Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Pengaruh Budaya Asing Terhadap Generasi Muda

Oleh: Nurulita Mirani Mahasiswi FISIP Universitas Bangka Belitung

Budaya adalah suatu cara hidup berkembang yang dimiliki oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik, pakaian, dan masih banyak lagi. Seiring masuknya budaya barat ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah jarang melestarikan adat dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Pada umumnya, masyarakat Indonesia sekarang sudah tidak menghiraukan lagi norma–norma yang di tetapkan. Terbukti dengan banyaknya penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh banyak orang seperti perbuatan mencuri, seks bebas, menistakan agama, korupsi, dan sebagainya. Kasus – kasus seperti ini, mencerminkan bobroknya mental bangsa. Sehingga generasi muda yang mendatang bisa diperkirakan akan lebih buruk dari yang sekarang. Budaya asing yang masuk ke Indonesia membawa dampak yang besar dalam kehidupan generasi muda saat ini. Pengaruh budaya asing disebabkan oleh kontak kebudayaan. Semakin intensif hubungan atau berinterakasi dalam masyarakat yang berbudaya, maka akan berpotensi mengubah budaya asli yang sudah ada. Dampak positif yang kita dapat dari budaya asing diantaranya: Pertama, perubahan tata nilai dan sikap. Kedua, pola pikir masyarakat yang berubah dan menuju masyararakat yang modern. Ketiga, berkembangnya ilmu pengetahuan dan juga teknologi terlihat dari media sosial yang sudah mulai sangat penting bagi masyarakat. Masyarakat lebih memilih melakukan kegiatan seperti belanja dan mencari transportasi umum melalui media social, karena lebih mudah dan instan tentunya. Keempat, tingkat kehidupan yang lebih baik. Kelima, sikap yang baik seperti disiplin, sigap, dan lain sebagainya. Keenam, dapat memperkaya keberagaman budaya Indonesia bila dimanfaatkan dengan baik, misalnya dengan mempromosikan budaya kesenian daerah, yaitu tarian daerah, lagu daerah, alat musik daerah, dan sebagainya. Namun, walaupun banyak dampak positif yang kita dapat tidak ketinggalan juga dampak negatif dari pengaruh budaya asing tersebut: Pertama, pola hidup konsumtif. Kedua, sikap individualistis yaitu sikap yang yakin pada diri sendiri dan sangat mandiri. Ketiga, gaya hidup yang kebarat baratan atau westernisasi. Gaya hidup kebarat baratan sudah tidak bisa dipungkiri lagi di Indonesia. Remaja Indonesia saat ini, berusaha mengadaptasikan westernisasi. Kita sebagai mahasiswa khususnya, wajib menyaring gaya hidup bangsa lain yang masuk dan mempengaruhi bangsa kita, yang tidak sesuai dengan budaya timur. Keempat, kesenjangan social. Kelima, menggunakan busana yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di Indonesia. Keenam, matrealistis, budaya hidup bermewah – mewahan atau hedonisme. Minat terhadap budaya Indonesia sendiri sudah berkurang, karena beralih kebudaya barat, seperti remaja sekarang lebih suka tarian modern atau biasa disebut dance daripada tarian-tarian tradisional seperti jaipong dan tarian daerah lainnya. Di era sekarang, anak – anak Indonesia lebih suka bermain game online daripada bermain mainan tradisional seperti petak umpet dan sebagainya. Terjadinya perubahan budaya, misalnya pada jaman dulu masyarakat akan mengujungi rumahnya jika ada hal yang penting untuk disampaikan, tetapi di era sekarang sudah ada handphone dan teknologi canggih melalui pesan singkat. Ini akan membuat hubungan antara keduanya tidak sedekat langsung bertemu atau silaturahmi. Kebudayaan orang – orang barat tersebut sifatnya negatif dan akan merusak mental bangsa. Bangsa Indonesia dalam mengikuti arus globalisasi terkadang dapat melunturkan jati diri bangsa yang begitu kental dengan kesopanan dan budaya timur. Di mata dunia, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung adab ketimuran sangat baik. Terkadang globalisasi dapat menjadikan bangsa semakin kreatif tanpa meninggalkan adab bangsanya. Budaya barat merupakan produk perkembangan yang bisa dibilang menekan individualitas dan kebebasan. Sementara Indonesia merupakan bagian bangsa timur yang menghendaki harmoni, kolektivitas. Nilai kebudayaan yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia seperti gotong royong, ramah tamah dalam masyarakat menjadi keistimewaan dasar yang dapat menjadikan individu – individu masyrakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. (****).
Diatas Footer
Light Dark