Pengacara Terdakwa Sebut Dakwaan Jaksa Makin Ngawur

  • Whatsapp
Proses Sidang- Para terdakwa menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (29/12/2020). Sidang dengan terdakwa enam warga Kenanga ini beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). (foto: Zuesty Novianty)

RAKYATPOS.COM,SUNGAILIAT – Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat menggelar sidang perkara enam warga Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (29/12/2020).

Sidang dipimpin ketua majelis hakim, Fatimah, S.H, M.H dengan hakim anggota Dewi Sulistiarini, S.H dan Firman Jaya, S.H. Dalam dakwaannya, JPU, Rizal Purwanto mendakwa enam terdakwa dengan pasal 228 dan 263 KUHP.

Read More

Setelah mendengar pembacan dakwaan, ketua majelis hakim Fatimah menanyakan kepada terdakwa untuk menanggapi dakwaan pihak JPU. Dan setelah berkonsultasi dengan tim kuasa hukum yang dipimpin Dr.H.Zaidan, S.H, S.Ag. M.H, eksepsi akan dibacakan pada sidang lanjutan yang akan digelar Selasa (5/1/2021).

Keenam terdakwa saat ini tidak dilakukan penahanan oleh pihak pengadilan. Ketua majelis hakim turut meminta kepada terdakwa dalam setiap agenda persidangan, harus kooperatif dan hadir pada pukul 09.00 WIB.

Sementara, JPU, Rizal Purwanto kepada wartawan usai persidangan mengatakan tidak ada perbedaan dari dakwaan sebelumnya. Cuma, kata dia, untuk dakwaan yang baru lebih diuraikan. “Tidak ada bedanya. Cuma lebih diuraikan dan diperbaiki statusnya. Kita lihat saja eksepsi dari penasehat hukumnya nanti,” jelas Rizal.

Terpisah, Kuasa hukum terdakwa, Dr.H. Zaidan kepada wartawan menilai dakwaan baru yang diajukan oleh JPU semakin ngawur. Menurutnya perkara yang sudah diajukan dalam sidang, sejatinya tidak bisa dituntut kembali.

“Dalam nebis in idem. Perkara itu tidak bisa dituntut lagi. Tidak hanya menyangkut surat dakwaan tapi mereka ini (enam terdakwa) sudah ditahan kurang lebih 18 hari. Itu sudah dikategorikan pidana. Seseorang yang dituntut dan sudah inkrah tidak bisa dilakukan penuntutan lagi. Makin ngawur itu dakwaannya. Kita yakin 1000 persen,” jelasnya.

Seperti diketahui, enam warga Kenanga ditetapkan sebagai tersangka dan didakwa ke pengadilan setelah mengundang masyarakat untuk rapat terkait rencana gugatan keberatan terhadap bau busuk yang diduga dihasilkan oleh limbah pabrik tapioka yang berada di kelurahan itu.

Related posts