Penerima PKH Bertambah 3.899 Orang

No comment 103 views

*Setahun Dapat Rp1,89 Juta
*Teddy: PKH Harus Tepat Sasaran

SUNGAILIAT – Kuota penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bangka tahun 2018 mendatang bertambah 3.899 orang. Tahun 2017, keluarga penerima manfaat dari program kementerian sosial ini sebanyak 2.987 orang, sehingga jika ditotal tahun ini ada 6.886 keluarga .

Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka, Arman Agus mengatakan, besarnya dana PKH ini selama satu tahun Rp 1.890.000 dan dicairkan empat tahap. Pada 2017, kata dia sudah pencairan tahap ketiga dari Bank BRI. Apa yang disalurkan tidak jadi halangan karena melalui ATM bukan lagi dibayar lewat kantor pos.

“Untuk himpunan bank negara (Hibara) mohon pencairannya jangan terjadi hambatan,” kata Arman dalam rapat koordinasi PKH Kabupaten Bangka Tahun 2017, Rabu (11/10/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Arman menambahkan untuk Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar akan digabung satu wadah dalam PKH sehingga dengan adanya PKH ini jangan sampai ada anak yang tidak sekolah.

“Untuk 38 program unggulan Pemerintah Kabupaten Bangka khususnya Buntuslah (Perburuan Anak Putus Sekolah) dapat masuk program PKH. Jadi tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah mereka bisa ikut program paket A, B dan C,” bebernya.

Asisten Setda Bangka Teddy Sudarsono mengatakan, PKH merupakan salah satu program perlindungan sosial bagi masyarakat yang berupa bantuan tunai rumah tangga sangat miskin selama lima tahun untuk ibu hamil, balita, anak sekolah SD, SMP, SMA dan disabilitas.

Untuk rumah tangga miskin, kata Teddy dapat bantuan uang Rp 2 juta per tahun. Untuk ibu hamil dan balita Rp 1,8 juta per tahun. Menurutnya, PKH ini sudah ada di delapan kecamatan dan merupakan program penting menuntaskan angka kemiskinan di Kabupaten Bangka.

“Bantuan ini untuk peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan dan penanggulangan kemiskinan. Stakeholder terkait perlu ada sinergi agar pengentasan kemiskinan tepat sasaran. Semua pihak harus memantau agar tepat sasaran, ” ungkapnya.

Lebih lanjut mantan kepala dinas pariwisata ini mengatakan, indikator kemiskinan bukan semakin banyaknya dana diberikan ke daerah tapi justru menghilangkan bantuan tersebut.

“Makin sedikitnya bantuan artinya daerah sejahtera. Bukan banyaknya bantuan semakin sejahtera. Itu teorinya. Tapi memang kebutuhan dan kondisi ekonomi tidak stabil mengharuskan masyarakat terkena dampak itu sehingga perlu bantuan melalui PKH,” pungkasnya.(snt/10)

No Response

Leave a reply "Penerima PKH Bertambah 3.899 Orang"