Penerapan Cara Belajar Sejarah Secara Aktif Pada SMAN 1 Pemali

  • Whatsapp

Oleh: Sri Astuty, S.Pd

Muat Lebih

Guru Sejarah SMAN 1 Pemali, Kabupaten Bangka

Agar pembelajaran sejarah di SMAN 1 Pemali, Kabupaten Bangka dapat sungguh-sungguh meningkatkan kualitas sumber daya manusia siswanya, kiranya cara belajar sejarah yang aktif dan konstruktif perlu diterapkan oleh para siswa. Proses penggunaan cara tersebut memang membutuhkan kemauan yang kuat, mengingat para siswa dan guru di SMAN 1 Pemali seperti yang juga terjadi di banyak tempat lain di dunia, telah terbiasa dengan paradigma yang lama, yaitu guru menjelaskan siswa mendengarkan dan mengikuti petunjuk guru, ditambah lagi dengan adanya faktor-faktor sosial-budaya yang memberi warna tertentu pada proses pembelajaran. Akan tetapi, jika memang betul-betul ingin mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada dalam pendidikan sejarah, perubahan tersebut harus dilakukan.

Pembelajaran sejarah di SMAN 1 Pemali harus diakui masih bersifat pendekatan konvensional, yakni ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas atau mendasarkan pada “behaviorist” atau “strukturalist”. Pembelajaran sejarah secara tradisional di SMAN1 Pemali tersebut mengakibatkan siswa hanya bekerja secara prosedural dan memahami sejarah tanpa penalaran, berorientasi pada psikologi perilaku dan strukturalis, lebih menekankan hafalan dan drill merupakan penyiapan yang kurang baik untuk kerja profesional para siswa nantinya. Kebanyakan guru sejarah hanya mengajar dengan menggunakan buku paket sebagai “resep”, mereka mengajarkan sejarah berdasarkan buku dari halaman per halaman, serta strategi pembelajaran lebih didominasi oleh upaya untuk menyelesaikan materi pembelajaran dalam waktu yang tersedia, dan kurang adanya upaya agar terjadi proses dalam diri siswa untuk mencerna materi secara aktif dan konstruktif.

Ungkapan di atas tidak dimaksudkan sebagai “vonis” bahwa pembelajaran sejarah dengan paradigma lama tidak memberikan kontribusi apapun dalam pendidikan sejarah, atau bahkan justru menenggelamkan potensi-potensi yang dimiliki siswa di SMAN 1 Pemali. Tetapi secara wajar dan proporsional dapatlah dicermati bahwa ada bagian-bagian tertentu dari paradigma lama tersebut yang perlu perubahan.

Bagian tertentu yang dapat dikatakan sangat penting dan perlu upaya seksama agar terjadi perubahan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Pemali adalah cara sajian dan suasana pembelajaran. Diperlukan suatu usaha sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan. Pembelajaran berbasis konstruktivisme di SMAN 1 Pemali menjadi sangat penting dalam upaya untuk mengubah pardigma pembelajaran karena: Pertama, Pembelajaran berdasarkan konstruktivisme memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan dengan temannya, dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya. Demikian juga dalam pelajaran sejarah, siswa diharapkan mampu untuk mengungkapkan ide,pemikiran, argumentasi yang logis, ilmiah.

Kedua, Pembelajaran sejarah di SMAN 1 Pemali berdasarkan konstruktivisme memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa. Terlebih pada era globalisasi sekarang, banyak fenomena yang menantang siswa untuk lebih mampu menganalisis dan menghubungkan dengan berbagai fakta sejarah.

Ketiga, Pembelajaran konstruktivisme sejarah di SMAN 1 Pemali memberi siswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-gagasan pada saat yang tepat. Keempat, Pembelajaran berdasarkan konstruktivisme di SMAN 1 Pemali memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan menggunakan berbagai konteks, baik yang telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya memotivasi siswa untuk menggunakan berbagai strategi belajar.

Kelima, Pembelajaran konstruktivisme di SMAN 1 Pemali mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka. Keenam,  Pembelajaran konstruktivisme di SMAN 1 Pemali memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan gagasan, saling menyimak, dan menghindari kesan selalu ada satu jawaban yang benar.

Dengan demikian pembelajaran ini bukan hanya sekedar transfer knowledge, tetapi memang merangsang siswa di SMAN 1 Pemali untuk nantinya mampu berpikir secara rasional dan bukan mendasarkan diri pada sisi hapalan belaka. (***)

Pos terkait