Pendidikan Usia Dini Tentukan Masa Depan Bangsa

  • Whatsapp
Bunda PAUD Basel Ekawati menyerahkan cinderamata kepada narasumber di acara Seminar Sehari Peningkatan Kompetensi Guru PAUD Dalam Bidang Seni Tahun 2019, Selasa (30/04/2019) di Balai Daerah Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Basel.(foto: dedy).

TOBOALI – Bunda Paud Bangka Selatan (Basel), Ekawati Justiar mengungkapkan, pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang sangat menentukan masa depan bangsa, karena anak-anak usia dini ibarat lembaran kertas putih yang bersih, kosong dari goresan kehidupan, suci dari apapun.

Mereka, ditambahkan Ekawati, merupakan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, sehingga apa yang diajarkan kepada mereka hari ini, akan mewarnai wajah bangsa ini di masa depan.

“Sebagai seorang guru terhadap murid di ruang kelas, diharapkan juga dapat berperan sebagai motivator atau penggerak dalam memberikan pemahaman terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini,” ujarnya saat memberikan sambutan pada saat kegiatan Bunda PAUD Seminar Sehari Peningkatan Kompetensi Guru PAUD Dalam Bidang Seni Tahun 2019, Selasa (30/04/2019) di Balai Daerah Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Basel.

Dikatakan Ekawati, tingkat kesadaran orang tua dan masyarakat terhadap pemberian layanan pendidikan bagi anak sejak usia dini (0-6) tahun masih sangat rendah. Hal itu disebabkan antara lain karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini itu sendiri.

“Saya sangat mengharapkan peran kita bukan hanya sebagai pendidik, namun bagaimana kita dapat melibatkan orang tua dan masyarakat agar dapat terlibat langsung dalam pendidikan anak usia dini di lembaga kita masing-masing agar adanya sinkronisasi antara peran kita di lembaga dengan orang tua atau masyarakat di rumah,” imbuhnya.

Selain itu, masih rendahnya layanan pendidikan dan perawatan bagi anak usia dini saat ini, antara lain disebabkan masih terbatasnya jumlah lembaga yang memberikan layanan pendidikan dini jika dibanding dengan jumlah anak usia 0-6 tahun yang seharusnya memperoleh layanan tersebut.

“Berbagai program yang ada baik langsung atau melalui Bina Keluarga Balita dan Posyandu yang telah ditempuh selama ini, ternyata belum memberikan layanan secara utuh, belum bersinergi dan belum terintegrasi pelayanannya antara aspek pendidikan, kesehatan dan gizi. Padahal, ketiga aspek tersebut sangat menentukan tingkat intelektualitas, kecerdasan dan tumbuh kembang anak,” pungkasnya.

Seminar bertemakan “Pembelajaran PAUD Aktif, Kreatif dan Menyenangkan Melalui Gerak Dan Lagu” tersebut, menghadirkan narasumber Sinung Widodo.(raw/3)

Related posts