Penerapan Absen Sidik Jari Pegawai Pemprov BABEL

No comment 1002 views


Oleh: Istiya Marwinda, S.IP
Alumni Universitas Nasional

Istiya Marwinda, S.Ip

Terhitung tanggal 12 Juni 2017, pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan perihal kebijakan baru yang telah dikeluarkan berdasarkan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung No. 12 Tahun 2016 tentang Penetapan Hari Kerja dan Jam Kerja. Pelaksanaan absensi bagi pegawai di Lingkungan Pemprov Babel yang baru berbeda dengan absensi pegawai sebelumnya. Biasanya pegawai harus absen dua kali sehari, yakni pertama saat masuk kantor dan kedua kalinya pada saat pulang kantor. Namun, kali ini, para pegawai harus absen ekstra, harus absensi empat kali sehari.
Ketentuan absensi sidik jari ini, berlaku untuk seluruh pegawai negeri sipil maupun tenaga kontrak atau honorer. Para pegawai wajib absensi sidik jari saat masuk kantor pukul 06.30-07.45 berlanjut pada jam sebelum istirahat pukul 11.50-12.15, ketika usai beristirahat absensi sidik jari juga diwajibkan yakni pada pukul 13.00-13.15 hingga nantinya pada jam pulang absen sidik jari terkahir pada pukul 16.00-17.00. Sungguh para pegawai perlu beradaptasi akan ketetapan mengenai jam kerja kali ini.
Sebelumnya peraturan ataupun ketetepan yang sedang berlangsung mengenai absensi sidik jari empat kali sehari ini, sudah tidak asing lagi disalah satu Kabupaten di Bangka Belitung. Bangka Tengah tepatnya, sudah melaksanakan sidik jari empat kali sehari semenjak mantan Bupati Bangka Tengah menjabat sebagai kepala daerah kabupaten. Mantan Bupati Bangka Tengah yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerapkan kebijakan yang sama seperti pada saat Beliau menjadi Kepala Daerah Kabupaten Bangka Tengah. Jadi, para pegawai di lingkungan Provinsi harus beradaptasi dengan kebijakan yang sudah ada sekarang.
Berkaitan dengan ketetapan di atas, perlu dilihat output dari kebijakan tersebut. Apakah palaksanaan tersebut bisa menjadikan kinerja pegawai menjadi lebih baik atau justru menurun. Biasanya kebijakan yang telah dibuat adalah demi kebaikan bersama, serta mengandung unsur kebijaksanaan didalamnya. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan pada pelaksanaanya. Dengan kata lain, kebijakan yang buat berfungsi mendorong pegawai menciptakan kedisiplinan dalam bekerja melayani masyarakat. Aturan seperti ini juga harus diarahkan pada sisi yang positif, dalam artian untuk meningkatkan etos kerja pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Namun, harapan itu bisa didukung lebih baik lagi oleh tingkat integritas pegawai dalam melaksanakan tugas. Bila hanya dinilai dari absensi saja tidak cukup menilai kedisiplinan. Keterampilan dan kemampuan para pegawai tidak boleh diacuhkan. Yang ditakutkan adalah dengan adanya kebijakan ini, justru para pegawai merasa hanya direpotkan masalah absen sidik jari. Tidak menutup kemungkinan para pegawai bisa meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakan hanya karena takut ketinggalan absen sidik jari. Lalu, bagaimana tidak repot ketinggalan absen sidik jari uang TPP melayang. Sehingga aktifitas dan waktu kerja pegawai menjadi tidak efesien.
Ini semua adalah proses meningkatkan kedisiplinan pegawai dalam bekerja. Dalam perspektif ini, ketetapan yang dikeluarkan pemerintah semata-mata untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berintegritas mengoptimalkan kedisiplinan. Dan sikap pegawai yang bertanggungjawab diharapkan dapat menunjang pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Lalu, apakah pegawai masih merasa direpotkan oleh absens sidik jari empat kali sehari? Tentu saja pemerintah membuat kebijakan demi meninggikan output peningkatan kedisiplinan jam kerja. Dalam prakteknya diharapkan kemajuan pada aspek yang positif. Dengan ketetapan berdasarkan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung No 12 Tahun 2016 tentang Penetapan Hari Kerja dan Jam Kerja akan mampu menjadi penyebab keberhasilan pemerintah memperbaiki nilai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di mata Nasional maupun Internasional.(****).

No Response

Leave a reply "Penerapan Absen Sidik Jari Pegawai Pemprov BABEL"