Opini

Pendidikan Pemakai Bagi Pemustaka di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Jan Frist Pagendo Purba
Pustakawan Universitas Bangka Belitung

Perkembangan teknologi komunikasi dalam dekade terakhir ini, sangat cepat, sehingga instansi negeri maupun swasta harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut, apalagi dimasa pandemi Covid-19. Sejak ditemukannya kasus pertama kali Covid-19 di Indonesia pada bulan Maret 2020, hal ini membuat beberapa perubahan dalam kebijakan pemerintah. Perubahan kebijakan ini, menjadikan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah harus melakukan refocusing setiap anggaran dan kegiatan yang ada. Imbasnya juga terasa pada lingkungan pendidikan, terutama Universitas yang ada di setiap daerah. Universitas mau tidak mau harus melakukan perubahan kegiatan baik di lingkungan fakultas, jurusan maupun unit pelaksana teknis, salah satu unit yaitu perpustakaan.

Perpustakaan sebagai sarana penunjang di perguruan tinggi maupun di pemerintah daerah. Perpustakaan didirikan sebagai sarana pemustaka untuk melakukan kegiatan temu kembali informasi. Temu kembali informasi biasanya dilakukan secara tatap muka, dimana pemustaka datang keperpustakaan dan menemukan informasi yang dibutuhkan, tetapi sekarang harus dilakukan didalam jaringan (daring). Perpustakaan sebagai bagian dari dharma pendidikan diharapkan dapat mencerdaskan pemustakanya dengan layanan yang ada. Kegiatan layanan yang dapat mencerdaskan pemustaka seperti bimtek, workshop, pendidikan pemakai dan lain sebagainya, semua kegiatan itu biasanya dilakukan secara offline.

Penulis membahas salah satu kegiatan yang dapat dilaksanakan dimasa pandemi saat ini, yaitu pendidikan pemakai. Mengapa penulis tertarik dengan kegiatan pendidikan pemakai? Dikarenakan tujuan pendidikan pemakai itu sendiri, yaitu untuk memperkenalkan pemustaka bahwa perpustakaan merupakan suatu sistem yang didalamnnya terdapat koleksi dan sumber informasi, agar pemustaka juga dapat menggunakan dan menemukan informasi diperpustakaan secara efektif, efisien  dan relevan, serta memberikan pemahaman bahwa perpustakaan memiliki koleksi tercetak dan elektronik yang dapat di akses, serta yang terakhir bertujuan sebagai alat promosi layanan di perpustakaan.

Pendidikan Pemakai

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai pendidikan pengguna, terlebih dahulu mengetahui apa itu pendidikan pengguna (User Education). Menurut Soedibyo (1987), pendidikan pemakai merupakan suatu usaha bimbingan atau penunjang pada pemakai tentang cara pemanfaatan koleksi bahan pustaka yang disediakan secara efektif dan efisien. Bimbingan itu dapat berupa bimbingan individu maupun kelompok. Sedangkan menurut Hazel Mews (1972), pendidikan pengguna adalah pemberian instruksi kepada pembaca untuk menolong mereka menjadi pengguna yang baik, efisien. Selain itu menurut Hasanah, pendidikan pengguna juga didefinisikan sebagai salah satu kegiatan jasa pemanduan dari perpustakaan untuk membantu pemakai perpustakaan dalam meningkatkan ketrampilan pemakai menemukan informasi yang diinginkan secara cepat dan tepat. Dari ketiga pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan pemakai merupakan usaha bimbingan, pemberian instruksi atau sebagai jasa memandu pengguna dalam menemukan dan meningkatkan keterampilan menelusur informasi yang ada di perpustakaan.

Pages: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top