Penambangan Kolong Marbuk Ditertibkan

  • Whatsapp
Penertiban tambang liar di Kolong Marbuk eks KK PT Koba Tin tepatnya di belakang Pasar Modern Koba oleh Polres Bangka Tengah, kemarin. Para penambang diminta mengangkat peralatan tambangnya. (Foto: M. Tamimi)

Pelaku Diminta Berhenti

KOBA – Polres Bangka Tengah (Bateng) kembali menertibkan aktivitas penambangan bijih timah ilegal yang beroperasi di belakang Pasar Modern Koba, Jum’at (12/04/2019).
Penertiban aktivitas tambang yang membandel tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mengeluhkan adanya tambang yang beroperasi di wilayah rawan eks tambang Koba Tin titik Pungguk, Kenari dan Merbuk.

Kabag Ops Polres Bateng, Kompol Sarwo Edi Wibowo mengatakan terdapat sebanyak tujuh unit ponton apung (mesin pengeruk bijih timah di lubang tambang) yang ditertibkan.
“Mereka beroperasi persis di belakang pasar atau di kawasan Marbuk yang merupakan lubang tambang bekas milik PT. Koba Tin,” ujarnya.

Dikatakannya, pihak Polres Bateng meminta para penambang mengeluarkan seluruh peralatan tambang mereka dari lubang tambang, sebelum diangkat paksa anggota.
“Penertiban masih dilakukan secara persuasif, menegur dan mengingatkan para penambang untuk berhenti serta membersihkan kawasan itu dari kegiatan ilegal,” tuturnya.
Ia mengakui penertiban di kawasan Marbuk sudah sering dilakukan, tetapi pelaku tambang tetap membandel.

“Setelah ditertibkan mereka berhenti, hanya beberapa minggu kemudian kembali melakukan penambangan,” ucapnya.

Ia menambahkan pihak kepolisian menyikapi aktivitas tambang liar tersebut dengan mengambil langkah lebih tegas jika masih tetap membandel, maka pelaku akan diproses secara hukum.
“Kawasan itu dilarang untuk ditambang karena berada di belakang pasar, dekat dari aliran sungai Berok, sehingga memicu sedimentasi dan banjir,” tukasnya. (ran/6)

Related posts