Penemuan Kusta Tinggi, Dinkes Gelar RVS

  • Whatsapp
Kegiatan RVS Dinkes Babel bekerjasama dengan DKPPKB Basel di Kecamatan Lepar Pongok.(foto: raw).

LEPARPONGOK – Memperingati Hari Kusta Sedunia pada tahun 2017, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bekerja sama dengan Dinkes, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengadakan kegiatan Rapid Village Survey (RVS) di beberapa desa di Kecamatan Lepar Pongok beberapa waktu lalu.

RVS yang dipusatkan di Desa Tanjung Labu mengangkat tema “Kusta: Temukan Dini, Tidak Ada Cacat, Tidak Ada Stigma”.

Latar belakang diselerenggarakan kegiatan ini, dikarenakan masih tingginya angka penemuan penderita baru Kusta di daerah tersebut. Hari Kusta Sedunia atau Leprosy Day diperingati setiap tahun pada hari Minggu terakhir bulan Januari, sebagai momentum untuk mengingatkan bahwa Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) memerlukan perhatian seluruh masyarakat.

Tahun ini, Hari Kusta Sedunia jatuh pada 29 Januari 2017. Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit kusta yang tinggi. Penyakit kusta merupakan salah satu dari delapan penyakit terabaikan atau Neglected Tropical Disease (NTD) yang masih ada di Indonesia, yaitu Filaria, Kusta, Frambusia, Dengue, Helminthiasis, Schistosomiasis, Rabies dan Taeniasis.

Penggunaan air bersih dan sanitasi akan sangat membantu penurunan angka kejadian penyakit NTD. “Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari sisi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Pada tahun 2014, Kementerian Kesehatan RI mencatat 17.025 kasus kusta baru. Angka ini menempatkan indonesia di peringkat ketiga dunia dengan kasus baru kusta terbanyak setelah india (125.785 kasus) dan brasil (31.064 kasus). Indonesia sudah mencapai eliminasi kusta pada tahun 2000. Namun demikian, berdasarkan data yang dilaporkan jumlah penderita baru sampai saat ini, tidak menunjukkan adanya penurunan yang bermakna,” ujar Kepala Dinkes Babel, Drg.Mulyono, MHSM kemarin.

Penyuluhan terkait penyakit Kusta yang disampaikan langsung oleh Kepala DKPPKB Basel , Supriyadi dihadiri Camat Lepar Pongok, Kapolsek Lepar Pongok dan Danramil setempat. Sedangkan peserta yang hadir merupakan dari perwakilan masing-masing desa (Tanjung Labu, Penutuk,Tanjung Sangkar,Kumbung) meliputi perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama serta melibatkan tenaga pengajar yang bertugas di Kecamatan Lepar Pongok.

Setelah diadakan pemeriksaan fisik, Mulyono mengatakan, dalam upaya pengenalan dini tanda dan gejala kusta, sebelum terjadinya kecacatan. Kegiatan RVS ini bertujuan untuk melibatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat sebagai subjek yang paling berperan dalam menemukan tanda dini penyakit kusta, serta meningkatkan pengetahuan dan partisipasi petugas / tenaga kesehatan Puskesmas.

“Meskipun penyakit kusta saat ini, sudah dapat disembuhkan, bukan berarti sudah terbebas dari masalah penyakit kusta. Hal ini disebabkan dari tahun ke tahun masih ditemukan sejumlah penderita baru. Dengan demikian tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga kesinambungan pelayanan kusta yang berkualitas dan memastikan setiap orang yang terkena kusta di manapun berada khususnya di Basel mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan oleh petugas kesehatan yang kompeten, termasuk sistem rujukan efektif dalam mengatasi komplikasi tanpa terlambat dan biaya yang tinggi,” tandasnya. (salkfo/raw/3).

Related posts