Pengkhatam Qur’an Tertua Dihadiahi Gubernur Umroh Gratis

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman disaat menyampaikan pemberian hadiah berupa Umroh Gratis kepada Joni berusia 55 tahun yang menjadi peserta tertua dalam Khataman Massal Alquran di Desa Telak, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (1/9/2019).(foto: istimewa).

Usia 55 Tahun, Warga Desa Telak Parit Tiga

PARIT TIGA – Mimpi di siang bolong. Mungkin ini yang dialami oleh Joni (55) tahun, yang menjadi salah satu peserta sekaligus sebagai peserta tertua yang khatam Alqur’an di Usia ke 55 tahun.

Warga Desa Telak, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat ini, tidak menyangka, lantaran telah khatam qur’an di usia ke-55 tahun itu, oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, dihadiahi Umroh Gratis.

Umroh gratis bagi Joni itu disampaikan Gubernur Erzaldi dihadapan 131 peserta khatam qur’an lainnya, dan ratusan Warga, Kades, Tokoh Masyarakat, Ulama Desa Telak, Pejabat Pemkab Bangka Barat, unsur Forkopimda Bangka Barat, dan Ustadz Kasif Heer, saat memberikan sambutannya di acara Khataman Massal Alqur’an “Dengan Alqur’an Hidup Tentram, Jiwa Tenang, Negara Aman”, di Halaman TK/TPA, An-Nida Desa Telak, Minggu (1/9/2019).

Selain Joni (55), Gubernur Erzaldi juga memberikan bonus atau beasiswa kepada 3 peserta termuda dan berprestasi terbaik di Khataman Massal Aqur’an Desa Telak tersebut, berupa uang pembinaan senilai masing-masing 5 juta rupiah.

Gubernur tidak menyangka Joni, di usianya yang telah beranjak ke angka 55, memiliki keinginan kuat dan mampu mengkhatamkan Alqur’an sebanyak 30 juz.

Apa yang dilakukan Joni ini, menurut orang nomor satu di Negeri Serumpun Sebalai ini, patut dijadikan teladan. Ternyata, untuk bisa membaca bahkan mengkhatamkan qur’an itu tidak mengenal batas usia. Yang dibutuhkan adalah niatan dan keteguhan hati.

“Hadiah Umroh ini, sebagai wujud apresiasi dan kebanggaan saya terhadap Pak Joni, dimana di usianya yang sudah tidak muda lagi, Ia bisa memberikan contoh yang sangat baik dan terpuji bagi kita semua,” sanjung Gubernur.

Disamping itu, dikatakan Gubernur, masyarakat Desa Telak patut bersyukur, karena di Minggu 1 September 2019 bertepatan dengan 1 Muharam 1441 Hijriah, banyak anak Desa Telak yang khatam qur’an, bahkan jumlahnya ratusan orang.

“Satu hal yang saya ingatkan, yang sering terjadi di masyarakat kita, kalau anak sudah khatam qur’an, tidak di bimbing lagi, sudah tidak diteruskan lagi. Padahal yang paling penting, kalau anak-anak kita sudah khatam qur’an, impelementasikan dalam perbuatan sehari-hari,” ujar Gubernur.

Orang tua, kata Gubernur, kadang-kadang hanya bicaranya hanya menyuruh, memerintah saja. “Bapak/Ibu jangan hanya memerintah saja untuk melakukan hal-hal yang baik kepada anak-anak, tapi Bapak/Ibu harus memberikan contoh nyata,” kata Gubernur di Kegiatan yang juga dirangkai dengan Peringatan 1 Muharram 1441 “Kita Sambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah dengan Penuh Semangat dan Amal Soleh”, menghadirkan Ustadz Kasif Heer.

Gubernur menginginkan kedepan, siapa yang mau khatam qur’an, selama sebulan shalat subuh di Masjid. “Bagi yang tidak sebulan sembayang di Masjid tidak khatam qur’an,” saran Gubernur.

Sebab, menurut Gubernur, itu merupakah salah satu upaya untuk mencapai keberkahan. “Untuk mencapai keberkahan hidup, maka ramaikan masjid di kala subuh. Latih anak-anak kita sembahyang subuh. Bagaimana caranya, orang tua harus memberi contoh,” tegas Gubernur.

Setelah khatam qur’an ini, ditambahkan Gubernur, orang tua jangan santai dan beranggapan bahwa anak sudah beres Alqur’an, sudah khatam qur’an, tapi lanjutkan lagi bacaannya. Bila perlu bagaimana caranya anak-anak ini, jadi hafidz qur’an.

“Saya kemarin baru melihat data di Pemprov Babel, berapa beasiswa yang telah disalurkan Pemprov sejak saya jadi Gubernur, melalui program beasiswa hafidz qur’an, ada 5 juz, 10 juz, 15 juz hingga 30 juz. Ternyata, beasiswa hafidz qur’an ini yang hafidz 30 juz baru 29 orang, ini jumlahnya masih sedikit,” ungkap Erzaldi.

Di tempat terpisah, Joni (55) mengaku kaget dan seperti mimpi di siang bolong ketika mendengar hadiah Umroh Gratis yang diberikan Gubernur Erzaldi.

Ia tak menyangka rezeki berupa Umroh dari Pemimpin Tertinggi di Babel ini, datang disaat Ia sedang mengikuti Khataman Massal Alqur’an. “Terima Kasih Pak Gubernur atas hadiah yang sangat istimewa ini,” ucapnya.

Kawin Biaya Sendiri Diberi Bonus 200 Bibit Sawit

Selain memberikan hadiah Umroh kepada Joni berusia 55 tahun sekaligus peserta tertua yang khatam qur’an, dan kepada peserta termuda usia 9 tahun hingga peserta peringkat terbaik khatam qur’an sebanyak 3 orang berupa uang pembinaan masing-masing 5 juta rupiah, Gubernur Erzaldi juga memberikan bonus berupa bibit Kelapa Sawit Unggul Gratis kepada salah seorang warga yang berani mengakui bahwa Ia ketika menikahi istrinya menggunakan biaya hasil keringat sendiri dan tidak mengharapkan bantuan orang tuanya.

Apa yang dilakukan warga Telak ini, yang membiayai sendiri pernikahannya, kata Gubernur Erzaldi, juga patut di tiru. “Saya yakin orang seperti ini, adalah orang yang baik, setiap terhadap istri dan keluarga,” kata Gubernur Erzaldi sembari merangkul warga Telak tersebut.

Rasa bangga juga diungkapkan Gubernur tatkala mendengar langsung dari mulut Warga Telak tersebut, selain kerja Tambang Timah dan sedikit berkebun sawit, Ia juga sedang menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi di Sumsel.

Sebelumnya, Ketua Panitia Khataman Massal Alqur’an dan Peringatan 1 Muharram 1441 Hijriah, Desa Telak, Rusdi menjelaskan, Khataman Massal Alqur’an kali ke lima yang diadakan setiap 4 tahun sekali ini, diikuti sebanyak 132 peserta, mulai dari usia termuda 9 tahun hingga usia tertua 55 tahun.

Tujuan diselenggarakannya Khataman Massal Alqur’an ini, diungkapkan Rusdi, selain untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, meningkatkan minat baca Alqur’an, juga dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1441 Hijriah, dengan penceramah Ustadz Kasif Heer.

“Terima Kasih kepada Bapak Gubernur yang telah hadir di tengah-tengah masyarakat kami. Kehadiran Bapak Gubernur ini, kami harapkan menjadi motivasi bagi masyarakat agar lebih meningkatkan lagi membaca dan mengamalkan Alqur’an, termasuk dalam hal-hal keagamaan khususnya di Desa Telak,” ungkap Rusdi, mewakili masyarakat Desa Telak.(rell/3).

Related posts