Pengaruh Adanya Geng Motor Pada Masyarakat

No comment 176 views

Oleh: Bella Dwi Inanda
Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Bella Dwi Inanda

Geng motor adalah sekumpulan orang-orang yang memiliki hobi bersepeda motor dan membetuk sekumpulan kegiatan bermotor secara bersama-sama. Sebenarnya pengertian geng motor ini, berawalkan dari kecenderungan hobi yang sama dari beberapa orang. Namun, akhir-akhir ini, kegiatan geng motor banyak meresahkan masyarakat. Bahkan tak jarang pula ada perkelahian antar sesama geng motor. Dan mirisnya, diantara para remaja yang menjadi anggota geng motor terdapat beberapa orang yang masih menyandang status pelajar.
Pada perubahan zaman dan perkembangan teknologi, telah membawa dampak begitu besar bagi masyarakat Indonesia. Khususnya bagi kehidupan remaja, yang selalu ingin mencoba hal-hal berbau modern, walaupun hal tersebut telah menyimpang dari budaya Indonesia. Perubahan sosial budaya yang terjadi dikehidupan para remaja ini, salah satunya adanya geng motor. Aksi kebut-kebutan dan balap liar dianggap gaul, karena mengikuti perkembangan zaman. Tidak sedikit, jumlah remaja yang ikut dalam aktifitas negatif ini. Bisa dikatakan geng motor merupakan fenomena kenakalan remaja yang sangat populer. Entah itu dikalangan umum maupun pelajar.
Awal terbentuknya geng motor di Indonesia sudah ada sejak tahun 1978, tepatnya di Kota Bandung yang mereka beri nama ‘moonraker’. Kelompok ini, sangat konsisten dalam sistem keorganisasiannya. Setiap tahun mereka akan mengganti pengurus organisasi dan membuat program kerja baru. Struktur organisasi biasanya terdiri atas Divisi Balap, Panglima Perang, dan tim SWAT atau tim penyelamat.
Panglima perang bertugas mengkoordinir anggotanya apabila sedang terjadi bentrok atau membuat keputusan pada saat bentrok dengan kelompok lain. Dan informasi tersebut harus menyebar ke semua anggota dalam waktu paling lambat 24 jam. Apabila ada salah satu anggota yang melanggar peraturan organisasi, maka mereka dibawa ke tempat yang mereka sebut ‘sel 13’. Tempat yang mereka peruntukkan bagi orang-orang yang dianggap pembangkang. Hal-hal yang dilarang kala itu adalah memakai atau mengedarkan narkoba, menjalin kasih antar sesama anggota moonraker, dan terlibat masalah hukum.
Moonraker bisa dikatakan sebagai ruh dari semua geng motor yang ada di Bandung. Karena setelah terbentuknya geng motor ini, mulai bermunculan beberapa geng motor baru yang salah satunya menjadi musuh terbesar bagi moonraker. Yaitu Exalt To Creativity atau lebih dikenal dengan XTC. Tak hanya di Bandung, geng motor sudah menyebar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Makasar, dan sebagainya. Bahkan tak jarang pula kita menemukan, pemimpin geng mereka seorang remaja yang masih berumur belasan tahun. Miris bukan ? diusia yang seharusnya menjadi pemicu semangat mereka untuk menentukan masa depan apa yang akan mereka pilih. Malah harus berakhir dikehidupan jalanan, yang jauh dari kata layak untuk remaja seusia mereka.
Membahas tentang keberadaan geng motor, tentunya ada beberapa hal yang bersifat positif maupun negatif yang berkaitan dengan terbentuknya kelompok tersebut. Hal-hal yang bersifat positif adalah ingin memperbanyak teman untuk sekedar menghilangkan rasa bosan dan berbagi pengalaman khususnya di bidang otomotif. Tak hanya itu, dengan memiliki banyak teman. Apabila sedang menghadapi suatu permasalahan, bisa diselesaikan secara bersama-sama. Sehingga permasalahan tersebut, tidak hanya ditanggung oleh satu orang,melainkan banyak orang.
Namun, sangat disayangkan hal-hal yang awalnya bersifat positif mulai menyimpang seiring perkembangan zaman. Kini, geng motor lebih cenderung mengarah ke perilaku negatif yang bahkan menimbulkan tindakan kriminalitas. Seperti tawuran, balapan liar, perampokan, pemerkosaan, atau bahkan hingga merenggut nyawa orang-orang yang tidak bersalah. Dan tentunya, perilaku tersebut sangat meresahkan masyarakat. Terutama keselamatan diri mereka.Ironisnya, kepercayaan bahwa tindakan negatif yang mereka lakukan bukanlah perkara yang besar dan disetujui oleh geng tersebut. Sehingga menimbulkan tindakan negatif yang tidak diharapkan. Kehadiran geng motor ini, bisa diibaratkan racun yang dapat membunuh kedamaian masyarakat. Atau bisa diartikan, komunitas yang tidak diinginkan kehadirannya.
Banyak faktor penyebab bergabungnya para remaja menjadi anggota geng motor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Terutama lingkungan dalam ruang lingkup keluarga. Orangtua berperan penting dalam pembentukan karakter dan keperibadian setiap anak, lebih-lebih seorang Ibu. Ikatan emosi yang kuat antara Ibu dan anak, biasanya membuat sang anak lebih nyaman menceritakan perihal masalah yang tengah dialaminya.
Maka dari itu, disarankan untuk Ibu mempunyai waktu luang bersama sang anak. Agar bisa berbagi cerita ataupun saling bertukar pikiran. Tak hanya dianjurkan untuk Ibu, namun dianjurkan pula bagi sosok Ayah yang berperan sebagai tulang punggung keluarga. Pekerjaan bukanlah segalanya, sehingga tidak mempunyai waktu berkumpul dengan istri dan anak. Walaupun hanya sebatas mengobrol di malam hari.
Memikirkan masa depan anak, memang kewajiban semua orangtua dan merupakan suatu hal yang sangat penting.Namun, meluangkan sedikit waktu untuk anak, juga tak kalah pentingnya. Peran Ibu yang semestinya memberikan kasih sayang lebih kepada anak dibandingkan Ayah, malah berperan sebaliknya. Giat bekerja hingga malam hari dengan alasan membantu perekonomian keluarga dan juga mempersiapkan biaya untuk masa depan anak. Tapi tahukah mereka, bahwa masa depan yang mereka janjikan sama saja dengan percuma. Ibaratkan kita memasak bubur bayi tanpa tambahan bumbu apapun. Hambar. Begitulah kira-kira perasaan mereka.
Hal terburuk dalam kurangnya kasih sayang dari orangtua adalah kenakalan remaja. Yang sengaja mereka lakukan, hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian. Walaupun yang akan mereka dapatkan, harus berupa satu kalimat yang berisikan kata-kata makian. Setidaknya itu lebih baik, daripada harus didiamkan karena rasa ketidakpedulian orangtua. Membiarkan anak bebas melakukan apapun yang mereka mau, meski itu perbuatan yang salah. Lagi, dengan alasan demi kebahagian anak. Sehingga membuat kepribadian anak semakin buruk dari hari ke hari. Niat semula yang hanya ingin mendapatkan perhatian dari orangtua, malah membuat mereka merasa nyaman dengan perilaku negatif yang telah mereka lakukan.
Geng motor merupakan salah satu bentuk kenakalan yang digemari remaja saat ini. selain bisa menyalurkan hobi, mereka juga bisa mendapatkan pengakuan yang mereka harapkan dibandingkan orangtua. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bahwa kehidupan jalanan lebih nyaman daripada harus berada di rumah. Yang hanya bisa di isi dengan kekosongan karena kesibukan orangtua.
Letak masalah tak hanya terletak pada orangtua ataupun keluarga,namun juga terletak pada lingkungan masyarakat. Di usia remaja, keinginan anak untuk mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat akan terbentuk. Mereka akan senang jika berpartisipasi dalam kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya. Tapi, yang mesti kita khawatirkan adalah ketika masyarakat tidak mempercayakan peran tersebut kepada remaja. Pemikiran remaja yang belum stabil, kerap kali membuat mereka mengarah ke hal-hal yang berbau negatif. Seperti minum-minuman keras, narkoba, bahkan hingga merapatkan barisan pada geng motor. Dengan aksi kebut-kebutan di jalanan, setidaknya mereka bisa melampiaskan kemarahan atas ketidakadilan yang telah mereka alami.
Menanam nilai moral dan keagamaan yang dimulai sejak usia dini, bisa menjauhkan remaja dari bahayanya kenakalan remaja. Salah satunya bergabungnya mereka ke dalam komunitas motor. Mengajarkan hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam agama dan juga lingkungan masyarakat. Dengan tertanamnya nilai keagamaan yang kuat, remaja bisa tau apa yang menurutnya patut untuk dilakukandan tidak. Selain itu, buat anak untuk mengerti kesibukan orangtua yang tujuannya memang untuk memenuhi kebutuhan anak secara material. Namun dengan syarat, sesibuk apapun orangtua berilah waktu untuk mengobrol santai dengan anak atau bila perlu ajaklah mereka berlibur di setiap akhir pekan. Dengan begitu, anak bisa mengerti sibuknya orangtua mereka.
Bagi para remaja yang khususnya hobi di bidang otomotif, lebih baik menyalurkan minat dan bakatnya dalam kegiatan-kegiatan positif yang tidak meresahkan masyarakat di lingkungannya. Dengan cara berpartisipasi dalam kegiatan seperti Road Race, Motor Cross, Modification Contes, dan yang lainnya. Jangan pernah menerima ajakan untuk bergabung di dalam geng motor. Karena, kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya, lebih banyak mengarah pada hal-hal yang berbau negatif dan kriminalitas. Juga, akan menghapus impian hidupmu bahkan keperibadianmu. Untuk itu, apapun alasannya, jangan sesekali ingin ataupun berminat untuk bergabung ke dalam komunitas motor apalagi hanya untuk pergaulan semata. Kalau kamu tidak ingin masa depan dan hubungan kekeluargamu hancur.(****).

 

No Response

Leave a reply "Pengaruh Adanya Geng Motor Pada Masyarakat"