Pendidikan Intelektual & Karakter Sebagai Penunjang Mencapai Tujuan Pendidikan

  • Whatsapp

Oleh: Riski Desi Amelia
Siswa Kelas Beasiswa PT. TIMAH Tbk SMAN 1 Pemali

Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang menjadikan setiap orang menjadi terampil dalam mengembangkan kemampuannya. Di zaman sekarang pendidikan menjadi poin nomor satu dalam segala hal, karena dengan adanya pendidikan semua akan terkendalikan dengan mudah. Namun seringkali sebagian orang salah mengartikan mengenai pendidikan yang sesungguhnya, yang mana hanya terpusat pada pendidikan intelektualnya saja tanpa memperhatikan pendidikan karakter. Padahal sudah jelas Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Ini berarti, pendidikan dikatakan sempurna apabila seseorang dapat menyeimbangkan antara pendidikan intelektual, yang dapat meningkatkan skill setiap individu dengan pendidikan karakter yang lebih menitikberatkan pada bagaimana seseorang dalam bersikap. Sehingga hasil akhir dari pendidikan dapat tertujukan dengan jelas, yaitu tidak hanya melahirkan seorang insan yang cerdas namun juga berbudi pekerti luhur. Untuk mencapai tujuan tersebut, hendaklah di setiap individu harus selalu bersikap cerdas dalam segala hal, yaitu cerdas dalam spiritual, intelektual, emosional, dan sosial. Pertama, Cerdas spritual, akan memberikan kehidupan positif, karena dengan cerdas spiritual pasti setiap orang akan menjalankan semua yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang, dan itu semua pasti mengarahkan diri untuk kebaikan. Tidak hanya itu kita juga akan belajar memaknai kehidupan berdasarkan apa yang kita jalani dan hadapi.

Kedua, Cerdas intelektual, akan menjadikan Setiap orang harus memiliki keterampilan untuk melakukan sesuatu hal dan berpikir logis dalam bertindak, sehingga sebuah pekerjaan akan terselesaikan dengan baik. Hal itu dapat kita raih, jika kita rajin berlatih dan belajar, hal inilah yang disebut dengan cerdas dalam intelektual. Kecerdasan ini dapat kita kuasai jika kita tekun dan bersungguh-sungguh. Ketiga, Cerdas emosional, mengajarkan kita tentang bagaimana mengendalikan emosi yang merupakan salah satu hal yang sulit dikendalikan, jika tidak terkontrol maka emosi akan membuat seseorang meluapkan seluruh kekesalan dihatinya tanpa memikirkan apapun, hal ini akan merugikan diri sendiri. Karena bukan menyelesaikan sebuah masalah tapi justru memperkeruh sebuah keadaan. Untuk itu setiap orang harus cerdas dalam mengendalikan emosi, sehingga dapat menemukan titik terang terhadap masalah yang dihadapi.

Keempat, Cerdas sosial, kita ketahui bahwa Manusia merupakan makhluk sosial, itu artinya manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan berdampingan dengan orang lain. Kita tidak mungkin bisa melakukan aktivitas kehidupan ini dengan sendirian, pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Oleh sebab itu interaksi baik terhadap sesama, akan memberikan peluang yang sangat besar dalam berkehidupan sosial.

Dari ke empat hal di atas bisa kita simpulkan bahwa kecerdasan yang menunjang karakter ( cerdas spiritual, emosional, dan sosial) sangat berpengaruh besar, sebagaimana juga tertulis dibuku tentang kecerdasan ganda (multipe intelegences), Daniel Goleman yang menjelaskan bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80 persen sementara kecerdasan intelektual hanya 20 persen. Namun itu bukan berarti pendidikan intelektual tidak terlalu penting. Pendidikan intelektual sangat penting untuk menunjang pendidikan karakter, antara kedua pendidikan tersebut saling memiliki keterkaitan satu sama lain, jika salah satu terlewatkan maka kita tidak dapat mencapai tujuan dari sebuah pendidikan yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, perlu kesinambungan dalam memperoleh pendidikan tersebut. Tidak hanya itu peran dari berbagai pihak juga memberikan pengaruh besar, seperti keluarga, guru, dan masyarakat. Keluarga merupakan tempat pertama seseorang mengenyam pendidikan, peran orang tua sebagai pendidik utama akan mengajarkan berbagai hal kepada anak, mulai dari mengajarkan pengetahuan sehari-hari sampai pembentukan karakter. Guru merupakan orang tua kedua, memiliki peran dalam mentransfer ilmu kepada anak, namun tidak hanya itu seorang guru haruslah dapat menghubungkan pelajaran yang diajari dengan kehidupan sehari- hari, sehingga anak dapat merealisasikan dalam kehidupan nyata untuk mendukung pembentukan karakter dari sebuah keluarga.

Dengan demikian diperlukan para guru yang berkualitas. Selain peran dari keluarga dan guru peran dari lingkungan masyarakat juga besar, karena jika pola kehidupan di masyarakat tidak baik, maka akan memberikan pengaruh buruk terhadap pendidikan seseorang yang cenderung ikut-ikutan terhadapan pola kehidupan tersebut.(***).

Related posts