Penjualan Lahan Desa Bantan Kisruh

  • Whatsapp

Warga Pertanyakan Luas dan Harga Jual
Ada Belasan SKT “Siluman”

Membalong – Penjualan lahan puluhan hektar yang diterbitkan SKT atas nama warga di Dusun Ilir dan Cangkok Desa Bantuan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung kepada investor menimbulkan perselisihan dan pro kontra ditengah-tengah masyarakat. Pasalnya, dari luas lahan yang diterbitkan SKT hingga nilai jual kian marak dipertanyakan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Rakyat Pos, ada wacana pihak investor akan membangun resort bertemakan hutan dan sungai di atas lahan tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran Rakyat Pos, sebagian lahan terletak di Rt 19/05 Cangkok Dusun Aik Malik Desa Bantan seluas 14 hektar dengan penerbitan 7 SKT.

Diketahui tercatat ada 29 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di Rt tersebut masing-masing menerima bagian Rp5 juta dari penjualan lahan 14 ha kepada investor.

Seorang warga yang minta namanya tidak ditulis mengatakan penjualan lahan di desanya memang menimbulkan pro kontra masyarakat.

“Meskipun kerja menambang kami tidak setuju lahan desa dijual, karena kemana lagi kami akan mengais rejeki,” sebutnya mempertanyakan kabar harga jual lahan perhektar Rp15 juta.

Terpisah, Camat Membalong, Salman Alfarizi mengaku tidak tahu luas tanah yang dijual ke investor di Dusun Ilir dan Cangkok Desa Bantan, Kecamatan Membalong.

Namun Salman mendengar investor akan membangun resort bertemakan hutan dan Sungai. “Untuk jelasnya silakan tanya Kades Bantan,” kata Salman diruang kerjanya, Senin (17/06/2019).

Sementara itu, Kades Bantan, Muslin terkesan ragu menjawab pertanyaan wartawan terkait luas lahan yang diterbitkan SKT. “Antara 28 atau 30 hektar,” jawabnya.

Dikatakan Muslin, lahan yang dijual itu adalah eks tambang dan akan dibangun resort. “Akan dibangun resort, tapi untuk lebih jelas silakan wartawan menanyakan langsung kepada bupati,” sarannya.

Muslin menyebutkan belum menerbitkan rekomendasi untuk perizinan  dan berdalih penjualan lahan untuk mengamankan sungai berang yang sering dijarah penambang liar.

Hanya saja, pernyataan Kades Bantan, Muslin bertolak belakang dengan keterangan Kadus Ilir, Mat Asin. Saat dihubungi via handphone Mat Asin menerangkan ada 16 SKT baru yang sudah diterbitkan atas nama warga oleh Pemerintah Desa Bantan.

Asin membeberkan, bahwa tidak penjelasan ataupun keterangan pihak pemdes tentang nama-nama yang tertera di SKT itu.

“Perhektar dijual Rp15 juta. Uangnya, sudah dibagi kepada 132 KK, masing-masing KK terima Rp2 juta, sisanya untuk bantuan ke masjid dan klub bola,” tegas Mat Asin, Rabu (19/06/2019). (yan/6)

Related posts