Penanganan Bencana Tanggung Jawab Bersama

  • Whatsapp

 

Bupati Bangka, Mulkan

SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan mengungkapkan bencana merupakan tanggung jawab bersama, sehingga tidak ada stakeholder yang tidak terlibat dalam penanganan bencana yang terjadi di daerah.

Muat Lebih

“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 bahwa pemerintah daerah diwajibkan bukan saja harus, untuk dapat melaksanakan urusan penanganan bencana,” kata Mulkan saat memberi arahan dalam rapat penanganan bencana daerah di OR Bangka Setara, Rabu (15/1/2020).

Dia memandang pentingnya penanganan bencana karena bencana merupakan kejadian yang luar biasa. Selama ini, ketika terjadi bencana menjadi suatu yang “menakutkan” bagi banyak pihak.

“Karena itu kami mengundang semua stakeholder, bencana ini tanggung jawab kita bersama. Maka dari itu kita melakukan langka preventif untuk mengetahui bencana itu. Kita dari bulan November sampai awal tahun bencana (banjir akibat hujan) ini luar biasa, ini yang harus kita tangani bersama. Karena cuaca kurang bersahabat, ini jadi suatu kekhawatiran kita,” jelasnya.

Bencana lainnya adalah soal penanganan bencana pesawat jatuh. Sebab, katanya pernah terjadi musibah jatuhnya pesawat Lion Air yang sebagian korbannya adalah warga Babel. Hal itu pun menjadi kekhawatiran tersendiri dan butuh penanganan.

“Kadang pas kita naek pesawat cuaca buruk, istighfarnya tidak putus-putus. Lebih baik kita cegah, bencana tidak bisa kita lawan,” tukasnya.

Dalam hal ini dia mengajak bagaimana melakukan langkah preventif mencegah bencana, terutama bencana banjir. Sebab di Kabupaten Bangka walau tidak besar pernah terjadi banjir tahun 2014-2015.

“Kita pernah terjadi banjir, bahkan di kantor bupati juga banjir. Perlu komitmen untuk menangani bencana yang saat ini Kabupaten Bangka telah memiliki BPBD. Langkah kedepan juga perlu bersinergi antara semua stakeholder, bahwa apapun masalahnya dikerjakan bersama. Karena jargon kita Bangka Setara, nyaman bersama kita harus bersama-sama. Semua stakeholder mari bersama kita satukan persepsi,” imbau Mukan.

Sementara itu Sekda Bangka, Andi Hudirman mengatakan, peran aktif kepala harian penanganan bencana daerah Kabupaten Bangka perlu dilakukan oleh kepala BPBD Bangka. Walau eselonnya masih III namun diminta kepada kepala OPD lain yang OPD lebih tinggi untuk tidak mengabaikan arahan kepada harian.

“Kita lakukan ini sebagai fungsi koordinasi, tidak ada hebat-hebatan. Fungsinya kita membantu masyarakat,” ujar Andi.

Hadir dalam rapat penanggulangan bencana daerah Kabupaten Bangka antara lain Kepala BPBD Bangka M. Ansori Muslim, Kabag Ops Polres Bangka Kompol Faisal Fatsey Sekda Bangka Andi Hudirman, sejumlah kepala OPD, relawan, camat, lurah dan kades di Kabupaten Bangka. (2nd/10)

Pos terkait