Penting! Ibu Hamil Harus Diskrining

  • Whatsapp

Cegah Penularan Penyakit pada Anak

SUNGAILIAT- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka mengajak ibu hamil di daerah itu untuk melakukan pemeriksaan atau tes skrining untuk menghindari penyakit menular kepada anak. Melalui screening diyakini mampu menentukan langkah cepat dan tepat untuk penanganan sekaligus deteksi dini penularan penyakit kepada anak.

Hal ini dikatakan Kepala Dinkes Bangka yang diwakili Sekretaris dinas, Harmendo pada acara koordinasi dan evaluasi perkembangan penanganan penyakit menular pada ibu hamil di Gedung Dharma Wanita Sungailiat, Ju’mat (13/9/2019). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Bangka.

Menurut dia, masa kehamilan Ibu yang mengandung dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin sekitar 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan 7 hari. Dalam masa itu ibu hamil yang terkena penyakit menular seksual akan menularkan penyakitnya pada bayi dikandung.

“Prevalensi infeksi HIV, sifilis dan hepatitis B pada ibu hamil berturut turut 0,3 persen, 1,7 persen dan 2,5 persen. Resiko penularan dari ibu ke anak untuk HIV adalah 20 sampai 45 persen, untuk sifilis adalah 69 sampai 80 persen dan untuk hepatitis B adalah lebih dari 90 persen,” ujar Harmendo.

Melalui skrining, menurut dia, hal tersebut dapat dicegah. Jika sudah terdeteksi, dokter menentukan langkah pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular pada janin yang dikandungnya.

“Apabila ibu hamil setelah diperiksa terdapat positif mengidap tiga dari penyakit itu maka dokter akan cepat memberikan obat yang sudah ditentukan untuk mencegah penularan kepada bayi,” terang Harmendo.

Pemeriksaan tersebut, kata dia, diwajibkan minimal satu kali selama masa kehamilan dengan datang ke puskesmas terdekat.

“Infeksi HIV, sifilis dan hepatitis B memiliki pola penularan, pertukaran atau kontaminasi darah dan secara vertikal dari ibu ke anak, makanya ibu hamil wajib cek minimal sekali saja ke puskesmas terdekat,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bangka, Anggi Murni mengungkapkan sasaran utama pada program screening IMS (Infeksi Menular Seksual) yaitu pada ibu hamil.

“Jadi sangat penting melakukan pemeriksaan sejak dini supaya jika memang positif menderita penyakit IMS tersebut dapat diambil langkah dalam penanganan penderita tersebut. Misalnya konsumsi obat obatan tertentu sehingga dapat meringankan penderitaan anak yang akan dilahirkan nantinya tidak menderita penyakit menular seperti contohnya HIV akan menular jika ibunya sudah mengidap itu,” jelasnya.

Menurut Anggi, penyakit sifilis dapat disembuhkan sehingga tidak akan berdampak pada anaknya. Sedangkan untuk penyakit HIV dan hepatitis B belum ditemukan penyembuhnya, tetapi penanganannya dapat mengkonsumsi obat-obatan khusus untuk mencegah virus berkembang.

“Selain penanganan bagi ibu hamil, pemahaman akan kesehatan reproduksi juga diberikan kepada para calon pengantin. Melalui program kursus calon pengantin (suscatin) diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi para calon pengantin terhadap penyakit-penyakit menular seksual,”ujarnya. (mla/10)

Related posts