudukternyatamemilikiresikotersendiriwalupunkecilkemungkinannya.Bahayaergonomiiniterkaitdengancaraatausikapdudukpesertadidik di sekolah, olehkarenaituhendaknyakursidanmeja di sekolah yang digunakanpesertadidikdapatdiaturketinggiannyamenyesuaikanposturtubuhpesertadidikmasingmasing.
Kasusselanjutnyayaitupotensibahayaberkendara, hendaknyadibuatkan program berkalasetiaptahunterkaitcaraberkendara yang aman. Contohnyasaja di SMAN 1 Pemalitempatpenulismendidik, hampir 80% masyarakatsekolahmenggunakankendaraanbermotor, potensibahayapadawaktumenujudanpulangdarisekolahsangatlahtinggi. Program berkala yang dapatdilakukancontohnyaadanyapembekalan safety r idingbisabekerjasamadenganaparatPolisisetempat paling tidaksatu kali dalamsetahun agar masyarakatsekolahdapatberkendaradenganbaikdanbenarsesuaiperaturanlalulintas yang ada.

Kasuskelimauntukkebersihankamarkecilterkaitkesehatankerja, berdasarkanPeraturanMenteriPerburuhan No 7 Tahun 1964 tentangsyaratKesehatan, KebersihansertaPenerangandalamtempatkerjasalahsatupasalnyaberbunyikakus/ wcharusterpisahantaralaki-lakidanperempuan, danjumlahkakusUntuk 1 – 15 orang berjumlah 1 kakus/wcdanpenerangan di wctersebutharusmemilikikekuatan 100 lux (10 t candles). Jadiseharusnyakamarkecildisekolahdiberipenerangan yang cukupdanmemilikikapasitas yang menyesuaikandenganjumlahpesertadidik.

Dari hal-hal yang telahkitajabarkandi atas, sungguhpentingsekaliperananKeselamatandanKesehatanKerja (K3) dalamduniapendidikan.Kedepannyadiharapkanperhatianpemerintahumumnyadansekolah-sekolahmilikPemerintahpadakhususnyauntuk menerapkanKeselamatandanKesehatanKerja (K3) di sekolah.Semuainidilakukan agar KeselamatandanKesehatanKerja (K3) dapatterlaksanadenganbaik,sehinggakitamerasaamandimanapundankapanpunsesuaidengansemboyan “utamakankeselamatandankesehatankerja”. (***).

Related posts