Penguatan Karakter SDM Melalui Pendidikan

  • Whatsapp

Oleh: Wahyudi, S. Kom
Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 menyebutkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional, yaitu Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Kompetitip. Dalam visi tersebut, paling tidak terdapat dua hal yang perlu digaris bawahi, yaitu memberikan layanan prima dan membentuk manusia yang cerdas. Makna layanan prima dapat diartikan bahwa semua komponen pendidikan seharusnya saling kerja sama, bersinergi, dan harus mampu mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan kesetaraan. Tentang manusia yang cerdas dapat ditafsirkan bukan sekadar cerdas pengetahuan dan keterampilan, namun yang lebih penting adalah cerdas raga, cerdas hati, cerdas pikir, cerdas rasa, dan karsa, sehingga mereka memiliki nilai-nilai budiluhur yang bagus, yakni manusia yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berbudaya, kreatif, inovatif, serta berkarakter bangsa.

Karakter merupakan perpaduan antara moral, etika, dan akhlak. Moral lebih menitikberatkan pada kualitas perbuatan, tindakan, tingkah laku manusia baik atau buruk, benar atau salah. Etika memberikan penilaian tentang baik dan buruk, berdasarkan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat tertentu. Sedangkan akhlak lebih menekankan pada hakikat manusia tentang baik dan buruk berdasarkan norma yang diyakininya. Karenanya, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik atau buruk, mengetahui mana antara hak dan batil, dan menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Arti penting dari pendidikan karakter adalah mengoptimalkan muatan karakter yang baik dan positif (baik sifat, sikap, dan perilaku budi luhur, akhlak mulia) yang menjadi pegangan kuat dan modal dasar pengembangan individu nantinya. Sistem pendidikan Indonesia sekarang ini harus dapat memberikan andil dalam pembentukan karakter bangsa, akan lebih mudah jika pembelajaran karakter itu bisa merevitalisasi bidang pendidikan. Kekuatan, kelebihan dan keunggulan peserta didik yang cerdas terletak pada kekuatan logika, akidah, pemikiran teologis, dan semangat eksistensinya. Karena itu, peserta didik yang cerdas akan memiliki kerangka berpikir positif, beretika dan dinamis. Dengan demikian, pendidikan karakter dan attitude ini akan sangat bermanfaat dalam menghadapi kehidupan di era Globalisasi ini.

Lickona (1992) menjelaskan beberapa alasan perlunya Pendidikan karakter, di antaranya: (1) Banyaknya generasi muda saling melukai karena lemahnya kesadaran pada nilai-nilai moral, (2) Memberikan nilai-nilai moral pada generasi muda merupakan salah satu fungsi peradaban yang paling utama, (3) Peran sekolah sebagai pendidik karakter menjadi semakin penting ketika banyak anak-anak memperoleh sedikit pengajaran moral dari orangtua, masyarakat, atau lembaga keagamaan, (4) masih adanya nilai-nilai moral yang secara universal masih diterima seperti perhatian, kepercayaan, rasa hormat, dan tanggungjawab, (5) Demokrasi memiliki kebutuhan khusus untuk pendidikan moral karena demokrasi merupakan peraturan dari, untuk dan oleh masyarakat, (6) Tidak ada sesuatu sebagai pendidikan bebas nilai. Sekolah mengajarkan pendidikan bebas nilai. Sekolah mengajarkan nilai-nilai setiap hari melalui desain ataupun tanpa desain, (7) Komitmen pada pendidikan karakter penting manakala kita mau dan terus menjadi guru yang baik, dan (8) Pendidikan karakter yang efektif membuat sekolah lebih beradab, peduli pada masyarakat, dan mengacu pada performansi akademik yang meningkat.

Ditinjau dari perspektif tenaga pendidik, seorang pendidik harus memiliki karakter unik, kreatif dan inovatif dalam menjalankan profesi keguruannya. Pendidik yang berkarakter adalah pendidik yang mempunyai prinsip hidup dan kebebasan dalam berkreasi dan berinovasi. Pendidik bekarakter akan berusaha menciptakan budaya belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa. Kreativitas pendidik berkarakter terlihat dari bagaimana kemahirannya memilih dan menggunakan metode pem¬belajaran efektif dan efisien. Semua itu dibutuhkan dalam mengurangi kejenuhan dalam proses berlangsungnya pembelajaran, sehingga tumbuh kegairahan dan motivasi dalam belajar.

Dengan kata lain, Pendidik berkarakter memiliki daya tarik tersendiri yang dapat memikat mengambil hati peserta didiknya. Seorang pendidik yang berkarakter mampu memahami kemampuan setiap peserta didiknya dan memberikan memotivasi peserta didiknya untuk meningkatkan prestasi baik akademik maupun non akademik. Motivasi-motivasinya membuat peserta didiknya semangat dalam belajar. Alhasil pendidik mampu mencetak anak-anak Indonesia yang berkualitas dan berguna bagi keluarga dan bangsa.

Penulis dapat menyimpulkan bahwa pembentukan karakter SDM yang kuat sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan global yang lebih berat. Karakter SDM dibentuk melalui proses pendidikan formal maupun non formal. Dalam implementasinya, peran guru dalam pendidikan karakter menjadi sangat vital, sehingga peserta didik yang tercipta nantinya mempunyai SDM yang religius, inspiratif, cerdas, empati dan kemandirian sesuai dengan cita-cita dan tujuan pendidikan nasional serta budaya bangsa Indonesia.(***).

Related posts