Pengaruh Radio Edukatif untuk Perkembangan Anak

  • Whatsapp

Oleh: Imam Ghozali S.Psi.,M.Si
KAHMI Institute Bangka Belitung dan Komisioner KPID BABEL

Seiring perkembangan zaman, kemajuan media massa di Indonesia ikut berkembang pesat. Bukan hanya di wilayah perkotaan saja, namun di daerah pun sudah banyak yang mendirikan media massa seperti media cetak dan media elektronik, baik yang didirikan oleh pemerintah maupun swasta. Kehadiran media massa ini, sangat memberikan kontribusi dalam berbagai ragam informasi untuk perkembangan masyarakat setempat.

Peran media khususnya radio dalam pembangunan karakter bangsa sebenarnya telah dibuktikan secara nyata oleh para pejuang kemerdekaan, salah satunya dengan mengobarkan semangat perjuangan, keberanian dan persatuan melalui radio. Karena radio merupakan media dinamis dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Radio sebagai salah satu media yang memiliki fungsi informasi, hiburan, maupun pendidikan yang mempunyai kelebihan tersendiri dibanding dengan media informasi lainnya baik cetak maupun elektronik pada zamannya. Fungsi seperti itulah yang dipandang mempunyai peran sangat besar terhadap kemajuan pendidikan di negara kita.

Kekuatan radio pada dasarnya terletak sebagai media yang mudah dan memungkinkan bisa didengar atau diterima siarannya secara utuh dimanapun dan kapanpun, apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti sekarang, bisa melalui handphone, mobil dan lain-lain. Kecepatan menyampaikan pesan atau informasi juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Kemudahan akses informasi ini, akan membantu untuk mewujudkan tujuan pendidikan di negara kita.

Radio masih menjaga eksistensinya agar masyarakat tetap memilihnya sebagai wadah untuk mencari informasi, tentunya dengan dukungan penyiar dan program acara yang menarik. Kehadiran penyiar dinilai sangat penting dalam memandu sebuah program siaran, untuk mencari perhatian para pendengarnya. Pemilihan penyiar pun sangat diperlukan, agar bisa menyesuaikan jenis program. Banyak radio Lebih melirik target sasaran pendengar yaitu para kawula muda dan orang tua, sedangkan untuk anak-anak masih jarang radio membuat sebuah program siaran.

Radio adalah alat untuk melayani tiga tujuan, yaitu memelihara, memperluas dan memperkaya kebudayaan (J. Schupen dalam Admadja: 2018). Hal ini amat penting karena mencerminkan radio juga berfungsi dalam dunia pendidikan. Menurut Tilaar (2009) pendidikan adalah proses pembudayaan. Fungsi radio sebagai media pendidikan bisa dikaitkan dengan pencapaian kurikulum kultural maupun kurikulum abadi. Radio bisa membantu secara nyata pencapaian kurikulum sekolah. Misalnya, radio menyediakan ruang acara anak – anak usia dini untuk melakukan aneka kegiatan seperti menyanyi, membaca puisi dan lain-lain. Hal ini amat penting bagi pendidikan humaniora. Kegiatan lain radio memberitakan tentang keberhasilan sekolah dalam kejuaraan bergengsi, misalnya kejuaraan olimpiade untuk mata pelajaran tertentu pada tingkat nasional atau internasional. Hal ini terkait dengan kurikulum sekolah, karena publik bisa mengetahui dan siswa maupun sekolah lain termotivasi menirunya guna meningkatkan prestasi dan prestise.

Abas ed (2015) memberikan contoh tentang peran radio dalam pencapaian kurikulum kultural, yakni berbentuk siaran sandiwara radio. Sandiwara radio sangat disukai karena memiliki kekuatan, yakni pada karakter suara yang dipentaskan aktornya, serta instrument musik yang memberikan warna yang semakin menarik dan mengena. Kepopuleran peran radio bisa karena menyiarkan dongeng. Misalnya, radio Garuda di bandung sangat terkenal karena mampu menyuguhkan siaran dongeng dengan apik.

Kecerdasan dan kreativitas anak dapat berkembang bila diberikan rangsangan untuk berkembang. Anak-anak yang siap bersaing adalah anak-anak yang memiliki kecerdasan rasional maupun kecerdasan emosional serta kreativitas yang tinggi. Anak yang berada pada usia 0-6 tahun merupakan anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan fisik maupun psikis yang meliputi perkembangan intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional yang dapat membentuk karakter anak tersebut.

Sejalan dengan pendapat di atas, menurut Seto Mulyadi (2019), stimulasi mental sangat diperlukan anak pada usia 4 tahun pertama kehidupannya. Salah satunya adalah melalui lagu yang positif, karena stimulasi ini penting untuk perkembangan kognitif anak yang sedang pesat-pesatnya. Salah satu upaya membentuk karakter positif anak adalah melalui lagu. Jadi, kita bombardir lingkungan pendengaran anak dengan lagu-lagu anak, selain lagu lama seperti Bintang Kecil, kita perlu juga merangsang tokoh muda atau pendidik menciptakan lagu anak yang kekinian tapi juga edukatif untuk anak.

Jean Piaget (1896-1980), pakar psikologi dari Swiss, mengatakan bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Dalam pandangan Piaget, terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasian dan penyesuaian (adaptasi). Kecenderungan organisasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk mengintegasi proses-proses sendiri menjadi sistem- sistem yang koheren. Adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaan sosial. Piaget yakin bahwa kita menyesuaikan diri dalam dua cara yaitu asimiliasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi ketika individu menggabungkan informasi baru ke dalam pengetahuan mereka yang sudah ada. Sedangkan akomodasi adalah terjadi ketika individu menyesuaikan diri dengan informasi baru, informasi ini dapat dilakukan melalui media pembelajaran.

Penggunaan media pembelajaran dapat memperjelas pesan yang ingin disampaikan kepada anak, dapat membantu anak untuk meningkatkan motivasinya dalam belajar, serta membuat pembelajaran lebih bervariasi dan diharapkan agar pembelajaran yang dilakukan anak lebih bermakna.

John Locke berpendapat bahwa pikiran seorang anak-anak merupakan hasil dari pengalaman dan proses belajar. Sehingga dengan adanya media audio seperti radio ini, bisa membantu keberlangsungan perkembangan anak-anak menuju lebih positif lagi. Anak-anak akan mendapatkan pengalaman setelah mendengarkan radio, sembari mereka belajar mendengar untuk memaknai pesan yang diberikan penyiar. Asalkan dengan proses penyampaian yang baik, mendidik, menghibur dan mengajak anak-anak untuk ikutserta dalam program acara anak-anak di radio, sehingga mendapat kemasan materi yang menarik, merangsang daya imajinasi anak, mereka terlihat lebih aktif dan juga dapat merangsang kreativitas anak.

Pada dasarnya, media radio sangat bermanfaat untuk anak yang cenderung mempunyai gaya belajar auditori. Adanya radio sebagai media edukasi yang memiliki cultural of power, memiliki kontribusi yang cukup besar dalam penyampaian informasi pendidikan yang dapat mempengaruhi dalam membentuk pola pikir dan pola perilaku anak dalam penanaman pendidikan karakter anak. Disamping itu, media radio juga memberikan kontribusi besar sebagai penyampai informasi bagi daerah-daerah desa/pelosok yang belum terjangkau dengan fasilitas-fasilitas elektronik yang modern.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki media elektorik jenis radio hampir bertebaran. Ada sebanyak 29 Radio yang sudah memiliki izin untuk mengudara di Provinsi Kepulauan Bangka belitung. Dari hasil monitoring yang Penulis lakukan, disayangkan masih banyak lembaga penyiaran radio yang belum memberikan panggung dan membuat program tentang anak-anak dalam membentuk kemampuan dasarnya.

Untuk itu, harapannya kepada lembaga penyiaran radio di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukan hanya melihat sisi komersilnya saja, tetapi peran media radio sebagai media pendidikan juga sangat diperlukan. Dalam Peraturan Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di dalam Pasal 14 tentang perlindungan kepada anak, Lembaga Penyiaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada anak dengan menyiarkan program siaran pada waktu yang tepat dan sesuai dengan penggolongan program siaran serta Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan kepentingan anak dalam setiap aspek produksi siaran.

Dari begitu banyak media yang ada saat ini, jadikan media penyiaran radio sebagai salah satu media edukatif untuk menjadi konsumsi tambahan dalam perkembangan anak-anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Media radio menjadi wadah untuk anak-anak belajar tumbuh dan berkembang. Jadikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi yang ramah anak, salah satunya dengan menggunakan pendekatan radio edukatif.(***).

Related posts