Pengerjaan Peningkatan Jalan Junction-Membalong, Memprihatinkan

  • Whatsapp
Perbaikan talud dalam paket peningkatan Jalan Junction-Membalong tahun 2020 yang sempat roboh. Patut diduga semula proyek dikerjakan asal jadi, sehingga talud jalan mudah roboh. (Foto: Istimewa)

Talud Baru Dibangun Sudah Roboh

Membalong – Pembangunan peningkatan Jalan Junction – Membalong tahun anggaran 2020 patut diduga dikerjakan asal jadi. Ini setelah adanya talud jalan salah satu paket pekerjaan yang baru selesai dikerjakan, ternyata sudah roboh.
Diketahui, paket pekerjaan jalan sepanjang 15 Km tersebut dibagi dalam tiga paket. Paket 1 sepanjang 5.50 km senilai Rp31.023.521.000.- dikerjakan oleh PT. Sinar Matahari Abadi (PT. SMA), paket 2 sepanjang 5,0 Km senilai Rp28.775.380.900 dikerjakan oleh PT. Billiton Hero Sukses Cemerlang, dan paket 3 sepanjang 4,50 Km senilai Rp26.461.258.000 dikerjakan oleh PT. Karya Mulya Nugraha.
Tiga paket pekerjaan itu menelan total dana sebesar Rp86.260.159.000.- yang bersumber dari APBD Provinsi Bangka Belitung tahun anggaran 2020.

Proyek yang masih dalam tahap pengerjaan pasangan talud pinggir jalan itu berliku-liku untuk menghindari tiang listrik. Disana sini terlihat pipa air dan kabel telekomunikasi yang terbongkar akibat galian. Bahkan beberapa waktu lalu, talud jalan di salah satu paket pekerjaan sempat ada yang roboh, dan air tampak tergenang akibat drainase yang kurang sempurna.
Pelebaran jalan inipun terhambat tiang tiang listrik yang berdiri tegak di pinggir jalan menuju Desa Membalong. Untuk menghindari tiang listrik saluran air harus dibuat berliku yang berpotensi menghambat aliran air.

Dari informasi yang beredar, proyek senilai Rp86.2 miliar ini dibiayai dari dana luar negeri. Dana ini akan cair pada tahun 2021.
Menurut seorang sumber, proyek jalan Membalong sepanjang 15 KM adalah Proyek Hibah Jalan Daerah (PHJD) yang akan dibayar dengan dana APBD. Dana APBD Provinsi itu nantinya akan diganti dari dana APBN.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bangka Belitung, Noviar tidak menyangkal telah terjadi kerusakan talud di salah satu titik ruas jalan menuju Membalong, hingga roboh. Namun ia mengaku sudah diperbaiki.

Baca Lainnya

“Sudah diperbaiki,” kata Noviar saat dikonfirmasi Selasa, (07/07/2020), melalui pesan singkat WA yang dikirim kepada Rakyat Pos.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi bisa karena pekerjaan dikerjakan dengan tidak baik, atau sebab lain.
“Misalnya, konstruksi belum cukup umur sudah terbebani atau pengaruh cuaca,” jelas Noviar yang mengirim foto perbaikan kepada wartawan media ini.

Tapi, kata Noviar, apapun sebabnya kalau rusak tetap harus diperbaiki oleh pihak kedua, apalagi masih dalam masa kontrak.
Untuk diketahui, PHJD atau hibah jalan ini mengimplementasikan mekanisme pendanaan berbasis kinerja dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan jalan daerah seperti Pemerintah, DPU-PR, Dinas Perhubungan, Kepolisian, Masyarakat, Pengguna jalan, FLLAJ, penyedia jasa, konsultan, kontraktor dan pihak lain. (yan/6)

Related posts