Pencairan Dana Desa Dipercepat, Kades Diminta Lakukan Hal ini

  • Whatsapp
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zuldan Arif Fakrullah menyerahkan NIPD saat Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa, Selasa (18/2/2020).(foto: nurul).

RAKYAT POS. COM, PANGKALPINANG – Pencairan dana desa tahun 2020 dipercepat. Untuk tahap satu ini bahkan sudah bisa dicairkan sebesar 40 persen oleh masing-masing desa yang ada di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Dana desa dipercepat untuk penyaluran sektor-sektor ekonomi produktif, BUMDES, sektor padat karya, ekonomi desa, pertanian, pembuatan perikanan peternakan di desa, monggo silahkan,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah, saat menjadi keynote speech dalam Sosialisasi Percepatan Pencairan Dana Desa, di ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Selasa (18/2/2020).

Read More

Pencairan ini, kata dia, untuk mempercepat dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional, yang sedikit banyak terpengaruh karena virus Corona yang menyerang negeri Tiongkok, dimana produk ekspor impor akan berpengaruh, dan juga ekonomi dunia.

“Karena kalau mendasarkan pada ekonomi internasional, pariwisata dari turis asing turun, penerbangan penumpang turun. Untuk itu, internal harus diperbuat, pola APBDes ini yang akan gerakkan ekonomi nasional, manfaatkan dan optimalkan apa yang ada di desa,” pintanya.

Ia mencontohkan sektor pariwisata, yang bisa digerakkan untuk meningkatkan ekonomi, demikian juga pada sektor perkebunan, paska panen dan potensi lainnya yang ada di Babel.

Untuk itu, Sudah mengingatkan para kades, untuk lebih optimal dalam memanfaatkan dana desa, yang harus dimulai dari perencanaan, penganggaran, pertanggungjawaban, pelaporan dan pengawasan harus clean and clear.

“Dari awal harus bener dalam mengerjakan apa yang menjadi kewenangan kepala desa,” pesan Zudan.

Tahun ini, Pemerintah mengalokasikan Rp72 triliun dibagi 74.000 desa, dan di Babel dialokasikan Rp 321,73 untuk 309 desa.

Sementara Wagub Babel, Abdul Fatah menambahkan, percepatan penyaluran, ditekan disamping kelancaran penyaluran dibarengi dengan pembinaan selanjutnya.

“Tentu akan memberikan daya dorong dan motivasi, dari enam kabupaten yang ada dua diantaranya mendapat penilaian yang sangat baik, kalau semuanya apa yang diinginkan penyelenggaraan negara, bahwa membangun Indonesia,” pungkasnya.(nov/3).

Related posts