Penertiban TI Liar Sandiwarakah?

  • Whatsapp
Petugas membakar sakan dan camp penambang

Tambang Rajuk Obrak Abrik Pangkalpinang
Lagi, Aparat Bakar Ponton dan Sakan

PANGKALPINANG – Aktivitas penambang liar di kota Pangkalpinang semakin memprihatinkan.
Pelaku penambangan seakan-seakan tidak takut terhadap tim gabungan aparat yang sering melakukan razia, hal ini tentu saja aneh dan menimbulkan pertanyaan? Apakah penertiban oleh aparat penegak hukum selama ini, hanya sandiwara belaka? Atau pelaku penambang yang mempermainkan aparat?.
Lagi, puluhan ponton TI rajuk kosong ditinggalkan pemiliknya saat tim gabungan Polres Pangkalpinang, Satpol PP, dan TNI menggelar razia, Kamis (22/8/2019).
Keberadaan tambang liar terlihat menutupi alur keluar masuk perahu nelayan.
Timgab yang dipimpin Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang kembali melakukan pemusnahan dengan cara membakar sakan, ponton serta menyita sejumlah unit mesin TI.
“Tidak ada lagi tindakan peringatan ataupun himbauan, karena sudah beberapa kali kami datang dan memberitahukan tidak boleh ada aktivitas tambang, tetapi masih saja membandel,” ujar Jadiman Sihotang.
Sementara itu, warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan keresahan atas aktivitas ilegal ini.
“Suami saya nelayan disini, sering mengeluhkan sulitnya keluar masuk perahu, selain itu aktivitas TI Ponton ini tidak menimbulkan suara berisik dan sangat mengganggu warga beristirahat,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa aktivitas TI di bekingi oleh orang kuat dan tidak sedikit oknum aparat memiliki usaha tambang disini.
“Hari ini ditertibkan, dua atau tiga hari pasti rame lagi, setiap ada razia selalu hanya dibakar dan disita alat-alat tambang, tidak ada tindakan tegas dari anggota yang melakukan razia,” katanya.
Selain melakukan razia dikawasan Opas Indah, tim gabungan juga melakukan razia di kawasan Pasir Putih dan kawasan Kolong Bravo, dan parit enam.
“Kami akan terus melakukan razia-razia dengan melibatkan pihak Pemkot Pangkalpinang dan unsur TNI, agar kota Pangkalpinang ini bebas dari penambangan,” tutup Jadiman.

Petugas tidak mendapati satupun penambang yang beraktifitas di lokasi Gang Mawar 7, Kelurahan Opas Indah Pangkalpinang.

Tambang milik Atw

Terpisah, Satpol PP Bangka datangi tambang milik Aw di belakang kantor Lurah Lubuk Kelik Sungailiat.Kedatangan penegak perda tersebut atas laporan warga yang resah dengan aktifitas tambang.
Terlebih lagi, tambang tersebut hanya berjarak dua meter dari rumah dan 50 meter dari jalan warga sehingga ditakutkan akan menyebabkan longsor dan membahayakan warga sekitar.
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bangka, Ahmad Suherman mengatakan air limbah dari tambang itu juga dibuang di selokan air.
“Air limbahnya ini dibuang diselokan jadi got nya ini masuk lumpur dan dikhawatirkan menyebabkan mampet kalau hujan nanti,” ungkapnya, Kamis (22/8).
Ia mengatakan aktivitas tambang timah itu juga memiliki kedalaman sekitar delapan meter dimana terdapat rumah warga dan berada di lingkungan permukiman warga.
“Memang ini cuma satu unit TI tapi dalam karena digali pakai PC (alat berat excavator) dulu. Kita takutkan nanti musim hujan justru jadi longsor dan membahayakan warga kita juga,” terang Herman.
Pihaknya juga meminta pemilik tambang untuk menghentikan aktivitas tersebut meskipun berada di tanah pribadi.
“Kita lakukan langkah persuasif dulu agar menghentikan kegiatan ini. Walaupun di tanah pribadi tetapi harus ada izin dari dinas yang berwenang,” tambahnya. (das/mla/6)

Related posts