Pengaruh Pengangguran Terhadap Perekonomian dan Lingkungan Sosial

  • Whatsapp

Oleh: Novira Metrianti – Mahasiswa Fakultas Hukum UBB

Read More

Pengangguran bukan hal yang asing lagi untuk didengar di negara kita. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama yang selalu dihadapi setiap negara. Berbicara mengenai masalah pengangguran, berarti tidak hanya berbicara tentang masalah sosial, tetapi juga berbicara tentang masalah ekonomi, karena pengangguran selain menyebabkan masalah sosial juga memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara khususnya suatu negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.

Menurut Menakertrans, tuna karya atau istilah yang lebih familiar yakni pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan. Pengangguran adalah keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Pengangguran merupakan salah satu penyakit ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. Pengangguran mengakibatkan orang tidak memiliki pendapatan dan mendorong mereka jatuh kejurang kemiskinan. Hampir di semua negara masalah pengangguran menjadi topik permasalahan yang serius dan masih sulit diatasi, termasuk di negara maju tingkat pengangguran masih tergolong tinggi apalagi seperti di negara berkembang seperti Indonesia. Karena semakin bertambahnya jumlah penduduk, semakin bertambah pula tenaga kerja. Jika tenaga kerja tidak dapat terserap ke dalam lapangan pekerjaan maka mereka akan tergolong ke dalam orang yang menganggur.

Maraknya pengangguran diakibatkan dari beberapa faktor diantaranya, karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang mampu menyerapnya, penyediaan dan pemanfaat tenaga kerja antar daerah tidak seimbang, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat, pengembangan sektor ekonomi non-real, pendidikan yang rendah dan tidak memiliki keterampilan, rasa malas dan rasa ketergantungan yang tinggi kepada orang lain, memiliki pendidikan yang tinggi tetapi tidak memiliki peluang kerja dikarenakan tidak memiliki akses, sehingga berpotensi tidak tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meningkat, tidak pernah mengalami penurunan. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pekerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain, perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi dan keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor impor, dan lain sebagainya.

Pengangguran sangat berdampak pada kehidupan perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang menurun, dan bahkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang menurun adalah salah satu dampak pengangguran. Pengangguran terjadi karena jumlah orang yang mencari pekerjaan tidak sebanding dengan tawaran lapangan pekerjaan di lapangan. Tingginya tingkat pengangguran ini biasanya dapat menimbulkan bermacam-macam masalah  lainnya, seperti kemiskinan, banyaknya kriminalitas dan masalah sosial lainnya, bahkan hal ini bisa menyebabkan anak-anak yang harusnya penerus bangsa menjadi putus sekolah dan dampak lainnya bahkan ke psikologis anak, yang pasti akan sangat membahayakan negara bila Sumber Daya Manusianya (SDM) menjadi pengangguran struktural.

Dalam suatu negara, pengangguran berpengaruh besar karena menimbulkan masalah terhadap perekonomian negara dinamakan pengangguran struktural. Pengangguran struktural itu dihasilkan dari ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki oleh para pekerja dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan untuk mempekerjakan pekerja, sehingga menyebabkan para calon pekerja atau pekerja yang menganggur dalam waktu lama dan perlahan akan kehilangan keterampilan dalam bekerja. Apalagi era teknologi sekarang, yang membuat semakin banyak pengangguran. Hal ini bisa dilihat dari pergantian tenaga kerja manusia menjadi mesin dengan teknologi mutakhir yang dipilih perusahaan untuk menjalankan pabrik. Memang yang mengoperasikan itu adalah tenaga kerja manusia, tapi tidak sebanyak bila semua dikerjakan oleh manusia. Sehingga pekerja banyak yang tergantikan dan bila para pekerja tidak mendapatkan kerja kembali, maka pengangguran struktural pun terjadi.

Selain itu, pengangguran struktural juga terjadi karena perubahan barang dan jasa yang diminta, tapi tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja yang ada. Hal ini disebabkan,  karena keahlian, pekerjaan, industri, dan lokasi geografis dari para tenaga kerja yang ada tidak memenuhi kriteria sehingga mempengaruhi srtuktur ekonomi yang ada. Oleh sebab itu, pemerintah harus tanggap dan cepat untuk mengatasi pengangguran, karena masalah pengangguran struktural sangat mempengaruhi stabilitas perekonomian suatu wilayah atau negara. Apabila pengangguran ini dibiarkan berlarut-larut maka menyebabkan dampak lainnya bagi suatu negara, bahkan menyebabkan kemiskinan jangka panjang dan pemerataan ekonomi banyak kesenjangan sosial.

Berkenaan dengan masalah ini, pengangguran merupakan masalah penting yang harus segera diatasi karena sangat berpengaruh kepada perkembangan suatu negara. Paling tidak mengurangi angka pengangguran yang ada. Pemerintah harus berperan dalam mengatasi masalah pengangguran. Cara yang harus dilakukan untuk mengatasi pengangguran.  Pertama, meningkatkan daya kewirausahaan sejak dini dalam dunia sekolah. Mengapa demikian? hal tersebut tentunya disebabkan apabila setiap orang sudah memiliki sikap kewirausahaan maka tidak perlu bingung apabila lapangan pekerjaannya kurang. Dengan jiwa kewirausahaan yang dimilikinya tentunya akan membuat setiap orang mampu mendirikan usaha ataupun bisnis sendiri sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi setiap orang.

Kedua, menyelenggarakan bursa tenaga kerja atau job fair. Ketahuilah adanya bursa kerja memang salah satu penanganan pemerintah untuk merekrut lulusan terbaru dari berbagai lapangan pekerjaan yang tersedia. Bursa tenaga kerja ini merupakan tempat yang mempertemukan antara pemberi kerja dengan pencari kerja. Dengan melakukan cara ini, para pencari kerja tidak akan kesulitan lagi dalam mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan potensinya. Setiap pekerjaan akan diisi oleh Sumber Daya manusia (SDM) yang sesuai di bidangnya dan pencari kerja tinggal melakukan sistem seleksi untuk  menentukan pihak yang layak diterima untuk mengisi posisi yang ditawarkan.

Ketiga, melakukan pelatihan kerja. pelatihan kerja merupakan kegiatan yang dilakukan dengan cara melatih berbagai orang untuk melakukan berbagai aktivitas yang ditujukkan untuk mencapai berbagai kegiatan ekonomi. Contoh dari pelatihan kerja yaitu pelatihan kerja komputer yang dapat melatih sebagian besar orang untuk dapat mengaplikasikan komputer dengan baik. Dengan demikian maka akan membuat setiap orang mampu memiliki keterampilan sendiri yang dapat digunakan untuk bekerja. Selain itu, dalam pelatihan kerja juga biasanya melatih untuk menciptakan berbagai jenis kegiatan ataupun inovasi kewirausahaan yang dapat membuat usaha ataupun bisnis sendiri sehingga dapat menciptakan sebuah lapangan kerja.

Keempat, menegakkan keluarga berencana. Semakin banyak jumlah penduduknya maka akan membuat jumlah lapangan pekerjaan yang dibutuhkan juga semakin banyak. Oleh karena itu, untuk mengurangi pengangguran, maka hal yang dapat dilakukan yaitu menegakan keluarga berencana untuk meminimalkan jumlah penduduk yang semakin meningkat di Indonesia, karena hal tersebut memang menjadi salah satu pemicu kurangnya lapangan pekerjaan. Berbagai cara untuk meminimalkan pengangguran memang sudah dilakukan, tetapi apabila jumlah penduduknya semakin banyak maka hal tersebut akan tetap sulit diatasi.

Dari permasalahan yang dipaparkan di atas, setidaknya sebagai gambaran agar kita dan pemerintah terus bermitra untuk menjaga kesejahteraan ekonomi rakyat. Pemerintah harus segera tanggap dan cepat dalam memecahkan masalah pengangguran. Karena setiap warga negara berhak mempunyai pekerjaan dan memiliki kehidupan yang layak seperti yang telah tercantum dalam pasal 27 UUD 1945 yang berbunyi “ Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, maka pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja dan menlindungi hak-hak tenaga kerja”. (***)

JustForex

Related posts