Pentingnya Membentuk Kepribadian Anak

  • Whatsapp

Oleh : Al Muhajji Akbar
Pemuda Kampung Pelipur/Alumni Sosiologi FISIP UBB

Al Muhajji Akbar

Media sosialisasi sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Keluarga merupakan salah satu media yang berperan dalam proses sosialisasi tersebut. Keluarga adalah media awal dari suatu proses sosialisasi. Begitu seorang anak dilahirkan, maka ia sudah berhubungan dengan para keluarganya. Sosialisasi awal ini, dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti setiap apa yang diajarkan oleh orang-orang disekitarnya. Semua kegiatan tersebut, pada dasarnya merupakan bentuk sosialisasi yang secara tidak langsung telah membentuk kepribadian seorang anak dengan peran orang-orang disekitanya.
Dalam keluarga, ada baiknya orang tua selalu mencurahkan segala bentuk perhatian kepada anak dengan modus sebagai fungsi pengawasan terhadap si anak. Upaya yang dilakukan tersebut, guna mengontrol pikiran anak agar si anak memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang baik dan benar. Salah satu tindakan lainnya yang dapat dilakukan orang tua adalah melalui penanaman disiplin. Fungsi tersebut dapat membentuk kepribadian yang jauh lebih baik bagi seorang anak. Keluarga harus menjadi tempat sekaligus sarana bagi anak untuk mendapatkan semacam sosialisasi, yang mana fungsi dari sosialisasi tersebut adalah sebagai sarana bagi anak agar dapat dijadikan pedoman dalam menentukan tujuan hidupnya. Proses sosialisasi sangat dibutuhkan agar seorang anak dapat berpedoman dalam menentukan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dilakukan, apalagi ketika mulai memasuki tahap beradaptasi dengan masyarakat secara luas. Pentingnya proses sosialisasi dalam sebuah keluarga di sisi lain untuk menghasilkan kondisi keluarga yang harmonis. Sebab, semua proses pembelajaran yang baik dari setiap keluarga akan berpengaruh juga terhadap perilaku anak, sehingga secara signifikan lebih banyak memberikan masukan yang positif.
Keluarga, khususnya orang tua memiliki peran penting bagi perkembangan perilaku anaknya. Apapun perilaku yang tampak dari orang tua, pasti nantinya akan di contoh oleh anak mereka. Entah itu perilaku yang baik, ataupun perilaku yang buruk. Orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan bagi anak-anak mereka. Terkait dengan konteks pembahasan tersebut, maka secara tidak langsung juga bersinggungan mengenai masalah pola asuh orang tua. Jika pola asuh yang diberikan keluarga baik, maka sumber daya manusia yang dihasilkan akan berimbas baik pula. Sedangkan jika pola asuh yang diberikan oleh setiap keluarga dinilai kurang baik, maka akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia kurang baik pula, yaitu sumber daya manusia yang kerap terlibat kedalam penyimpangan-penyimpangan sosial.
Peran orang tua sangatlah penting untuk tumbuh berkembangnya sumber daya manusia khususnya bagi seorang anak. Hampir sebagian besar cara berpikir anak sekarang banyak dipengaruhi oleh peran keluarga terutama para orang tua, sisa atau sebagiannya banyak dipengaruhi dari pendidikan di sekolah maupun dari teman sepergaulan atau lingkungan sekitarnya. Seorang anak akan membawa kemanapun juga pengaruh dari beberapa agen sosialisasi tersebut. Meskipun anak sudah mulai berpikir lebih jauh lagi, pengaruh itu tidak akan dapat hilang begitu saja, sekalipun pada waktu besarnya seorang anak telah meninggalkan lingkungan itu dan hidup di lingkungan yang lain.
Anak-anak sebelum dapat bertanggung jawab sendiri, masih sangat menggantungkan diri, masih meminta bekal, cara bertindak terhadap sesuatu, cara berpikir, dan lain sebagainya dari orang tua. Kebanyakan mereka meniru apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Faktor keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukan pola perilaku anak. Kurangnya peran dari keluarga seperti, dukungan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas anak, penerapan disiplin yang efektif, kasih sayang orang tua, dapat menjadi pemicu munculnya pola perilaku anak yang buruk salah satunya adalah kenakalan remaja. Masalah-masalah yang sering muncul mewarnai kehidupan remaja tersebut antara lain seperti, penggunaan narkoba, seks bebas, miras, mencuri, dan tindakan kriminal lainnya.
Orang tua memiliki peran dalam mengawasi, menerapkan disiplin, selalu memberikan perhatian, dan memberikan contoh yang baik kepada para anak-anaknya. Peran tersebut sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh dari lingkungan luar atau sekitarnya untuk menciptakan perilaku yang menyimpang, khususnya yang dapat merugikan orang lain. Orang tua yang baik seharusnya adalah orang tua yang selalu memberikan pola asuh yang terbaik pula kepada anak-anak mereka. Jika pola asuh yang diberikan keluarga baik, maka sumber daya manusia yang dihasilkan akan berimbas baik pula. Sedangkan jika pola asuh yang diberikan oleh setiap keluarga dinilai kurang baik, maka akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang kurang baik pula, yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang kerap terlibat kedalam penyimpangan-penyimpangan sosial atau yang mencerminkan perilaku menyimpang (kenakalan remaja).
Orang tua yang baik seharusnya orang tua yang dapat meluangkan waktu di sela-sela kesibukan mereka. Meskipun dalam kondisi sesibuk apapun, orang tua selalu diharapkan untuk dapat memantau perkembangan dan keadaan anak, baik itu melalui alat komunikasi seperti via telepon, atau bisa saja bertemu dengan bertatap muka langsung kepada anak. Ketika orang tua sedang meluangkan waktu kepada anaknya, orang tua harus mengkonsentrasikan pikiran dan perhatiannya terhadap anak.  Orang tua seharusnya mampu menjadi pendengar yang baik, orang tua hendaknya menjadi tempat bercerita bagi seorang anak. Pada dasarnya orang tua memang memiliki peranan yang sangat kuat untuk menjalankan fungsi-fungsi penting tersebut.
Sebagai orang tua yang baik, harusnya dapat bersikap tegas demi anaknya dengan menanamkan kedisiplinan terhadap sang anak. Jangan sesekali orang tua menggantikan waktu dan kasih sayang terhadap anak dengan materi. Sesibuk apapun orang tua, jangan pernah menggantikan waktu dan kasih sayang yang seharusnya tercurahkan kepada anak digantikan dengan uang. Selain itu, sesibuk apapun orang tua, mereka harus dapat mengawasi anaknya agar sang anak tidak terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif. Jangan pernah menggunakan hukuman kepada anak jika para orang tua sendiri pun belum bisa mengotrol diri sendiri. Jadikan hukuman sebagai alat untuk mendidik seorang anak ke arah yang lebih baik lagi bukan untuk melampiaskan sebuah kemarahan. Orang tua harus mampu memberikan teladan yang baik bagi seorang anak. Jadi, dengan demikian dapat disadari bahwa betapa pentingnya peranan keluarga sebagai peletak dasar pola pembentukan kepribadian seorang anak agar si anak tidak mudah terjebak kedalam perilaku menyimpang khususnya yang menyangkut tindakan kenakalan remaja. (****).

Related posts