by

Penanggulangan Sampah Jadi Salah Satu Isu di Rakornis Gubernur

Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan Bupati Beltim Yuslih Ihza saat mendengarkan pemaparan Kepala Dinas Pariwisata Pronsinsi Babel Rivai, dalam Rapat Koordinasi Teknis Gubernur dengan Bupati/Walikota se Babel, Rabu (16/1/2019).(foto: ist).

TPA Regional Harus Ditempatkan di Tengah Perbatasan

MANGGAR – Sebanyak 10 pokok bahasan rencana pembangunan 2020, jadi isu utama dalam Rapat Koordinasi Teknis Gubernur dengan Bupati/ Walikota se-Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung tahun 2019 di Kabupaten Belitung Timur, Rabu – Kamis, 16 – 17 Januari 2019.

Isu-isu itu terdiri dari, rencana pembangunan 2020 dan aplikasi Simda, pembangunan sampah plastic dan TPSR (3R), pembangunan infrastruktur, pembangunan perumahan dan pemukiman, tata kelola batas wilayah, pembangunan dan perkebunan lada berkelanjutan, pariwisata dan penetapan kalender even, pembangunan pelabuhan dermaga, system administrasi manunggal satu atap, dan Kabupaten/ Kota Layak Anak.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung, Abdul Fatah menyatakan 10 permasalahan tersebut merupakan hasil inventarisir dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Kabupaten/ Kota se Provinsi Kepulauan Babel.

“Dari permasalah-permasalahan tersebut kami mencoba inventarisir, dengan membagi menjadi 10 kelompok. Mereka akan membahas bersama-sama dan kemudian akan menghasilkan kemufakatan dan menyesaikan persoalan secara bersama,” kata Pateng sapaan akrab Wagub.

Masalah persampahan juga menjadi isu penting yang dibahas dan harus dipecahkan bersama. Khususnya terkait kesepakatan terkait penempatan Tempat Pembuangan Sampah Regional yang akan dibangun tahun 2020 mendatang.

“Setiap Kabupaten harus menyepakati dulu di mana harus menempatkan lokasi untuk TPA ini. Jangan sampah di Kabupaten Belitung dibuang ke Beltim, nanti marah orang sini,” canda Pateng.

Menurut Pateng, sebaiknya pengelolaan TPA regional harus di tempatkan di tengah-tengah perbatasan antara dua atau tiga kabupaten/kota. TPA tersebut harus dikelola secara bersama-sama oleh masing-masing Kabupaten/Kota yang berkepentingan.

“Pembangunan TPA regional ini, bukan hanya untuk di Pulau Belitung, tapi juga di Pulau Bangka. Kalau Kabupaten dak mampu nanti biar provinsi yang ambil alih,” tegas Pateng.

Pemprov dan Kementerian Lingkungan Hidup berencana membangun TPA Regional di tiga lokasi di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Dua di Pulau Bangka, satu di Pulau Belitung.

Di Pulau Belitung sendiri, pembangunan TPA regional direncanakan akan dibangun tepat di perbatasan Kecamatan Badau Kabupaten Belitung dan Kecamatan Simpang Renggiang Kabupaten Beltim. Diperkirakan pembangunan akan membutuhkan luas kurang lebih 50 hektar, 25 hektar diambil dari masing-masing kecamatan. (yan/kmf/3).

Comment

BERITA TERBARU