Penanaman Karakter Peserta Didik di dalam dan di Luar Sekolah

  • Whatsapp

Amirudin, S.Pd – Guru SMP Negeri 4 Kelapa Kabupaten Bangka Barat

Dalam materi pelajaran IPA khususnya biologi ada materi ciri-ciri makhluk hidup, yakni adaptasi. Adaptasi terbagi tiga bagian dan diantaranya adalah adaptasi perilaku. Perilaku bisa diartikan sebagai sebuah kebiasaan beberapa makhluk hidup dalam mempertahankan kehidupannya dari berbagai ancaman, sehingga mampu bertahap hidup demi melanjutkan generasi berikutnya. Disini penulis akan menghubungkan antara kebiasaan yang baik pada peserta didik bisa  menjadi sebuah karakter yang tetap dimiliki oleh setiap peserta didik di SMPN 4 Kelapa.

Pengertian karakter merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yaitu “kharassein” , “Kharakter”, “Kharax” yang memiliki pengertian membuat tajam. Dalam kamus bahasa Indonesia edisi ketiga susunan W.J.S. POERWADARMINTA Pusat bahasa departemen pendidikan nasional yang diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 2003. Karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Sumber pencarian google memberikan pengertian Karakter adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnnya.

Baca Lainnya

Secara umum jenis karakter manusia dapat dibagi menjadi 4 (empat) kategori, yaitu : (1) Jenis karakter sanguinis. Seseorang yang memiliki jenis karakter ini pada umumnya suka bergaul dengan orang lain (ekstrovet); (2) Jenis karakter melankolis. Karakter ini biasanya seseorang yang tidak suka bergaul dengan orang lain (introvert), pemikir; (3) Jenis  karakter koleris. Karakter ini sangat cocok untuk di jadikan seorang pemimpin, mereka suka mengatur dan senang dengan tantangan; (4) Jenis karakter plegmatis. Karakter orang seperti ini dapat disebut orang yang cuek dan santai, dapat berdamai dengan kehidupan bahkan pada saat mereka menghadapi permasalahan yang sulit sekalipun.

Proses pembentuksn karakter seseorang dimulai sejak lahir hingga berumur tiga tahun atau bahkan lima tahun, kemampuan nalarnya belum tumbuh sehingga pikiran bawah sadar mereka masih dapat menerima seluruh informasi dan stimulus tanpa adanya penyeleksian mulai dari orang tua dan lingkungan termasuk di sekolah. Hal ini merupakan pondasi utama dalam pembentukan karakter seseorang yang kemudian selanjutnya pembentukan karakter akan terpengaruh dari lingkungan sekitar, televisi, buku, internet dan sumber lain yang dapat menambah pengetahuan serta kemampuan dan menganalisis objek luar. Disinilah peran pikir sadar akan semakin dominan dan penyaringan informasi melalui panca indera akan mudah diterimah oleh pikiran bawah sadar. Dengan semakin banyak informasi yang diterima maka semakin tinggi kepercayaan dan pola pikir, akan membangun kebiasaan dan karakter yang berbeda dari masing-masing individu. Hal ini akan membuat setiap individu akan memiliki sistem kepercayaan (belief system), citra diri (self image), kebiasaan yang unik (habit).

Faktor pembentukan karakter seseorang tidaklah terbentuk dengan sendirinya, namun terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter ini antara lain faktor biologis dan faktor lingkungan.  Faktor biologis, pengaruh faktor biologis merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri dan juga berasal dari faktor keturunan atau bawaan sejak lahir. Faktor lingkungan, selain dari faktor biologis karakter juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti lingkungan hidup, pendidikan, kondisi masyarakat dan semua faktor adat istiadat yang berlaku dan bahasa yang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari juga bisa untuk mempengaruhi karakter seseorang.  Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter seseorang melalui pembiasaan dan contoh nyata. Berdasarkan dari dua faktor diatas maka karakter seseorang dapat terbentuk dari dua sisi yaitu dari dalam sendiri (faktor biologis) dan juga kekuatan dari luar(faktor lingkungan).

Merujuk dari hal-hal tersebut, SMPN 4 Kelapa  juga ikut menempatkan sekolah sebagai faktor kekuatan luar dalam mempertahankan karakter-karakter baik yang kelak akan tetap menjadi ciri khas perilaku siswa yang akan tetap mereka pertahankan hingga mereka dalam kehidupan sosial mereka di masyarakat. Hal ini sudah dimasukkan dalam program kurikulum SMPN 4 Kelapa yang tercantum dalam visi misi sekolah. Visi berbunyi Terwujudnya peserta didik yang cerdas, terampil, mandiri berdasarkan iman dan taqwa. Adapun Misi-misinya antara lain adalah: (1) Menghasilkan siswa cerdas, tuntas belajar, disiplin, bermoral dan berbudi luhur serta mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari; (2) Menghasilkan karakter yang baik dan menumbuhkan identitas serta potensi dalam aktifitas ekstrakurikuler, muatan lokal dan ketermpilan siswa;  (3) Memulai pelajaran berdo’a;  (4) Melaksanakan salat zuhur bersama di sekolah; dan (5) Menutup pelajaran berdo’a.

Hal ini juga senada dengan Tujuan Pendidikan Dasar  Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang (a) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur, (b) Berilmu, cakap, kritis, kretif dan inovatif, (c) Sehat, mandiri, dan percaya diri,  (d)Toleran, peka sosial, demokrasi, dan bertanggung jawab.

Berangkat dari semua hal tersebut di atas, SMPN 4 Kelapa berupaya melaksanakan visi misi yang penuh karakter yang baik ini dalam setiap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dalam kegiatan  kepramukaan dan kegiatan kerohanian (Rohis) dan juga di setiap kesempatan-kesempatan di kegiatan perkumpulan siswa di sekolah, tenaga pendidik senantiasa menanamkam karakter-karakter yang baik tersebut dengan harapan siswa-siswi SMPN 4 Kelapa selalu ingat dan dapat melaksanakannya di lingkungan sosial tidak hanya didalam sekolah, namun yang lebih luas dalam berkehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya (luar sekolah). (***)

Related posts