Penghuni Lapas Overload

  • Whatsapp
Kakanwil Kumham Babel, Anas Syaeful Anwar

PANGKALPINANG – Penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) di provinsi Bangka Belitung (Babel) setiap tahun terus mengalami peningkatan. Peningkatan ini, disumbang dari kasus narkotika. Ini menandai, provinsi Babel memiliki pangsa narkoba yang besar, bahkan tak sedikit yang berhasil ditangkap jajaran kepolisian, dengan banyaknya barang bukti.

Kakanwil Kumham Babel, Anas Syaeful Anwar mengatakan, saat ini penghuni Lapas di Babel 2.400 orang warga binaan, dengan kapasitas lapas yang sebetulnya mampu menampung 1.300 orang.

“Over dua kali lipat, di Babel ini setengahnya karena kasus narkotika,” katanya, Selasa (21/1/2020).
Oleh karenanya, kata dia, harusnya ada lapas atau rumah tahanan (rutan) baru yang dibangun di Babel, agar tidak membludak di laaps narkotika, maupun lapas lainnya.

Ia berharap, wacana pembangunan lapas di Bangka Tengah (Bateng) bisa terwujud, dengan dukungan pemerintah daerah yang mendukung ketersediaan lahan untuk pembangunan awal.

Baca Lainnya

“Kalau ada kesempatan di Bateng bisa dibangun, ya luar biasa,” ulasnya.

Kondisi kelebihan penghuni ini, tak saja terjadi di Babel, namun secara nasional.

“Sepanjang 2019 kami berhadapan dengan sepanjang 420.000 orang, di awal tahun 2020 penghuni lapas 268.000 orang, di beberapa tempat memang ada over kapasitas,” kata Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham RI, Sri Puguh Budi Utami.

Untuk pembangunan Lapas baru, diakuinya, memang akan dilakukan, tetapi tidak di semua lokasi, mengingat keterbatasan anggaran.

“Lapas tidak semua mendapat kesempatan untuk mendapatkan alokasi pembangunan, yang sudah over crowded,dan lahan disiapkan Pemda lahan plus pengawal harapannya ketika Pemda siap berikan dukungan mengawali pembangunan kami akan perjuangkan,” tandasnya.

Disinggung apakah di Bateng, juga termasuk akan dibangun rutan baru, Utami tak menampik, jika memang semuanya sudah sesuai persyaratan, akan diperjuangkan untuk dibangun.

“Sedang kami lihat kemarin, harapannya ketika Pemda siap dukungan dan mengawali pembangunan, kami akan perjuangkan, supaya Bateng dibangun rutan, kami mendengar mereka untuk menjalankan proses peradilan begitu tinggi biayanya harus tempatkan di Sungailiat misalnya, bukan hanya mobilitas, pastinya pengamanan dan lain sebagainya,” pungkasnya. (nov/6)

Related posts